JoyNovel

Leer para descubrir un mundo nuevo

Abrir APP
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Autor:Uly Mulyana

Terminado

Introducción
Kayla tidak terima dijodohkan dengan lelaki yang menjadi pilihan dari orang tuanya. Lelaki yang terlihat hampir mendekati kata sempurna yang Kayla pikir tidak cocok dengannya. Entah bagaimana nasibnya nanti setelah dengan terpaksa menerima lamaran dari pria bermana Raihan tersebut. Segala cara ia lakukan agar tidak jadi menikah dengan Raihan tapi ternyata semua yang dia upayakan hanya sia-sia karena justru membuatnya dan Raihan semakin mendekat bahkan kata pernikahan pun terjadi di antara mereka.
Abrir▼
Capítulo

"Ma, Kayla belum mau menikah. Kalau pun mau Kayla ingin cari pasangan sendiri dan tanpa ada perjodohan seperti ini," kata Kayla dengan lirih.

Kayla menunduk di hadapan sang mama. Mereka duduk di ruang tamu, tidak di atas sofa melainkan di atas karpet tepat berwarna coklat tua.

Kayla mengusap air matanya dan sesekali menarik nafas panjang karena segugukan menangis. Ia tidak ingin dijodohkan tapi sang mama sudah terlanjur melakukan itu tanpa perundingan dengan Kayla terlebih dahulu.

Mama Risma meraih pundak Kayla dan membawa sang putri ke dalam dekapannya. Memeluknya dengan sayang dan cinta kasih. Mengecup puncak kepala Kayla dengan sesekali mengusap punggung Kayla.

"Sayang. Kamu harus tau kalau yang papa dan Mama lakukan itu adalah yang terbaik untuk kamu. Mama cuma mau kamu dapat suami yang baik dan nantinya bisa membawa kamu kepada kebaikan," ujarnya dengan lembut.

Kayla hanya diam dengan sesekali menarik nafas yang tersendat akibat menangis.

"Raihan itu lelaki baik dan Mama yakin jika nanti dia pasti bisa membimbing kamu Nak. Kamu tau? Kalau kamu adalah harapan kami di masa depan yaitu di hadapan Sang kuasa," lanjut sang mama.

"Tapi Kayla nggak tahu gimana sifatnya Mas Raihan Ma. Kayla juga nggak pernah ketemu dia selama ini dan kemarin adalah pertama kalinya kita ketemu," jawab Kayla.

Kayla memang menolak untuk dijodohkan dengan Raihan, tapi ia juga tidak tega melihat wajah muram dang mama yang mungkin sangat berharap Kayla bisa menerima keputusannya bersama sang suami.

Raihan adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai pengusaha muda. Bukan itu yang menjadi tolak ukur orang tua Kayla untuk menerimanya tapi apa yang ada pada diri pemuda itu, yakni iman dan takwa.

"Makanya Mama minta ketersediaan kamu untuk mau mengenal Raihan lebih dekat lagi karena dengan begitu kalian akan saling mengenal," kata Risma.

"Menantu idaman Mama itu yang seperti apa sih Malang? Padahal Aldo juga enggak kalah baik dan tampan dari Mas Raihan," kata Kayla sambil mencoba mendongak dan menatap sang mama.

Mama Risma tersenyum. Ia raih wajah Kayla dan menghapus jejak air mata di pipi sang putri. Mengelus rambut Kayla dengan sayang.

"Bukan pria yang baik jika berani membawa anak gadis orang tanpa izin dari orang tuanya si gadis. Mama kecewa pada Aldo yang kamu bilang baik tapi sekali pun enggak pernah mau menunjukkan batang hidungnya ke hadapan Mama," kata Risma.

"Aldo cinta Ma sama aku dan kita udah jalanin hubungan ini sejak lama dan Kayla juga cinta sama Aldo," ujar Kayla seraya kembali menunduk.

Lagi-lagi Risma tersenyum dan menghembuskan nafas berat.

"Laki-laki yang mengatakan cinta tanpa adanya ikatan yang sah di mata Allah itu pembohong Sayang. Kenapa dia bisa bilang cinta sama kamu sedangkan dia belum tau bagaimana kamu secara keseluruhan,"

"Mama cuma mau kamu menikah dengan Raihan dan Mama sangat yakin jika Raihan bukan lelaki sembarangan" kata Risma lagi.

