JoyNovel

Lisons le monde

Ouvrir l'APP
SAMAWA

SAMAWA

Auteur:cewe_bego

Fini

Introduction
Cinta masa sekolah yang tidak pernah di duga menjadi jodoh masa depannya. Muhamad Rafka atau biasa di panggil Rafka itu di jodohkan dengan anak teman orang tuanya. Gadis itu adalah Kamila Nur Laila Khumairah atau Kamila, setelah di tinggal meninggal kedua orang tuanya. menikah dengan gadis yang masih polos dan posesif itu juga memberikan sebuah tantangan tersendiri.
Afficher tout▼
Chapitre

Sholat dua rokaat setelah mengikrarkan janji suci sebuah ijab qobul, Muhammad Rafka memberi kehormatan pada Kamila Nur Laila Khumairah. Wanita yang sudah berhasil menyentuh hati kedua orang tuanya hingga mengkhitbah dan menikah kan dengan dirinya.

Wanita dari keluarga biasa saja dan tidak terlalu agamis seagamis keluarganya. Kamila ternyata memiliki sebuah aura yang bisa di bilang sangat menarik. Kepribadiannya yang kadang lemah lembut dan kadang bar-bar itu tidak pernah di tunjukkan pada siapa pun selain suaminya, Rafka.

“Baiklah, sekarang kalian adalah sepasang suami istri. Jangan pernah membiarkan ada seorang pun yang masuk di antara kalian berdua. Ingat, kalian tidak berjanji hanya di hadapan kami para manusia. Tetapi juga Allah, menyaksikan kelian berjanji setia.” kata seorang yang paling di segani di sana.

Pak Ahmad Idris seorang ayah yang sayang terhadap putra putrinya mengambil seorang yatim piatu menjadi menantunya. Keluarga Kamila memang sangat sederhana, mengenal Idris sebagai teman sekolah menengah pertama membawa perubahan bagi putri semata wayang nya di akhir hayatnya.

Kamila sebelum di temukan oleh keluarga Rafka, Muhamad Idris dengan sang istri Nur fitria. Tinggal bersama dengan paman nya yang bertempat tinggal tepat di samping rumahnya. Benar, Khumairah hidup di rumah orang tuanya sendirian, kadang kalau malam di temani oleh keponakan nya, Ismiati yang di panggil Mia.

“Akan kami ingat.” kata Rafka memegang tangan Kamila lembut.

Tangan Rafka sangat lembut, mungkin itu karena dia tidak pernah mencangkul di ladang. Atau hanya sekedar mencabut rumput di halaman rumah. Karena seperti kabarnya, Rafka adalah seorang pebisnis yang biasa keluar masuk negeri orang.

“Maaf pak, apa nanti saya akan tidak bisa pulang ke rumah saya sendiri?” tanya Kamila hati-hati.

“Bisa, tetapi kamu nanti akan tinggal di rumah Rafka. Di mana suami mu berada, kamu juga harus berada di sana.” tutur lembut seorang wanita berhijab syar I membelai lembut kepala Kamila yang tertutup kerudung dengan hiasan mahkota pernikahan adat Jawa Barat.

Setelah selesai menggelar acara resepsi, Rafka membawa istrinya masuk ke dalam kamar hotel di mana dia menggelar resepsi. Terlihat kekaguman Kamila saat masuk ke dalam kamar hotel yang terlihat sangat mewah itu.

“Waaah, ini bunga semua mas?” tanya Kamila yang di suruh memanggil suaminya dengan sebutan MAS.

“Iya, kamu suka?” sungguh lembut sekali lelaki yang menjadi suami Kamila ini.

“Suka mas,” jawab Kamila penuh antusias.

“Ya sudah, nanti di rumah aku akan buat satu taman bunga untuk kamu.” seberapa kaya sih Rafka ini? Sungguh membuat Kamila sulit bernapas.

Kamila masuk ke dalam kamar mandi, di sana juga dia melihat sebuah bathtub berisi air dengan hiasan bunga berbentuk hati. Dia kembali di buat takjub dengan hal itu, ini sungguh pernikahan bertabur bunga.

