JoyNovel

Let’s Read The World

Open APP
BORN TO DANCE

BORN TO DANCE

Author:Sunflower

Finished

Introduction
Menceritakan tentang perjuangan seorang gadis Tanaya Suma yang mengalami pembullyan di sekolahannya karena cita-cita. Karena suatu insiden membuat Tanaya suma menjadi korban bullying.  Chandra Pamachua  yang dikenal dengan pemuda dengan paras rupawan yang memiliki hati bagi iblis bertanduk. Suatu ketika Tanaya  suma tidak sengaja mendorong tubuh dan menumpahkan jus yang dibawa ke seragam chaska.  Chaska Pumachua yang melihat semua ini menampar pipi dari Tanaya, ditambah saat ini mereka ternyata adalah teman satu kelas.  Hingga tidak lama kemudian Tanaya Suma mendengar dari pihak sekolah bahwa bahwa pendaftaran untuk siswa-siswi berbakat untuk menari mendapatkan kesempatan gabung pada salah satu klub sekolah.  Takdir memberikan cobaan kepada Tanaya Suma dia mengalami diskualifikasi karena ulah Chaska Pumachua, kemudian Dia memutuskan untuk pindah kelas agar menghindari Chaska dari segala perbuatannya.  Setelah melakukan begitu banyak perbuatan yang dapat merusak mental dan reputasi Tanaya Suma, entah mengapa hati dari Chaska sedikit tergerak melihat kegigihan dari Tanaya.  Setelah mengalami banyak perjuangan Tanaya Suma akhirnya diterima pada salah satu klub terkenal saat itu. Bagaimanakah akhir cerita dari perjalanan Tanaya Suma? Akankah Chaska menaruh perasaannya kepada sosok korban bulyannya sendiri? Simak terus kelanjutannya...
Show All▼
Chapter

Siapa yang tidak mengenal gadis dengan sebutan komodo Si Gadis culun yang dikenal hanya karena niat dan hati nurani yang baik untuk membantu sesama dan temannya.

  Dia terlalu bodoh bukan? Tapi yang pasti Tanaya Suma adalah sosok yang baik sosok yang hangat dan sosok yang sangat dibutuhkan di era sekarang ini.

  Saat ini matahari begitu cerah sehingga membangunkan Tanaya Suma dan mulai beraktivitas untuk dapat pergi ke sekolah.

" Lebih baik aku bangun sekarang daripada nantinya terlambat, kan lagi pula aku harus membersihkan kamar mandi," Guman Tanaya dengan merenggangkan kedua tangannya ke atas.

Saat ini di sekolah terlihat lebih baik suasananya ditambah juga, saat itu tanayah yang tidak terlambat datang ke sekolah. Saat ini dia tengah bernyanyi dan membersihkan kamar mandi dia adalah sosok yang hangat dia mampu melakukan pekerjaan dengan baik tanpa meminta bantuan kepada teman sekelasnya.

Dia tersenyum sudut mulutnya muncul dan wajahnya saat itu memerah terkuras dari wajahnya, saat itu dengan kacamata yang dipakai dia terlihat seperti wanita yang sangat kurang kasih sayang.

Dan yah, dia adalah sosok yang tidak merasakan kasih sayang belakangan ini, orangtuanya yang telah bekerja di luar negeri sejak 3 tahun yang lalu karena perusahaan dari orang tua dan Tanaya  gulung tikar.

Tanaya saat ini adalah gadis yang sedang menduduki kelas 12 SMA dia di guncangkan oleh beberapa cobaan yang dapat merusak mental nya dia memutuskan untuk menjadi pribadi lebih tabah dari sebelumnya.

   "Tanaya sini," pinta ibu guru yang sedang datang dengan buku yang dia pegang.

"Ada yang bisa saya bantu bu?"ucap Tanaya dengan nada bertanya dan posisi kepala yang menunduk.

  "Bisakah Ibu meminta bantuan kepada kamu?" tanya ibu itu kepada Tanaya dengan nada suara yang sedikit minta tolong.

  "Tentu bisa Bu,saya adalah siswa saya wajib membantu,"ucap Tanaya dengan muka yang sangat polos nya.

Tanaya yang terlalu bodoh atau Tanaya yang terlalu polos dia tentu saja dapat menerima tawaran dari beberapa guru dan bahkan yang lebih naasnya dia menerima permintaan dari teman-temannya bukan kah Tanaya terlalu bodoh?.

Tanaya yang melakukan pekerjaan yang disebutkan oleh ibu guru tadi dengan hati yang riang, Tanaya pergi ke arah belakang sekolah. tidak disangka bahwa ibu guru tadi meminta untuk

Tanaya yang membersihkan halaman belakang sekolah.

****

Tanaya yang memaksakan senyum apa boleh buat, ini adalah kondisi dia sekarang karena dia adalah yang termuda dan dia adalah sosok yang hangat jadi dia dengan senang hati menerima semua permintaan bantuan yang diminta  oleh siapapun.

