Universitas Seoul.
Hai, nama aku So Ah. Alias, Kim So Ah. Aku mau ceritain tentang sahabat aku yang perfect-nya kayak putri, tapi dia bukan sembarang putri. Dibalik hidupnya yang selalu ceria dan happy, dia itu punya masa lalu yang pasti bikin orang penasaran. Ceritanya itu dimulai saat kami ada di halaman universitas ...
"Yuri, apa kau sudah mengerjakan skripsi tugas Bu Keira?" tanyaku yang menghampirinya, yang sedang berdiri di dekat pohon besar.
"Udah dong, kalau kamu Na?" jawabnya yang langsung bertanya ulang pada sahabatku yang lain, Nayoen.
"Aku belum, aku lagi nyari ide tentang bagian akhirnya tuh gimana. Kok kamu bisa cepet banget sih?" ujar Nayoen yang bertanya balik pada gadis yang ceria itu.
"Ini kan Yuri, bener gak?? Ayo ah, aku traktir makan siang di KFC!" ujar gadis itu, yang mengajak kami pergi makan siang setelah menyombongkan dirinya. Padahal dia pasti kesusahan pas ngerjain tugas dari dosen kami.
Tapi itu tidak mungkin, karena dia adalah Yuri. Park Yuri, gadis yang menjadi primadona universitas kami. Walaupun asal usulnya tidak banyak yang tau, tapi dia hampir tidak memiliki musuh yang pastinya cemburu sama kesempurnaanya.
Tidak hanya itu, dia juga sangat baik. Bahkan dosen-dosen tidak tega meminta bantuan lebih dari gadis ini, ya tentu aja aku juga gak tega ninggalin dia sendirian sama cowok-cowok gak ada amal gitu.
"Asiiik! Makasih, Yuri!" teriak kami yang senang dan membuat semua orang di sekitar kami terkejut.
"Yuri! Beneran kamu udah kerjain skripsi bu Keira?" panggil seseorang yang berjalan ke arahku dan teman-temanku.
"Jevin, kamu baru dateng? Kok tadi aku gak liat kamu sih?" tanya Yuru pada Jevin, orang yang menghampiri kami tadi.
"Masa kamu gak liat aku sih?? Oh iya, ada surat nih buat kamu," ucap Jevin yang memberikan sebuah surat berwarna pink untuk Yuri. Awal-awalnya aku sudah menduga hal ini akan terjadi, karean Jevin sudah seperti pengantar pos atau lebih tepatnya tukang pos sekolah.
"Uwuw ... apa tuh???" sorak semua orang yang mencoba menggoda Yuri, dan itu pasti membuat Yuri mengatakan bahwa ini sangat menyebalkan.
"Hei, jangan seperti itu! Nanti ada yang cemburu loh," ucap Yuri yang cemberut karena mereka terus saja menggodanya ketika Jevin mengantarkan surat itu pada Yuri. Sikap Yuri yang seperti itu adalah sikap yang membuat satu universitas gak bisa nahan, buat gak ketawa. Karena sikapnya selalu lucu, mulai dari sikap sombongnya, cemburunya, bahkan kadang sikap dia pas dikejutin di rumah hantu kelas sebelah.
"Hei, Yuri! Memangnya siapa yang cemburu? Kalau ada yang cemburu, itu pasti aku," ucap salah satu senior yang pernah menembak Yuri, saat pertama kali masuk universitas.
"Hentikan itu, Senior!" gerutu Yuri yang tampaknya semakin kesal, dan memasang muka cemberut. Bukannya takut, mereka hanya tertawa karena muka Yuri yang seperti itu. Tentu saja, aku juga gak bisa nahan biar gak ketawa.
"Hahahah, baiklah," jawab senior itu, yang membuat semua orang di universitas tertawa. Itulah sebabnya Yuri adalah primadona sekolah kami, karena tidak ada yang bisa menandingi ataupun sebaik dan selucu Yuri.
'Tut tut'
Suara klakson mobil
Suara klakson mobil tiba-tiba muncul di depan gerbang universitas. Lalu, keluarlah seseorang dengan beberapa orang di belakangnya. Semua orang di sekitar universitas, penasaran siapa sih mereka? Tiba-tiba datang, sampai pakaiannya kayak orang besar aja. Memangnya mereka mau apa ke sini?
"Sudah lam kita tidak bertemu, nona Yuri," ucap orang yang berpakaian jas hitam, yang menyapa Yuri dengan sopan. Apa dia kenalan Yuri?
"Herlard?!" gumam Yuri yang sepertinya kesal melihat orang-orang itu. Yuri yang terlihat seperti terkejut, sekaligus kesal membuatku penasaran apa yang terjadi. Jika orang-orang itu kenalan Yuri, kenapa Yuri bertingkah seperti itu?