“Mas, kalau mau mandi di sini ya? Sayang sekali bunganya. Nanti kita bawa pulang saja ya mas?” kata Kamila polos.

“Tidak usah, kalau kamu mau, aku akan belikan bunga setiap hari.” kata Rafka lagi.

“Jangan mas, sayang uang nya.” sungguh sangat polos sekali Kamila ini.

“Ya sudah kamu mandi dulu sana, sekarang sudah jam setengah dua belas.” kata Rafka di angguki kepala oleh Kamila.

“Mas jangan ngintip ya, dosa kalau kata ibu dulu.” benar, memang Kamila di besarkan oleh keluarga biasa saja. Tetapi yang namanya pendidikan agama dasar sudah pasti di tanamkan dalam diri.

“Hahaha iya, aku tidak mengintip mu. Tapi apa kamu bisa membuka hiasan di kepala mu sendiri? Ini susah lo.” kata Rafka.

“Iya juga ya, boleh minta tolong mas?”

Rafka seorang lelaki pasif memiliki jodoh yang sangat aktif seperti ini, seperti dua mata uang logam. Saling melengkapi dengan kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki.

Membuka satu per satu hiasan kepala Kamila, Rafka melihat rambut hitam legam di balik kerudung. Ini sangat indah, entah lah karena apa. Mungkin karena rambut itu sudah halal ia lihat, sentuh, juga cium aroma nya.

“Mas mengharuskan aku memakai kerudung? Aku belum terbiasa, tapi aku akan belajar.” kamila memang polos, tetapi dia tau kalau dirinya sudah tidak hidup sendiri lagi.

“Terserah kamu saja. Kalau kamu mau belajar, mungkin bisa saat bertemu dengan orang lain atau keluar rumah saja tidak apa-apa. Aku tidak mempermasalahkan hal itu.” kata Rafka masih dengan senyum lembutnya.

Kamila mandi di dalam air yang bertabur bunga, ini sungguh sangat menyenangkan. Tetapi kamila sangat lama sekali di kamar mandi, jam sudah semakin malam tapi dia tidak keluar juga.

“Ka, kamu tidur di dalam?” Rafkan mengetuk pintu kamar mandi memastikan istrinya tidak mengalami musibah.

“Tidak Mas, masih belum mau bangun saja,” teriak Kamila.

“Ya sudah, tapi ini sudah tengah malam lebih. Mas masih belum mandi,” Rafka teriak sekali lagi di balik pintu.

“Mau mandi bersama?”

Jelas tidak akan di jawab oleh Rafka. Meski dia menikah sebelum merasakan cinta di hati, tetapi siapa yang menolak ajakan mandi oleh istrinya. Rafka masuk sudah dengan handuk yang melilit bawah pinggangnya.

“Aku mandi di mana?” tanya Rafka memancing Kamila.

“Di sini, tidak apa-apa kan?” senyum jahil Kamila membuat Rafka gemas sendiri.

“Baiklah,”

Ternyata Rafka tidak telanjang bulat, dia masih mengenakan celana dalamnya. Duduk di belakang Kamila dengan menahan gejolak dalam diri. Ini gila, ada sensasi yang sangat luar biasa dahsyatnya yang ingin meledak dari dalam diri Rafka.

Tidak lebih dari setengah jam, Rafka dan Kamila sudah berpindah ke tempat tidur. Mereka sudah tidur tidak sadar sudah apa yang mereka inginkan saat masih di kamar mandi. Sungguh rasa lelah itu sudah sangat membuat keduanya mengantuk.

Malam yang indah bagi sepasang suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mungkin akan terasa sangat berharga, tetapi bagaimana jika keduanya sudah sangat kelelahan? Ya mereka berdua langsung tidur, seperti yang di lakukan Rafka dan Kamila. Tidur di malam pertama dan melewatkan kesempatan emas yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.

Tetapi kembali lagi, malam pertama sudah berlalu, bukankah mereka masih memiliki malam-malam berikutnya?

Benar, itulah yang membuat keduanya tidak terlalu merasakan kecewa di saat lelah sangat menyerang dan membuat keduanya tidur bak mayat yang tak bisa di bangunkan lagi.