  Untuk saat ini dia melotot sembari ekspresinya tumpul mengeras menyalip pada wajahnya membayangkan bagaimana ia bisa membersihkan semua sampah yang berserakan, Tanaya  hanya mengeluarkan satu kata yaitu pasrah.

  Oh iya satu lagi yang perlu kalian ingat Tanaya Suma tidak mempunyai banyak teman dan yang paling dia ingat temannya adalah Raras prayagung, Raras prayagung dengan sosok yang juga memiliki kecenderungan yang sama dengan Tanayah. Tapi lebih bedanya Raras Prayagung tidak mudah ditindas oleh siapa saja dia memang memakai kacamata,  rambutnya yang juga kadang di kepang, dan mempunyai hati yang sangat keras sekali.

  "Ngapain kamu di situ?" tanya Raras prayagung kepada Tanaya saat itu.

"Em_ Saya hanya melakukan pekerjaan saya dan kamu mengapa berada disini ?" tanya Tanaya dengan bola mata yang sudah dia Putar malas.

  "Apakah kamu bodoh, ini adalah sekolah bukan tempat untuk mencari uang_" ucap Raras dengan nada yang kesal.

  "Tidak kamu salah pengertian saya melakukannya_" ucap Tanaya tergantung.

"Apa? kamu mau menyela lagi sampai kapan kamu berani ditindas dan di minta bantuan oleh siapa saja?" tanya Raras dengan nada yang kini sudah naik dua oktav kesal melihat sifat dari temannya.

Cara Raras bersikap seperti itu karena tidak mau melihat temannya ditindas selalu, kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu Raras selalu menegaskan kepada Tanaya agar dia dapat sedikit memperkuat kondisi hati dan Juga mentalnya.

   Hari Berganti hari kini dia kembali lagi berangkat ke sekolah dengan senyum yang tampak lebar pada bibirnya, dan juga jangan lupa untuk kacamata yang dipakai kali ini terasa lebih ringan dari sebelumnya, mengapa ? tapi yang pasti untuk saat ini Tanaya sedang membawa beberapa bekal entah itu untuk siapa.

   Dengan berjalan tergesa-gesa langkah kakinya yang terdengar dia beranjak agar cepat sampai ke kelasnya dengan melewati berbagai macam raut wajah yang ditampilkan oleh teman-temannya dan juga melintasi beberapa guru dengan tidak lupa menyapanya.

Dengan perlahan  dia menaiki tangga yang menjadi penghubung kelasnya dengan kelas orang yang memesan bekal itu, dan yah! ternyata bukan itu, bukan hanya untuk Tanaya melainkan ada seorang temannya yang meminta Tanaya untuk membelikan dia bakal.

Tanaya ia terjatuh dan ia otomatis menjadi bahan tertawaan untuk satu hari itu. Tanayah yang tidak malu tapi sedikit merasa kesal karena saat itu orang yang dia suka berada di situ, dan ikut menertawakan dirinya saat itu, tidak ada yang menolong Tanaya sebab mukanya yang pas-pasan tidak mudah dirawat dan juga terlihat kusam.

Kalau yang datang bukan sosok Raras dia saat ini mungkin masih terduduk diam dan tidak berani menatap ke depan. Sedangkan  untuk semua lelaki itu yang menertawakan Tanaya dahulu, kali kini  menoleh sembari menjauhkan  pandangan mereka takut dengan Raras yang sekarang ini sedang berada di depan mereka dan membantu Tanaya.

  Dan inilah sosok Tanaya yang dikenal dengan gadis cupu dengan kacamata yang tebal dan juga rambut yang dikepang tidak berani melawan hanya berani membantu dan selalu membantu tanpa melihat betapa lelahnya dirinya saat ini.

  "Elo nggak apa-apa?" tanya Raras dengan muka kesalnya melihat semua lelaki yang menatap menertawakan Tanaya.

  "Gue nggak apa-apa Ras lebih baik kita pergi saja dari sini dan aku sebentar akan mengantarkan bekal_"   ucap Tanaya masih memerdulikan bekal yang dititip oleh teman yang berada pada kelas sampingnya

   "Elo kenapa sih Tanaya lu udah jelas-jelas dipermaluin, tadi tapi masih mau memperdulikan barang ini__" ucap Raras dengan kini kondisi wajah yang merah nampak terkuras dari wajahnya sekarang ini.

   "Bukan begitu tapi aku sudah janji, janji kan harus ditepati_" ucap Tanaya dan kali ini dapat membuat senyum dan tawa yang melebar terdengar jelas dari beberapa lelaki itu.

  "Udah, udah mending elo sekarang pergi  dari hadapan gue atau nanti gue makan lo ucap laras sekali ini meminta kepada Tanaya untuk pergi dari hadapannya.