JoyNovel

Leer para descubrir un mundo nuevo

Abrir APP
Ipar Ku Cinta Pertama Ku

Ipar Ku Cinta Pertama Ku

Autor:Sera Zafira

Terminado

Introducción
Mengisahkan percintaan segitiga antara Adara Anindita dengan dua putra keluarga Mahendra, Arshaka Mahendra Virendra adalah sahabat dari Adara yang merupakan cinta pertama dari Adara. Sementara Arkana Mahendra Faeyza adalah saudara Arshaka yang merupakan dosen sekaligus suami dari Adara. Pernikahan antara Adara dan Arkana bukanlah pernikahan yang dilandasi cinta.
Abrir▼
Capítulo

Prolog

Adara Anindita seorang apoteker muda yang sukses, yang telah membuat jatuh cinta kedua putra keluarga Mahendra.

" Kamu adalah kekuatan dan kelemahan ku, menjadi kekuatatan tatkala saat melihat mu segala lelah dan beban hilang. Tapi menjadi kelemahan, tat kala saat aku ingin melupakan tapi menjadi tertahan hanya karena tatapan tanpa makna yang kamu berikan."

" Disaat hati ini tumbuh menguat bersama rasa percaya, bahwa kamu adalah yang terbaik yang pernah kutemui. Justru disaat yang bersamaan pula aku lupa bahwa orang yang mahir melambungkan harapan juga mahir menjatuhkannya."

Adara Anindita

***

Arshaka Mahendra Virendra, seorang polisi yang terkenal dengan ketampanan dan ketegasan, yang sudah meluluhkan hati seorang Adara.

" Maaf... Aku egois meminjam nama mu di sepertiga malam ku. Aku masih tak sanggup kehilangan mu sebelum waktunya."

"Maaf... Karena masih mencintai mu

Meski aku sudah menorehkan

luka yang besar di hatimu."

"Maaf... Karena masih berharap pada mu

meski aku sudah menyakiti hatimu

dengan perkataan kasar ku."

Arshaka Mahendra Virendra

***

Arkana Mahendra Faeyza, seorang dokter sukses di usia yang terbilang muda, jatuh cinta dengan seorang Adara, kekasih dari adik kandung nya.

" Hidup adalah pilihan. Setiap detik yang kita lalui, setiap langkah yang kita ambil, itu tidak jauh dari satu pilihan yang kita ambil dari sekian banyak pilihan."

" Jangan bersedih meskipun orang lain memandang rendah terhadap kemampuan yang kau miliki. Karena ketahuilah, apa yang kau lakukan jika bersedih tidak akan membuahkan hasil.Tidak akan merubah apapun menjadi baik."

Arkana Mahendra Faeyza

***

Adara POV

"Apa yang kamu katakan Adara?!" tanya nya dengan tatapan tajam.

"Kamu sadar apa yang kamu Katakan?!! " sambil menunjuk nya dan semakin tajam menatap sorot mata sahabat nya.

"Maaf..." hanya kata itu yang mampu di ucapkan seorang Adara.

sambil menunduk

"Kita hanya sahabat Adara, kamu jangan berpikir untuk memiliki hubungan lebih denganku."

sambil memalingkan wajahnya

"KAMU SADAR DENGAN UCAPAN KAMU?!!"

kembali menatap wajah Adara, dengan wajah kecewa

"Jangan kamu kira kita sudah menjalani persahabatan selama ini,? itu akan MERUBAH SEMUANYA...!

tidak akan pernah ADARA...

kamu harus SADAR akan POSISI MU..."

ucapnya kembali, tanpa sedikit pun memperdulikan perasaan sahabat nya.

" Maaf... jika menurut mu, semua yang aku katakan tidak penting. Aku hanya ingin mengungkapkan kejujuran yang selama ini aku pendam."

" Aku hanya ingin mengakui perasaan yang selama ini aku pendam. Jika menurut mu ini salah... dan kamu memutuskan untuk tidak bersahabat lagi dengan ku,

Aku terima semua keputusan itu. Tapi, ingat satu hal ARSHAKA, jangan pernah membohongi hati mu, karena jika itu terjadi kamu akan menyesal di kemudian hari...

ingat Arshaka Mahendra Virendra" ucap ku bertubi-tubi dengan wajah kecewa

"Saya pamit pulang... TERIMAKASIH telah menjadi SAHABAT KU." balas ku sambil menangis tersedu, meninggal kan nya duduk mematung di meja bundar yang ada di taman.

Ingatan ku masih terekam jelas, kata kata nya waktu itu masih menoreh hati ku terdalam.

Memendam rasa sayang terhadap sahabat sendiri, menjadi tantangan tersendiri untuk seorang Adara Anindita.

Selama 3 tahun memendam perasaan, mencintai dia dalam diam, mencintai nya dalam doa, membuat seorang Adara, menutup semua pintu hatinya untuk semua pria.

