JoyNovel

Let’s Read The World

Open APP
CEO Jahat Dan Kemanjaannya Nakal

CEO Jahat Dan Kemanjaannya Nakal

Author:

Finished

Introduction
Tunangan orang bodoh itu diganti, dan ada seorang presiden jahat tergeletak di tempat tidur pernikahan. Linchu musim panas mata konyol, menggosok pinggangnya berteriak: "papan yang salah, saya ingin bertukar!" " "Aku tidak bisa mengubahnya." Keluarkan dua buku merah, Su Weiran tertawa dengan baik, "Benar-benar nyata, aku suamimu!" " Setelah pernikahan, Lin awal musim panas dimanjakan ke surga. "Tuan sue, Nyonya dan mantan pacarmu bertengkar, dan seseorang terluka dan dibawa ke rumah sakit." Seseorang sangat marah, "Mantan pacar mana yang menyakiti istriku?" Aku pergi untuk membunuhnya! " "Ini bukan wanita, itu mantan pacarmu yang terluka." "Oh, istriku luar biasa!"
Show All▼
Chapter

Linda Syahputra membuka matanya.

Melihat lingkungan sekitarnya yang terasa sangat asing dan bukan seperti asrama dia yang biasanya.

Dia menggerakkan kakinya dan seketika merasakan rasa nyeri yang membakar di suatu bagian tubuhnya, seperti rasa sakit yang terjadi setelah berhubungan intim.

Linda mengerutkan keningnya karena berakhir sudah kesucian tubuhnya yang telah dijaga selama 20 tahun ini. Apakah dia sudah minum terlalu banyak tadi malam, hingga melakukan hal memalukan semacam itu dengan Gaius pacarnya?

Tiba-tiba ada lengan laki-laki yang bersandar padanya.

Membuat dia menoleh untuk melihat ke samping.

Dia langsung terkejut.

Sebab yang berbaring di sampingnya bukanlah Gaius, melainkan pria lain.

Seorang pria muda.

Seorang pria yang wajahnya berkali-kali lipat lebih tampan dari Gaius.

Meskipun matanya tertutup, tetapi seluruh tubuhnya memancarkan aura yang kuat seperti seorang bangsawan.

Lalu, saat Linda sedang melamun, pria itu tiba-tiba membuka mata dan menatapnya.

Dia memiliki sepasang mata tampan yang mempesona dengan tatapan yang dalam dan juga dingin.

Mata pria itu kemudian melihat ke bawah.

Linda menyadari tatapan matanya tertuju pada dadanya untuk waktu yang lama, buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.

"Apa yang kamu lihat! Ke mana kamu melihat?" dia memarahi pria itu dengan tidak senang, "Bajingan!"

Bukan berarti dia boleh menjadi seorang bajingan hanya karena dia tampan!

Pria itu menyandarkan kepalanya di satu tangan dan menatapnya dengan senyum sarkasme, "Aku seorang bajingan? Kamu sendiri yang menjual diri, tetapi kamu malah berpura-pura suci agar tidak dapat diganggu gugat di depan para tamu. Tidakkah kamu merasa jijik ketika menjadi perempuan jalang yang ingin mendirikan aula kesucian?"

Linda merasa sangat marah, menarik bantalnya dan melemparkannya ke pria itu, "Sialan kamu, kamu yang menjijikkan. Seluruh keluargamu menjijikkan!"

William tiba-tiba mengambil bantal itu dan menekannya ke arah Linda dengan sikap agresif sambil memandangnya dari atas, "Gadis, jangan menyesal kalau sudah menjual diri dan jangan lakukan itu jika kamu tidak mampu!"

Setelah mengatakan itu, dia melepaskannya, melompat keluar dari tempat tidur dengan anggun dan mengenakan pakaiannya dengan rapi.

Melirik bunga-bunga bewarna merah tua yang mekar di tempat tidur, William mengambil pulpen dan menulis sederet angka pada sebuah cek. Lalu melemparkannya ke Linda.

"Karena melihat dirimu yang masih perawan, aku awalnya berniat memberi biaya pelayanan 40 juta rupiah. Tetapi karena sikap burukmu itu, biaya pelayanannya aku kurangi. Satu malam bersamamu hanya bernilai sebesar itu!"

Cek itu dilemparkan ke wajah Linda dan tepat menutupi matanya.

Ketika mengambil cek dari wajahnya, dia hanya melihat bagian belakang pria itu membuka pintu dan berjalan keluar.

Linda lalu melirik cek yang berisikan uang sebesar 20 juta rupiah. 

Butuh beberapa saat baginya untuk menyadari bahwa dia, yang merupakan wanita yang berasal dari keluarga baik-baik, telah dianggap sebagai wanita yang memberikan layanan khusus oleh pria itu.

20 juta rupiah adalah biaya pelayanan yang pria itu berikan padanya.

Linda lalu menggigiti bibirnya, memegangi kepalanya dan mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam.

Tadi malam, dia bersama Gaius pacarnya datang ke bar untuk memesan beberapa makanan ringan dan dua botol anggur merah. Berniat merayakan peringatan hari jadi mereka yang kedua.

Dia saat itu makan camilan dan minum anggur bersama dengan Gaius.

Dia terus minum hingga akhirnya menjadi mabuk. Membuatnya sama sekali tidak bisa mengingat apa yang kemudian terjadi dan mengapa dia bisa tidur dengan pria keji itu.

Ponselnya berdering tepat ketika dia sedang berusaha mengingatnya kembali.

Linda buru-buru menjawab panggilan telepon itu setelah melihat ternyata Gaius yang menelepon.

"Hei, Linda, datanglah ke alun-alun air mancur di sekolah kedokteran. Ada yang ingin aku sampaikan," ucap Gaius.

Linda yang kebetulan memiliki sesuatu yang ingin dia tanyakan juga segera bergegas berpakaian.

Ketika dia mau pergi, dia melihat cek yang lecak itu dan sangat ingin merobeknya. Ini terlalu menghina karena menganggapnya menjual diri!

Tapi, pria keji itu sudah membuatnya kehilangan keperawanannya. Jadi, dia tidak mau menguntungkan pria itu!

Dalam perjalanan ke sekolah, Linda melewati sebuah badan amal. Lalu, dia masuk dan mendonasikan cek tersebut ke SD Harapan.

Gaius belum datang saat Linda tiba di alun-alun air mancur sekolah kedokteran.

Dia berdiri sejenak sebelum akhirnya melihat Gaius yang datang terlambat.

Alisnya berkerut saat dia melihat Gaius.

Karena Gaius tidak datang sendiri, melainkan berdua. Dia menghampirinya sambil memeluk seorang gadis yang tampak polos tapi berpakaian modis dengan riasan yang tebal.

"Linda, aku minta maaf, tapi aku ingin kita putus! Perkenalkan, ini pacar baruku..."