JoyNovel

Lisons le monde

Ouvrir l'APP
Trapped Be Your Wife

Trapped Be Your Wife

Auteur:Brightwin

Fini

Introduction
Berawal dari rencana dan taktik yang dilakukan oleh seorang Noah Emerald Samudra untuk mendapatkan seorang perempuan pelayan bar yang dilihatnya malam itu, membuat Noah harus menjebak seorang pria dalam pusara utang akibat kalah judi dengan kaki tangannya. Pria itu adalah ayah dari perempuan yang diincar oleh Noah bernama Tsana Fiora Anjani. Tak ada pilihan lain bagi Arman untuk menyerahkan putrinya sebagai tebusan utang kepada Noah, jika ia tidak ingin masuk penjara atau mati babak belur oleh para kaki tangannya karena tak bisa membayar. Bukan tanpa alasan pula bagi Noah menginginkan Tsana, karena perempuan itu mampu menjadi objek penglihatannya dan masuk begitu saja ke dalam pikirannya. Sehingga Noah menyusun sebuah rencana untuk mendapatkan Tsana setelah para kaki tangannya mendapatkan informasi mengenai latar belakang keluarga Tsana.
Afficher tout▼
Chapitre

Seorang perempuan cantik dengan dress berwarna peach yang dikenakannya sampai ke lutut memamerkan betis putihnya yang mampu menyihir para tamu yang melihatnya takjub, terutama kaum pria. Bahkan dengan rambut panjangnya yang sengaja digerai begitu saja sampai ke punggung menambah rasa keanggunan dan ke-feminimannya. Wajahnya yang cantik nan mulus namun berbeda dengan kehidupannya yang tak semulus wajahnya. Pasalnya wanita itu bekerja sebagai pelayan di sebuah bar yang cukup terkenal di ibu kota.

Dialah Tsana Fiora Anjani, perempuan cantik berusia 26 tahun itu harus bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah bar terkenal. Bukan tanpa alasan mengapa Tsana mau saja bekerja di Bar yang notabene diisi oleh pria yang tak baik dan berpikiran kotor yang selalu menggodanya. Terutama karena wajah dan body yang dimiliki Tsana yang lebih cocok untuk menjadi seorang foto model dibanding pelayan bar. Namun, ia melakukannya karena kebutuhan dan tuntutan ekonomi ditambah dengan ayahnya yang selalu berjudi, sehingga meninggalkan banyak utang di mana-mana. Bukan lagi, ia memiliki tanggung jawab kepada sang adik yang masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tsana benar-benar menjadi tulang punggung keluarganya. Sebenarnya Tsana sudah muak dengan perilaku sang ayah yang menjadi-jadi dan tak pernah berubah. Berjudi, minum-minuman, berselingkuh, dan tak peduli kepada keluarganya. Tapi dirinya pun bisa apa selain menerima begitu saja perilakunya.

Ibunya telah meninggal dunia ketika Tsana masih menempuh pendidikannya di perguruan tinggi, bekerja paruh waktu bagi Tsana sudah menjadi makanan sehari-hari, sejak masih duduk di bangku SMA, Tsana memang sudah bekerja keras demi membantu ibunya. Karena sang ayah yang sudah lepas tangan untuk menafkahi keluarganya.

Dua bulan bekerja di sebuah bar dan menjadi foto model untuk produk-produk skin care yang menerima jasanya, membuat Tsana semakin dikenal banyak orang karena parasnya yang cantik nan natural bak aktris Korea. Bahkan, tak sedikit para pengunjung pria yang menginginkan dirinya untuk menemani atau melakukan hal-hal lain di sebuah hotel, termasuk menjadi wanita simpanannya, dan yang lebih mengejutkan lagi jika ada seorang pengusaha kaya memintanya untuk menjadi istri kedua. Tentu saja Tsana tak menggubris dan langsung menolak secara tegas dengan tawaran tersebut, karena Tsana bukanlah wanita yang melihat pria dari kekayaan yang dimilikinya, melainkan dari hati dan bisa menerima dirinya apa adanya yang tak melihat dari latar belakang dan pekerjaan yang dilakoninya.

Walaupun Tsana bekerja di bar yang selalu dipandang negatif oleh kebanyakan orang dan dianggap wanita yang tidak baik, namun sampai sekarang dirinya masih berusaha untuk melindungi diri dan harta berharganya dari para pria yang selalu menggodanya. Tsana benar-benar muak dengan gombalan yang dilontarkan kepadanya ketika para pengunjung pria masuk ke dalam bar. Ingin sekali dirinya resign dari tempat ini, namun dirinya masih sangat membutuhkan uang untuk biaya kuliah adiknya. Karena gaji yang diterimanya memang cukup besar.