Setelah kejadian di taman hari itu, Adara tidak pernah berjumpa kembali dengan sahabatnya itu. Adara memutuskan tidak menghubungi Arshaka lagi, ia berharap Arshaka akan menyadari semua nya sebelum terlambat.

Arshaka Mahendra Virendra. Lelaki ini telah memberikan begitu banyak pelajaran hidup untuk seorang Adara.

"Disaat hati ini tumbuh menguat bersama rasa percaya, bahwa kamu adalah yang terbaik yang pernah aku temui. Justru disaat yang bersamaan pula aku lupa bahwa orang yang mahir melambungkan harapan juga mahir menjatuhkannya. "

" Hanya dengan kata kata semua nya berakhir dalam hitungan menit. Kamu yang telah memberikan peluang dan harapan cinta ini tumbuh, kamu juga yang telah menghancurkan harapan itu."

" Dengan mudah nya, mulut mu mengatakan semuanya. Aku tidak paham, kenapa kamu bisa semarah itu??. "

"Hati ku merasa tercabik cabik, disaat kamu mengatakan sadar akan " POSISI KU" .

aku sadar, hubungan persahabatan yang sudah 6 tahun kita jalani, dengan prinsip sahabat dunia akhirat. Tapi cinta itu tumbuh dengan sendirinya Arshaka sulit untuk di lihat, sulit untuk di rasakan namun ketika cinta itu datang tak akan sanggup menahannya. Itu yang kurasakan 3 tahun belakangan ini."

" Sorotan mata yang selama ini, menatap ku dengan penuh kasih sayang, hilang sirna seketika, menjadi sorotan mata penuh kekecewaan."

"ku sadar semua nya Arshaka.

Tapi, aku tidak bisa berlarut membohongi perasaanku. Perasaan yang tumbuh dengan sendirinya, tanpa di minta."

"Aku berharap suatu saat nanti ego mu akan bisa kalah dengan apa yang hari mu mau. aku yakin suatu saat kamu akan mengatakan hal yang sama dengan yang sekarang aku katakan, mulut mu bisa berbohong Arsha tapi pada kenyataannya mata mu mengatakan kejujuran

###############

POV Arshaka

Disebuah taman yang di tumbuhi bunga dan suasana yang sejuk akan berubah menjadi kaku dan menjadi saksi bisu tentang percakapan antara diriku dan sahabatku, aku tak tau harus bagaimana waktu itu, kata apa yang harus aku lontarkan saat Adara

sahabatku

itu mengungkap perasaannya.

Mungkin kata Pengecut memang pantas untuk diriku waktu itu. Karena sebuah ego yang membuat sebuah persahabatan yang kujalani 6 tahun ini hancur.

Ego yang telah menutupi rasa yang sebenarnya sama dengan yang dia rasa kan. Kata kataku yang menusuk hati nya, telah membuat Adara

sahabat ku

memutuskan menjauh dari ku"

"Arsha" sapa pelan Dara kepadaku

"Iya. Ada apa dara, tumben nyapa duluan wkwk.. biasanya kan aku yang nyapa duluan.

Kangen ya sama aku???

ayo ngaku wkwk" ucap ku sambil meledek sang sahabat Adara Anindita

"Dara mau ngomong sesuatu sama Arsha ini tentang sesuatu yang dara pendam selama bertahun tahun " jawab pelan sambil menatap ujung sepatunya

"Ya elah Dara... Dara, mau ngomong tinggal ngomong aja kayak sama siapa aja kamu" jawab ku sambil tersenyum menahan tawa.

"Arsha ...

maafin Dara..." jawab nya

" lah ngak ada angin ngak ada hujan minta maaf, kamu lagi sakit ya,? " tanya ku dengan khawatir, melihat mata sahabat ku yang sudah berkaca kaca berair.

" Dara sudah MELANGGAR komitmen kita berdua, Dara tidak bisa lagi memendam rasa yang selama ini, Dara pendam...

Dara udah nggak bisa lagi seperti Fatimah Az-zahra yang mencintai dalam diam Ali bin Abi Thalib, dan sekarang Dara ingin seperti ibunda Khodijah yang mengungkap kan perasaanya kepada laki laki yang dia kagumi.

"Sekarang Dara ingin mengungkapkan isi hati Dara kepada Arsha, bahwa Dara sudah membohongi Arsha , menyembunyikan kebenaran, mencintai Arsha dalam kurun waktu 3 tahun ini. Dan Dara juga ingin tahu tentang perasaan Arsha kepada Dara. Selama 6 tahun ini, apakah ..Arshaka mahendra virendra pernah merasa kan hal yang sama dengan yang Adara rasakan sekarang,? "

"Saya Adara Anindita, memutuskan hari ini ingin mengungkap perasaan dan ingin hubungan kita lebih dari sahabat. Adara ingin hubungan yang mengarah kepada komitmen, Adara bukan mengajak Arsha pacaran,tapi Adara mau setelah kita tamat kuliah dan wisuda, Arshaka melamar Adara menjadi istri ,karena Dara tak ingin berdosa dengan alasan percintaan...." jawab nya panjang lebar, sambil menatap manik mata ku.