"Apa menurut Mama kalau nanti Kayla menikah dengan Mas Raihan, beliau bisa mencintai Kayla seperti Aldo yang mencintai saat ini?" tanya Kayla dengan hati-hati.

"Mama yakin, dan pasti rasa cintanya itu melebihi rasa cinta Aldo terhadap kamu saat ini," jawab Risma.

Kayla menghela nafas panjang dan menatap lekat wajah sang mama. Hatinya berat menerima semua ini tapi apa bisa dikata, sekarang ia tidak bisa melawan kehendak orang tuanya.

Pacarnya yang bernama Aldo pun sudah ia hubungi dan meminta kejelasan untuk hubungan mereka tapi Aldo mengatakan kata terserah pada Kayla.

"Kalau kamu masih enggak terima dengan jalan perjodohan ini, kamu bisa coba yakinkan pada Mama jika Aldo itu baik. Suruh dia datang untuk temui Mama dan kalau dia benar cinta sama kamu nanti Mama akan minta dia untuk menikahi kamu," ujar Roma setelah melihat wajah sedih putrinya.

Kalya menatap tidak percaya pada sang mama. Air matanya mengalir mendengar perkataan Risma, kayla mengangguk dan mengambil sang mama untuk ia kecup.

"Iya Ma. Aku akan minta Aldo untuk ke sini dan lamar aku tapi Mama udah terima lamaran dari Mas Raihan," kata Kayla.

"Itu bisa diatur. Yang Mama mau Aldo datang ke sini dan minta ke Mama untuk menikahi kamu," kata Risma.

Setelah itu ia usap kepala Kayla dan bangun dari karpet. Risma pergi menuju kamarnya.

Kayla menatap dengan gusar punggung sang mama yang berlalu semakin jauh dari tempatnya dan hilang di balik pintu kamar wanita paruh bayar itu.

"Huft. Berarti aku harus telpon Aldo sekarang dan minta dia untuk ke sini secepatnya biar mama tau kalau Aldo memang sayang sama aku," kata Kayla.

Gadis cantik dengan rambut sebahu itu ikut bangkit dari duduknya dan untuk pergi ke arah kamarnya. Kayla menghampiri meja ria dan mengambil ponsel untuk menghubungi Aldo.

Wajah panik Kayla tergambar jelas saat beberapa kali panggilannya tidak terjawab oleh Aldo padahal ponsel pemuda itu aktif.

"Aldo angkat dong ... masih jam segini nggak mungkin udah tidur," gumam Kayla.

Tepat pada panggilan yang kesepuluh Kayla mematikan ponselnya karena tidak kunjung mendapat respon dari Aldo. Selanjutnya gadis cantik berkulit putih itu mengirimkan pesan singkat pada Aldo.

Kayla menghela nafas panjang dan duduk di atas tempat tidurnya dengan keadaan gelisah dan wajah yang tampak gelisah.

"Udah bertahun-tahun aku pacaran sama Aldo tapi kenapa malah orang lain yang datang untuk melamar aku?" tanya Kayla pada dirinya sendiri dan yang pasti jawabannya pun harus ia persiapkan sendiri.

****

Kayla mengerutkan keningnya melihat seorang lelaki yang keluar dari sebuah pintu rumah. Bibirnya Kayla tersenyum meski di hatinya timbul beberapa pertanyaan yang ingin sekali untuk ia utarakan.

Di depannya ada Aldo yang belum menyadari kedatangan Kayla ke tempat ini. Dahi Kayla semakin mengernyit saat Aldo menghampiri sebuah mobil dan dari mobil itu turun seorang wanita berpakaian minim dengan rambut tergerai.

Kayla sengaja berdiri di depan gerbang rumah Aldo saat turun dari taksi tadi. Jadi ia bisa melihat jika di depan sana ada mobil dan yang pasti bukan mobil Aldo.

Kayla membungkam mulutnya dengan telapak tangan kanan, air matanya perlahan menetes melihat wanita tadi dan Aldo saling mendekap di depan sana. Kayla menggeleng pelan dan mencoba memejamkan mata sebentar sebelum membuka kembali. Memastikan jika yang ia lihat itu benar atau hanya halusinasinya saja.

Air matanya semakin menetes kala pandangan yang sama masih tersuguh untuk kedua matanya. Kayla menekan dadanya yang terasa sesak. Kayla memutar badan dan mengambil langkah keluar dari gerbang rumah Aldo.

"Kayla!" seru seseorang.