"Yuri? Siapa mereka?" tanya Nayoen yang cemas, karena kedatangan orang-orang berpakaian jas hitam itu. Sebenarnya aku juga ingin mengatakan hal yang sama, tapi sepertinya Yuri sedikit cemas karena pertanyaan dadakan Nayoen.
"Kami adalah ...," ucap orang yang menyapa Yuri tadi, yang sempat mengatakan identitas mereka tapi mulutnya ditutup oleh Yuri dengan cepat. Apa yang disembunyikan Yuri?
"Tidak ada apa-apa, dia hanyalah ... guruku," ucap Yuri yang membuat semua orang bingung, termasuk aku sendiri. Tapi karena sikapnya seperti itu, aku merasa curiga. Tapi karena dia adalah sahabatku, aku akan percaya saja.
"Oh, bilang dong. Bapak pasti guru privatnya Yuri ya? Pantes aja Yuri dapet peringkat 1 terus, dia pake guru privat," ucap Jevin yang membuat semua orang tertawa, dan membuat semua orang mempercayai ucapan Yuri. Aku tau, sepertinya ada yang disembunyikan oleh Yuri di belakang kami. Aku harus tau, apa yang ia sembunyikan dari kami.
"Pantes aja, Yuri nanti aku ajarin aku semua yang diajarin Bapak itu ke kamu ya!" ucapku yang berpura-pura mempercayai ucapan Yuri, padahal aku sedikit curiga soal hubungan kedatangan orang-orang aneh itu dengan Yuri.
"Oke, aku harus pergi dulu. Lain kali aku traktir kalian oke, aku ada urusan penting dulu di toko buku," ucap Yuri yang langsung pergi, seperti ia ingin melarikan diri. Tapi, kenapa Yuri harus pergi secepat itu. Jika dia salah satu kenalannya pasti, dia gak bakal lari secepat atlet nasional. Aku harus meminta bantuan kakak nanti.
"Tunggu! Ikuti dia!" teriak orang yang dipanggil Herlard, sama Yuri tadi. Sepertinya Yuri, benar-benar menyembunyikan sesuatu dari kami. Seharusnya kan dia menceritakannya ke kami.
Setelah Yuri pergi, orang-orang aneh itu langsung mengikutinya. Karena kejadian itu, semua orang di universitas yang melihat kejadian itu mulai penasaran. Aku dan Nayoen, juga penasaran kenapa Yuri sampai berlari sekencang itu cuman gara-gara kedatangan orang-orang itu.
"So Ah, kamu liat gak sikap Yuri tadi?" tanya Nayoen yang membuatku setuju dengannya, karena ini tidak biasa terjadi. Aku tidak pernah melihat Yuri seperti itu, sejak kami menjadi teman sekaligus sahabat.
"Ya, kayaknya Yuri gak bakal dateng ke kelas besok. Sudahlah aku pulang dulu ya," ucapku yang berpamitan dengan Nayoen, dan segera pergi.
"Kok kamu tau?" tanya Nayoen yang sepertinya tidak paham sama arti ucapanku itu.
"Liat aja nanti!" teriakku yang segera berlari pulang, lebih tepatnya berlari ke perusahaan tempat kerja kakakku. Aku harus meminta bantuannya, biar aku tau apa hubungan Yuri dengan orang-orang aneh itu.
***
Perusahaan A.
Aku berlari cukup jauh, untuk sampai ke tempat kerja kakakku. Padahal ini kan gak ada hubungannya denganku, Park Yuri kamu ada hutang yang harus kamu lunasi loh! Saat sampai di pintu perusahaan, aku menelpon kakakku untuk menghampiriku di luar perusahaan. Soalnya kan, orang luar gak boleh masuk ke perusahaan.
"Kakak!" panggilku yang melambai pada kakakku, Sery.
"So Ah?! Kenapa? Beruntung kakak lagi jam istirahat loh, kamu nih. Kenapa dateng?" tanya kakakku yang mengomeliku karena aku dateng tiba-tiba tanpa kabar dulu.
"Begini, kakak taukan sahabat aku Yuri?" tanyaku.
"Ya, kenapa emang?"
"Kakak bisa cari informasi gak tentang Yuri, soalnya tadi ada kejadian aneh di kampusku kak. Tolong ya! Aku lagi penasaran sama anak itu kak, kalau tanya ke dia pasti dia gak bakal kasih tau kak. Please!" ucapku yang merengek minta dibantuin.
"Iya iya, udahlah nanti kakak kabarin kamu lagi kalau udah ada informasi tentang sahabat kamu nanti. Udah sono, pergi!" ucap kakak yang mencoba mengusirku pergi.
"Thanks kak!" teriakku yang langsung memeluk kakakku yang terbaik, dan langsung pergi ke rumah.
Akhirnya, semoga itu bisa membantu Yuri nanti.
Sementara itu.
"'Hush hush hush' Apakah mereka sudah pergi?"
~ To be continue ~