"Apa yang kamu katakan Adara ???" tanya ku dengan tatapan tajam

ada rasa kecewa mengetahui kebenaran tentang perasaan Dara

"Kamu sadar apa yang kamu katakan???" sambil menunjuk nya

Dara

dan semakin tajam menatap sorot mata sahabat nya .

Entah mengapa kata kata kasar keluar dari mulutku tanpa permisi. Kata kata itu mungkin telah menyakiti hati sahabatku. Sahabat yang selama ini ku jaga ,sahabat yang tak pernah ku bentak dan ku marahi kini ku bentak. Rasa menyesal dan rasa kecewa meliputi diriku .

Menyesal karena telah mengatakan kasar

dan kecewa karena dia yang mengungkapkan dan merendahkan harga dirinya hanya untuk sebuah perasaan.

Kenapa dia tidak bisa sedikit saja sabar. Bukan kah aku sudah berjanji akan selalu ada bersama nya , menjaga nya.

Bukan ini yang ku harapkan...

seharusnya diriku yang mengungkapkan bukan dia ... "batinku

"Maaf... "hanya kata itu yang mampu di ucapkan seorang Adara.

sambil menunduk

Hatiku ngilu melihat dia mengatakan maaf dan menunduk, ingin ku teriak mengungkapkan semua perasaanku tapi EGOku lebih besar dari pada rasa cintaku"batinku bergejolak

"Kita Hanya sahabat adara, kamu jangan berpikir untuk memiliki hubungan lebih denganku."

sambil memalingkan wajah, aku menghapus beberapa butir air mata yang lolos keluar dari mata ku

" KAMU SADAR DENGAN UCAPAN KAMU !!"

kembali menatap wajah Adara, dengan wajah kecewa

"Jangan kamu kira kita sudah MENJALANI PERSAHABATAN SELAMA INI, itu akan MERUBAH SEMUANYA.

tidak akan pernah ADARA.

kamu harus SADAR akan POSISI MU..."

ucap ku kembali, dengan tegas.

Entah mengapa kata kata kasar tambah menjadi dan tanpa permisi lagi keluar dari mulutku ,dan ku yakin kata kata yang ku ucapkan barusan akan menggores hati dari sahabatku. ahati ku ngilu dan sakit melihat air matanya mulai jatuh, ingin rasanya aku menghapus buliran mata nya"batinku

"Maaf."

" Jika menurut mu, semua yang kukatakan tidak penting. Aku hanya ingin mengungkapkan kejujuran yang selama ini aku pendam. aku hanya ingin mengakui perasaan yang selama ini aku pendam."

"Jika menurut mu ini salah, dan kamu memutuskan untuk tidak bersahabat lagi dengan ku., aku terima semua keputusan itu. Tapi ingat satu hal ARSHAKA, jangan pernah membohongi hati mu, karena jika itu terjadi kamu akan menyesal di kemudian hari... saya pamit pulang... TERIMAKASIH telah menjadi SAHABAT KU......" jawabnya dengan tangisan tersedu seduh

Deg

Jantungku seakan berhenti berdetak saat mendengarkan kata kata yang menyakitkan dilontarkan dari mulut Dara dengan tangisan yang tersedu sedu. Aku tak menyangka kemarahan nya bisa memuncak sebesar itu,dan kini diriku hanya mematung melihat kepergian sahabatku tanpa mengejarnya .

Tatapan kosong, penyesalan, ego, semua bercampur menjadi satu,sakit sekali melihat orang yang ku cintai menangis karena diriku.

mungkin kalian akan bilang diriku bodoh karena tak mengungkapkan dan lebih memilih EGO. Tapi, apa daya semua sudah terlanjur , kata kata yang menyakitkan telah keluar dan berhasil menggores luka di hati sahabatku dengan pandangan kosong mengarah ketempat hilangnya punggung sang sahabat .

##############

"Lebih baik sekarang melupakan dan pergi dari hidupnya dari pada menambah goresan luka semoga dirimu kasih,dapat orang yang lebih baik dari diriku,maafkan aku karena tak bisa lagi menjadi sahabatmu seperti dulu "

Arshaka Mahendra Virendra

"Masih menunggu yang tidak pasti, entah dia menyesal atau tidak , tergores hatiku mendengarkan kata kata menyakitkan yang dilontarkan kepadaku dihari itu, semoga kamu sadar dan kembali seperti dulu sahabatku"

Adara Anindita

#############