JoyNovel

Let’s Read The World

Open APP
Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat

Author:Bulbul

Finished

Introduction
Sebuah kemampuan yang jarang dimiliki oleh manusia biasa tetapi aku memilikinya. Namaku Sara, aku bekerja di salah satu rumah sakit yang cukup besar di tengah kota. Aku memiliki kemampuan yang bisa dibilang spesial. Karena tidak semua orang di sekitarku bisa melihat mereka. Selain itu, aku pun mempunyai teman yang bernama Lala dan Mila. Mereka berdua sahabat karibku sejak kecil. Dan satu lagi Nina teman arwahku.
Show All▼
Chapter

Namaku Sarah, aku bekerja disalah satu rumah sakit yang cukup besar di tengah kota. Aku memiliki kemampuan yang bisa dibilang spesial, karna tidak semua orang disektitarku bisa melihat mereka. Akupun mempunyai teman yang bernama Lala dan Mila. Mereka berdua sahabat karibku sejak kecil. Dan satu lagi Nina teman arwahku.

Sekarang aku berada dirumah sakit, kini tiba giliranku sift malam dan tentunya bersama salah satu temanku Mila.

“Mila, aku akan pergi ke toilet, kau tunggu aku sebentar saja, oke.” Ucap Sara lalu berjalan pergi meninggalkan Mila.

Sara berjalan dikoridor menuju toilet umum di ujung sana, berhubung toilet yang berada diruanganya rusak, maka dari itu Sara berjalan cukup jauh. Saat memasuki toilet Sarah dikejutkan oleh sosok wanita cantik, dengan mata yang melotot tajam kearahnya.

“Kau mau apa.” Ucap Sara.

“Akulah yang harus bertanya mengapa kau kemari.”

“Ini toilet umum, dan bukan tempatmu, sana aku ingin masuk.”

“Hahahahahha jika kau masuk akan kupastikan kau tidak bisa keluar lagi.”

Sara tidak menggubris perkataan sosok wanita itu, dia masuk seolah tidak terjadi apa-apa padanya.

Sedangkan dilain tempat, Mila sudah merasa khawatir karna Sara tak kunjung datang. Mila berusaha tenang agar dirinya tidak merasa ketakutan. Namun tetap saja rasa takut itu selalu menghampirinya.

“Jika aku keluar, apakah aku akan bertemu dengan Sara, aku bahkan tidak bisa membayangkan jika bukan Sara yang kutemui, lebih baik aku berdiam diri menunggu Sarah, ya ide yang menarik Mila.” Gumam Mila berusaha menenangkan dirinya dari rasa ketakutan.

Beberapa menit berlalu, namun Sara tak kunjung datang hal itu semakin membuat Mila merasa ketakutan dan alhasil memutuskan untuk mendatangi Sara yang mengaku ke toilet. Mila berjalan ke koridor menuju toilet, namun sayup-sayup Mila merasakan ada yang sedang mengikutinya.

“Siapa disana, jangan mengikutiku, aku tidak takut padamu.” Gumam Mila lalu berjalan dengan cepat menuju toilet.

Sesaat sampai di toilet, Mila mencari keberadaan Sara namun kosong tidak ada siapa-siapa didalam toilet. Mila yang merasasedang diamati terburu-buru berlari keluar menuju ruanganya. Namun sebelum sampai di ruangan tiba-tiab Mila melihat keberadaan Sara yang sedang asik bermain handpone.

“Sara kau dari mana saja, aku mencarimu, kau membuatku takut.”

Namun tidak ada jawaban dari Sara, Sara hanya asik bermain handpone tanpa mendengrakan Mila. Sehingga Mila merasa kesal dan berjalan kearah Sara. Namun anehnya saat Mila akan sampai tiba-tiba Sara yang dilihatnya barusan telah tiada. Sara menghilang.

Mila semakin takut saja, ini bukan hayalan Mila, jelas-jelas Mila melihat Sara sedang bermain handpone tapi mengapa tiba-tiba menghilang.

Mila dengan raut wajah ketakutanya tetap berjalan, berusaha tenang agar tidak memancing orang-orang disana. Namun saat Mila merasa menarak sesuatu, Mila berteriak.

Aaaaaaa.

“Hey, ini aku Sara. Ada apa denganmu, kau ketakutan seperti telah melihat hantu saja. Ada apa Mila?”