Selain bekerja di sebuah bar, Tsana pun bekerja sebagai foto model untuk sebuah produk-produk skincare. Ini semua berkat parasnya yang rupawan, sehingga ada beberapa brand dari sebuah produk yang menginginkan Tsana sebagai foto model dari produknya. Perempuan itu risih jika ada pria yang menggodanya secara terang-terangan, ditambah dengan pakaian yang dikenakannya yang harus mengikuti aturan tempat dirinya bekerja. Walaupun tidak terlalu terbuka, namun tetap saja jika dirinya harus memamerkan kedua lengan bahu dan kaki betisnya yang putih dan mulus sehingga terlihat oleh banyak pria.

“Rose Wine satu botol.” Terdengar salah satu tamu pria yang memesan satu botol rose wine kepadanya.

Dengan sigap Tsana segera mengambilkan pesanannya dan berjalan ke arah kursi sang tamu yang memesannya tadi.

Perempuan itu berusaha untuk bersikap ramah dan terus tersenyum, walaupun di dalam hatinya ia begitu mengutuk dengan pekerjaannya ini.

“Ini Tuan, pesanan anda,” ucap Tsana yang bersikap ramah dan menyimpan botol minuman beserta gelas kecilnya ke atas meja dengan hati-hati. Sedangkan pria yang memesan minuman tersebut hanya menatap Tsana dengan tatapan penuh nafsu, sembari memainkan bibirnya yang terlihat jelas oleh Tsana. Bahkan tatapannya secara perlahan turun memperhatikan penampilan Tsana, dengan kulit tubuhnya yang putih tanpa ada celah sedikit pun.

Tsana begitu risih saat ditatap seperti itu. Ia berusaha untuk menarik rompi dres-Nya yang turun tadi sehingga memamerkan lengan bahunya. Namun, gerakan tangannya langsung dicekal oleh tamu tadi membuat Tsana menghentikannya sebentar.

“Jangan lakukan, kau begitu terlihat cantik sempurna dengan penampilanmu tadi,” ucap pria itu dengan posisi tangan yang masih mencekal pergelangan tangan Tsana.

Tsana segera menarik tangannya dari cekalan pria itu, merasa tidak suka dengan yang dilakukan oleh tamunya yang cukup berani menyentuhnya. Dengan cepat Tsana pun ingin segera pergi.

“Selamat menikmati minumannya, Tuan,” ucap Tsana sedikit ketus dan akan membalikkan tubuhnya. Namun, dengan cepat tangannya dicekal untuk kedua kalinya lagi oleh pria itu, sebagai tanda agar Tsana tak boleh pergi.

Tentu saja hal itu membuat Tsana tersontak dan langsung melepaskan tangan si pria itu.

“Kenapa buru-buru, padahal aku ingin sekali berbicara dengan anda, Nona Tsana. Bahkan Nona Tsana pun belum memasukkan minumannya ke dalam gelas,” ucap pria itu dengan penuh godaan dan beranjak bangun berdiri.

Tsana yang mendengarnya hanya dibuat jijik, bahkan ketika pria itu memainkan bibirnya untuk menggoda Tsana.

“Temani aku, berapapun yang kau inginkan, aku akan memberikannya asalkan kau temani aku malam ini,” pinta pria itu yang menyentuh bahu putih Tsana dengan berani.

“Jangan kurang aja, yah!” seru Tsana yang langsung menghempaskan tangan pria itu di lengan bahunya.

“Anda pikir siapa anda ini berani menyentuh saya!” gertak Tsana yang memelototkan kedua matanya, merasa tidak sudi disentuh begitu saja. Tsana pun mengusap lengan bahunya yang sempat disentuh oleh pria itu.

Pria itu tersenyum bahagia melihat kemarahan dari Tsana, bahkan menurutnya melihat Tsana dalam keadaan marah seperti itu wajah cantiknya naik tiga kali lipat. Dan tentu saja kejadian ini menjadi tontonan bagi para tamu yang hadir. Tak terkecuali bagi seorang pria berjas hitam rapi yang sedang menikmati minumannya dengan seorang pria yang diduga adalah kaki tangan pria itu yang sedang duduk. Tatapan pria itu begitu tajam mengarah ke arah Tsana dengan tamu pria yang telah berani melecehkannya.

