JoyNovel

Let’s Read The World

Open APP
KARAS

KARAS

Author:Vithagesa

Finished

Introduction
konon katanya, anak SMK mempunyai perjalanan cinta yang berbeda dengan anak SMA. mungkin saja yang membedakan dari cara mereka menyikapi perasaannya atau menjalani suatu hubungan. KARA PUTRA BRAMANTIO, pria pindahan dari LAMPUNG yang baru menjajakan kakinya dikota SURABAYA. Pria tampan berkulit kuning langsat dengan senyum menawan yang dengan mudahnya ia berikan pada siapapun. Pria tersebut tergolong pria badboy disekolahnya, meskipun tergolong siswa badboy. Ia memiliki otak encer disemua pelajaran kecuali bahasa daerah, karna memang dirinya bukan asli orang jawa dan harus beradaptasi terlebih dahulu. Selain itu kara juga punya sikap yang hangat pada siapapun, kehangatan sikap yang ia miliki dan ketampananan wajah yang dianugrahkan kepadanya. Menjadikan dia idola disekolahnya, namun ada satu wanita yang membuatnya tertarik. Anehnya ia tertarik bila melihat gadis itu menangis, ada hal yang tak bisa ia ungkapkan dengan jelas. “menangislah, aku sangat suka bila melihatmu menangis” – kara putra bramantio
Show All▼
Chapter

WARNING!

Jika kakak membuka cerita ini. Mohon tidak membuka kunci bab. Karna author sudah tidak menulis lagi di hotbuku. Kalian bisa temukan novel ini di dreame/innovel/wattpad . Dengan namapena sama vithagesa.

Sebelumnya terimakasih

Musim hujan tlah tiba, sebagian orang menyambut dengan suka cita dan sebagian lagi sedikit merasa resah. mungkin alasannya aktivitas mereka akan sedikit terganggu bila musim hujan datang, apalagi setiap hari kemungkinan besar akan turun hujan.

"Kara ... " panggil sosok suara lembut duduk disamping pengemudi.

Sang empu menoleh saat namanya dipanggil.

"Mama harap kamu betah tinggal disini, dan berteman baik dengan siapapun." ucap wanita tersebut.

Pria itu tersenyum hangat lalu berkata, "iya ma."

Pandangannya kembali terlempar keluar jendela mobil, hari ini ia baru saja sampai dikota surabaya. Dan akan membuka lembaran baru disini.

Lampu hijau berganti menjadi warna merah pertanda kendaraan yang melintas harus berhenti, tak sengaja pandangannya menangkap sesuatu disebrang saja.

Ia melihat seseorang sedang duduk dengan menundukkan kepala dalam dalam, Kara mencoba menajamkan penglihatannya karna terhalang oleh cahaya lampu jalan. Saat pandangannya terlihat jelas Kara mengeryitkan keningnya, sosok diserbang sana adalah seorang gadis.

Gadis mungil yang sedang menangis tersedu sedu, kedua tangannya memegang bunga mawar. Kara berfikir mungkin saja gadis itu baru mengalami putus cinta, tetapi Kara tak habis pikir, apa tidak malu menangis ditempat umum seperti ini.

Gadis mungil tersebut mengangkat wajahnya, kedua bola mata yang membengkak menatap sayu kearah depan. Kara bertanya tanya dalam hati. Apakah gadis disebrang sana melihat dirinya? Mengapa gadis itu seakan akan menatapnya?

Tangan Kara melambai beberapa kali, memastikan bahwa gadis itu melihat keberadaanya. Sayangnya, lampu lalu lintas dengan cepat berganti hijau. Mobil yang ia tumpangi segera menancap gas untuk melanjutkan perjalanan.

Kara menghela nafas pelan, ternyata gadis tersebut tidak melihat keberadaannya. Dirinya bahkan lupa tidak mungkin orang diluar sana bisa melihat ia yang sedang didalam mobil, apalagi kaca mobilnya tidak tembus pandang.

Pria itu mengubah pandangannya kearah depan, tangannya terulur menyentuh dada yang tiba tiba bergejolak.

"Siapapun kamu, semoga baik baik saja."-

*

*

*

Tahun ajaran baru tlah tiba setelah libur panjang yang dirasakan oleh semua siswa. Disisi lain Kara tengah bersiap siap untuk berangkat kesekolah barunya.

"Kara ... udah bangun belum?" Seseorang berteriak dibalik pintu kamarnya.

Kara yang tengah menyisir rambut seketika menutup telinganya, pria itu mendengus kesal.

"Udah ma udah bentar lain kara turun." jawabnya kesal.

"Dikira anaknya budek apa ya, kalau manggil sampai teriak teriak." gumamnya.

Pria itu menyemprot beberapa kali parfum dibajunya. Kali ini ia memutuskan untuk memilih sekolah SMK, kara tau bila sekolah SMK sangat melarang muridnya mempunyai rambut yang panjang. Jadi sebelum pemetalan terjadi, ia harus memotong rambutnya jauh jauh hari.