“Apa kau Sara, kau benar Sara bukan.” Ucap Mila memastikan bahwa yang dihadapanya benar-benar Sara.

“Iya aku Sara, ada apa, coba ceritakan.”

“Tidak disini, diruangan saja, oke.” Mila menarik Sara menuju keruanganya. Saat mereka sampai barulah Mila bisa bernafas dengan legah.

“Ada sebenarnya Mila.”

“Sara asal kau tahu aku mencarimu ke toilet namun kau tidak ada, dan sata aku kemari aku melihatmu bermain handpone, aku mengajakmu berbicara namun kau tidak meresponku dan saat aku mendekat ke arahmu kau menghilang, aku takut, pasti itu adalah hantu yang usil padaku, katakan Sara apakah ada yang mengikutiku, aku terus merasa ada yang sedang mengintaiku.”

“Dia sudah pergi, ada yang mengikutimu tapi tidak sampai menempelimu tenang saja.”

“kau suruh aku tenang, kau pikri aku sepertimu yang bisa dengan santainya bertemu dengan mereka, bahkan merasakanya saja kau sudah ketakutan Sara, yang benar saja kau jika berbicara.”

“Hey kau marah padaku hahaha, kau sangat lucu, dan ya apakau tidak ingin tahu hantu jenis apa lagi yang mengikutimu.”

“Apa katakan.”

“Pocong, dia mengikutimu sewaktu dikoridor mungkin dia melihatmu sangat cantik, maka dari itu dia mengikutimu.”

“Jangan membuatku takut, atau aku akan tidak berbicara dengamu.”

“Jika kau tidak ingin berbicara denganku, maka aku akan menyruh pocong itu kembali mengikutimu hahahah dasar.”

“Lupakan saja, lebih baik kita fokus oada pekerjaan ini.”

“Baiklah kalau begitu selamat berjaga malam Mila.”

“Dengan ucapan yang sama Sara.”

Keadaan mulai hening, kini menunjukkan pukul 1 malam, nampaknya Mila sangat lelah, sedangkan Sara, dia saat ini sedang mewanti-wanti jangan sampai ada sosok yang menampakaan wujudnya di malam ini.

Namun keiginan Sara tidak terwujud, karna saat Sara berbalik terlihat dengan jelas, wajah wanita yang ia temui di toilet tadi berpapasan denganya.

Kyaaaaa.

“A...pa yang kau lakukan ha?”

“Sara ada apa denganmu,kau membuatk kaget, ataukah.” Ucap Mila yang terbangun dari tiudrnya karna mendegar Sara berteriak.

“Mila ada sosok wanita yang mengampiriku, aku kaget. Maafkan aku.”

“So...sok, sosk apa?”

“Wanita yang kutemui di toilet,dia datang mengusiliku.”

“Lawan saja dia, dia sudah membuatmu dan juga ku merasa terkejut, dasar.”

“Apa kau berani melawanya.”

“Hmm tidak tapi jika ada Lala pasti kita akan berkomunikasi denganya.”

“Kau ini, jika begini sajabaru mengingat Lala, dasar.”

“Setidaknya Lala itu berguna Sara.”

“Kau juga berguna Mila, hanya saja kau tidak mau.”

“Itu bukan tugasku, itu tuigasnya Lala.”

“Baiklah, lanjutkan tidurmu, mereak sudah tidak ada, tapi.”

“Tap apa, Sara ingat ini malam jangan menakutiku begitu!”

“Dengarkan aku Mila, diluar ada yang sedang memperhatikan kita, sosok nenek-nenek. Nampaknya ada yang ingin dia sampaikan dengan kita.”

“Jangan meladeninya, ini sudah malam aku tidak bisa membantumu.” Ucap Mila kembali tertidur.

Sara sebenarnya oenasaran dengan sosok nenek itu, tapi jika mengikat waktu, ini sudah malam bahkan ini memang sudah waktunya bagi mereka untuk keluar, apalagi ini rumah sakit banyak yang meninggal disini.

“Perkataanmu benar Mila aku tidak akan meladeninya, tapi besok pagi bisa, selagi dia bisa ditolong mengapa tidak. Lagi pula kau dan Lala ada untuk melengkapi kemampuanku, jadi jangan coba lari-lari, aku tahu hmm.” Gumam Sara lalu menyusul Mila untuk tertidur.