JoyNovel

Lisons le monde

Ouvrir l'APP
Cinta Untuk Fitri

Cinta Untuk Fitri

Auteur:Serena Muna

Mise à jour de

Introduction
Fitri sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya lewat dunia maya selama dua tahun belakangan dan mereka berdua bahkan merencanakan ingin segera menikah. Namun sebuah fakta mengejutkan justru Fitri temukan yaitu kekasihnya selama ini adalah seorang suami orang! Tentu saja hati Fitri begitu sakit ketika mengetahui hal ini, namun di saat yang sama seorang CEO muda nan kaya raya justru menawarkan pernikahan padanya. Pada awalnya Fitri ragu untuk menerima pinangan sang CEO namun atas desakan keluarga maka Fitri pun menerima pinangan sang CEO, selepas pernikahan barulah sifat asli CEO itu terungkap hingga Fitri akhirnya dapat menguak alasan kenapa CEO ini mau menikah dengannya. Image Source: unsplash.com Cover and Edited by PicsArt
Afficher tout▼
Chapitre

Seorang perempuan nampak begitu bahagia karena hari ini dia akan bertemu dengan kekasihnya yang sudah lama menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun belakangan. Perempuan yang bernama Fitriyani itu nampak begitu bersemangat karena 2 tahun belakangan ia dan kekasihnya hanya bisa melakukan panggilan lewat video call saja dikarenakan mereka tinggal di kota yang berbeda. Nampak pagi ini Fitri sudah bersiap dengan pakaian terbaiknya untuk bertemu dengan kekasih hatinya yang selama ini hanya bisa ia jumpai lewat panggilan video call, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan, bahkan karena kelewat bahagianya, Fitri sampai-sampai tidak tidur semalaman dan berharap bahwa hari segera berlalu agar ia dapat bertemu dengan orang yanng ia cintai itu.

“Kamu mau pergi ke mana, Nak?” tanya Aisyah yang melihat Fitri seperti hendak pergi keluar saat ini.

“Aku mau pergi sebentar, Bu.”

“Kamu memangnya mau pergi ke mana?”

“Aku mau bertemu seseorang?”

Aisyah menghentikan aktivitasnya ketika mendengar jawaban putrinya, ia nampak heran siapa sebenarnya orang yang hendak ditemui oleh Fitri saat ini?

“Kamu hendak bertemu siapa?”

“Pacarku,” jawabnya polos.

“Pacar? Kok selama ini kamu tidak memberitahu Ibu kalau kamu sudah punya pacar atau kamu mengenalkan dia pada Ibu?”

“Itu karena dia bekerja di luar kota selama ini dan hari ini dia akan bertemu Fitri,” ujar gadis itu yang nampak bersemangat sekali.

“Kamu dan dia bertemu di mana memangnya?”

“Kami bertemu lewat media sosial, Bu.”

Sang Ibu nampak menghela napasnya berat, ia sudah menduga bahwa putrinya pasti berkenalan dengan orang asing lewat media sosial, Aisyah kemudian memberitahu pada Fitri supaya anaknya itu lebih berhati-hati ketika berkenalan dengan orang lewat media sosial.

“Belakangan ini marak sekali kejahatan lewat media sosial, Nak.”

“Namun dia berbeda Bu, dia sama sekali tidak pernah jahat pada Fitri.”

“Itu kan karena dia jauh dari sini, coba dia dekat dari sini, mungkin saja dia sudah melakukan kejahatan sejak dulu.”

“Kok Ibu bisa bilang begitu sih? Fitri kenal sama dia itu sudah lama, 2 tahun kami berkenalan dan menjalin hubungan jarak jauh dan selama ini dia tidak pernah melakukan hal yang buruk dengan meminta Fitri ini dan itu.”

****

Fitri akhirnya sampai di alun-alun kota karena kekasihnya itu bilang bahwa saat ini dia hampir saja tiba di alun-alun, Fitri menunggu kekasihnya itu dengan duduk di kursi yang ada di alun-alun pusat kota itu. Nampak suasana pagi di alun-alun cukup ramai karena hari ini adalah akhir pekan, ada keluarga yang membawa anak mereka, pasangan muda-mudi yang tengah berduaan, atau ada orang yang sedang olahraga pagi dengan mengitari alun-alun ini. Fitri menunggu dengan sabar kekasihnya datang, dan tidak lama kemudian Fitri mendapatkan telepon dari kekasihnya itu, nampak Fitri begitu bahagia dan langsung menjawab telepon dari orang tersebut.

“Halo? Kamu ada di mana?”

“Aku sudah sampai di alun-alun, kamu ada di sebelah mana?”

“Benarkah?”

“Kamu menggunakan baju apa? Aku ada di kursi yang dekat penjual jajanan di sebelah timur.”

“Aku mengenakan kemeja biru, baiklah aku akan coba ke sana.”