“Jangan sok jual mahal, aku tahu kalau kau sangay melayaniku malam ini. Aku akan membedakan setiap harga anggota tubuhmu yang kau inginkan, Nona Tsana. Dari mulai bibir, sentuhan biasa atau sampai sentuha luar biasa,” balasnya sembari tersenyum bahagia.

“100, 200, 300, 500 juta atau 1 milyar. Katakan saja, Nona Tsana. Berapapun yang kau mau, aku akan memberikannya. Aku tak akan rugi memberikannya jika kau benar-benar melayaniku dengan baik,” ucap pria itu yang tanpa bersalah telah melecehkan Tsana dan etap kekeh menginginkannya. Bahkan dengan berani kembali pria itu menyentuh dagu Tsana.

Tsana tidak sudi disentuh oleh pria brengsek sepertinya, dan mengelap dagunya merasa jijik.

“Jangan pernah berhayal untuk mendapatkan tubuhku ini, Tuan. Berapapun bayaran yang anda berikan kepada saya. Walaupun anda adalah pria kaya atau pria paling tampan sekalipun, aku tidak akan pernah memberikan tubuhku kepada pria brengsek seperti anda!” tegas Tsana dengan deru napas yang menggebu-gebu, karena menahan amarahnya atas perlakuan yang tak mengenakkan dari tamunya ini.

“Plakk ...”

Satu tamparan keras mendarat dengan mulus di pipi kiri Tsana, yang dilakukan langsung oleh pemilik dari bar tempat dirinya bekerja. Tentu saja hal itu membuat Tsana terus memegangi pipinya yang begitu sakit dan perih. Sedangkan tamu yang sudah melecehkannya hanya dibuat terpukau oleh yang dilakukan Marissa.

Tsana menoleh ke arah Marisa, terlihat bos nya itu menatap Tsana dengan tatapan geram akibat ulahnya kepada tamu yang tak lain adalah temannya sendiri.

Pria yang sedang duduk dengan jarak sedikit jauh dengan Tsana pun menyimpan gelas minumannya ke atas meja kaca, dengan kedua bola matanya yang terus memperhatikan Tsana tanpa beralih sedikit pun ke arah lain, setelah wanita itu ditampar oleh si pemilik bar dengan keras. Pria itu tak menampik dengan pelayan wanita itu memang begitu cantik, bahkan wajahnya benar-benar mampu membuatnya ingin lebih mengenal sosok Tsana. Namun sekarang pipi wanita itu sudah memerah bekas tamparan tadi.

“Kenapa Nyonya Marisa menamparku?” tanya Tsana sedikit bergetar dan berusaha menahan agar air matanya tidak keluar. Merasa sakit akibat tamparan keras dari Melisa, dan merasa malu karena menjadi tontonan bagi para pengunjung bar.

“Kau memang pantas untuk ditampar, Tsana. Karena sikapmu sudah tak baik kepada tamu istimewa kali ini. Apa kau pikir aku memberimu pekerjaan di bar ini untuk membuat malu dan bersikap kurang ajar kepada tamu!” gertak Marissa dengan memelototkan kedua bola matanya.

“Tapi, pria ini sudah melecehkanku, Nyonya,” Tsana masih tetap menjawab.

“Jangan sok suci, Tsana. Beliau hanya menyentuh lengan bahumu saja, tapi kau yang terlalu menanggapinya secara berlebihan.”

“Kau cari tahu perempuan itu, El?” titah Noah yang melirikkan matanya kepada pria yang sedang duduk di sebelahnya. Namanya El, pria yang diyakini adalah kaki tangan sekaligus sekretarisnya.

El tidak mengerti dengan maksud perintah Noah. “Maksud Tuan Noah, pelayan itu yang sekarang menjadi objek penglihatan para tamu di bar ini?” tanya Noah kembali.

“Hem,” jawab Noah dengan suaranya.

“Tapi untuk apa, Tuan?” tanya El dengan wajah bingungnya.

“Sepertinya aku tertarik padanya, El. Dan aku tidak suka jika pria brengsek itu terus menggodanya. Jadi lakukanlah perintahku, cari latar belakang keluarganya dan langsung beritahukan padaku. Karena aku memiliki rencana untuk mendapatkan gadis itu,” sahut Noah yang menjelaskan kepada El.

To be continued...

Untuk Spoiler & Visual Cast bisa check di Highlight Instagramku : @Hanzaade11-Brightwin