Fitri makin gugup dan penasaran seperti apa rupa kekasihnya secara langsung walaupun mereka selama ini sudah bertatap wajah lewat sambungan video call namun ketika harus bertemu secara langsung tentu saja akan berbeda rasanya, dan akhirnya penantian Fitri pun terbayar ketika ia melihat sosok orang yang tengah berdiri tidak jauh darinya itu yang ia kenali sebagai kekasihnya.

****

Namanya Hanif Syah, seorang pria berusia 29 tahun yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta di ibu kota, rupa Hanif rupanya jauh lebih tampan jika mereka bertemu lewat virtual. Hanif nampak tersenyum pada Fitri dan seketika hati Fitri langsung berbunga-bunga, sudah tampan, baik dan sopan lagi, siapa perempuan yang akan menolak jika ia akan dipersunting oleh pria ini.

“Kamu Fitri, ya?”

“Iya, aku Fitri.”

“Kamu lebih cantik kalau bertemu secara langsung, ya dibandingkan kita bertemu lewat video call.”

Fitri nampak tersipu malu dengan ucapan Hanif, mereka berdua kemudian mengobrol beberapa hal mulai dari kegiatan masing-masing hingga masalah keluarga mereka. Rupanya keluarga Hanif tidak tahu kalau dirinya pergi ke kota ini, Fitri pun terkejut dibuatnya ia pun lantas bertanya kenapa Hanif tidak memberikan kabar pada keluarganya dan jawaban pria itu adalah bahwa dia pergi tidak akan lama makanya dia tidak memberitahu keluarganya.

“Jadi besok kamu akan pulang, ya?”

“Tentu saja, lagi pula hari Senin kan aku harus masuk kerja.”

“Iya juga, ya? Jadi selama kamu di sini menginap di mana?”

“Di hotel dekat sini.”

****

Setelah puas berkeliling kota ini, Fitri mengantarkan Hanfi ke hotel tempat di mana pria ini akan menginap malam ini, Hanif sempat menggoda Fitri agar mau menginap dengannya malam ini namun Fitri menolak dan mengatakan bahwa ia tidak mau bermalam dengan pria yang belum menjadi suaminya.

“Aku pikir kamu akan tergoda namun sepertinya tidak, ya?”

“Hari sudah malam, aku pulang dulu, ya?”

“Hati-hati di jalan, terima kasih karena kamu sudah mau mengajakku berkeliling hari ini.”

“Sama-sama, sampai jumpa besok.”

Akhirnya Fitri pun pulang ke rumah dengan perasaan riang gembira, mimpinya untuk bertemu secara langsung dengan Hanif akhirnya bisa terlaksana dengan baik, namun karena berjalan dengan hati riang gembira akhirnya ketika menyebrang jalan Fitri menjadi tidak menengok ke kanan dan ke kiri, ia langsung saja menyebrang jalan karena jalan ini sepi. Namun tanpa ia duga sebuah mobil sedan melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan agak tinggi dan mobil itu nampak mengerem dan membunyikan klakson karena ada Fitri yang tengah menyebrang jalan, Fitri panik dan secepat mungkin ia berlari menjauhi mobil namun ia sempat terserempet bagian kanan mobil hingga membuatnya terjatuh membentur aspal.

“Aduh.”

Mobil itu berhenti dan kemudian seseorang turun dari dalam mobil itu dan menghampiri Fitri, gadis itu masih merintih kesakitan dan melihat ada sepasang sepatu di depannya, perlahan ia mengadahkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik sepasang sepatu ini.

****

Seorang pria tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi menyusuri jalan kota yang lumayan padat, ia sudah ada janji dengan seseorang malam ini dan ia tidak mau membuat orang itu menunggu, karena jalanan sedikit lebih padat dari biasanya, maka ia pun mencari jalur alternatif yang tidak banyak dilalui kendaraan dan bisa dengan cepat sampai ke tujuan, namun malangnya ia melihat ada seorang gadis tengah menyebrang jalan, sontak saja ia membunyikan klakson mobilnya, gadis itu terkejut dan berusaha menghindar namun rupanya ia terserempet mobilnya. Pria itu memberhentikan mobilnya dan turun dari kendaraannya itu seraya berjalan menuju sosok gadis yang tengah terjembab ke aspal jalanan itu.

“Caramu tidak akan mempan untuk memerasku, aku akan menelpon polisi sekarang juga.”

“Apa? Kok kamu malah menuduhku ingin memerasmu, sih? Justru harusnya aku yang marah karena kamu ceroboh karena membuatku terjembab ke aspal ini,” ujar gadis itu berang.

“Aku sudah hafal betul bagaimana pola orang-orang sepertimu, kalian ingin memeras pengendara mobil dengan berpura-pura menjadi korban tabrak lari, namun sayangnya kamu salah target saat ini, aku sudah menelpon polisi dan kamu akan ditangkap.”