JoyNovel

Lisons le monde

Ouvrir l'APP
TERJERAT KAISAR IBLIS

TERJERAT KAISAR IBLIS

Auteur:Nienol

Mise à jour de

Introduction
Liu Yifen seorang nona dari anak kolomerat. Ia terbunuh oleh kawanan musuh dari binis ayahnya. Rohnya mengalami perpindahan waktu. Di lintasan waktu Liu Yifen di pertemukan dengan seorang Dewi. Ia mendapatkan tawaran yang begitu menarik untuk kehidupan selanjutnya. Roh Liu Yifen bersemayam di tubuh seorang Putri Meigmei, saudara kembar Putri Jia Lia calon selir Kaisar Weineng. Sebuah skandal terjadi membuat Putri Meigmei menggantikan posisi saudara kembarnya. Dengan mimik wajah gusar, Putri Meigmei berujar,"Bukan aku yang mencari masalah tetapi masalah yang datang mencariku." Seraya menghela napas lalu menepuk dahinya pelan.
Afficher tout▼
Chapitre

Tim Sniper yang sudah dipersiapkan oleh sang otak konspirasi berkumpul di ruang kerja komandan operasi untuk melakukankan koordinasi.

Ruang ukuran 4x5 m itu jendelanya tertutup rapat dan pintu dikunci.

Pendingin ruangan menyalah pada suhu terdingin. Lima kursi chitose ditata berbentuk leter 'L' mengikuti sudut ruangan.

Mereka semua berpakaian preman.

Senjata api disembunyikan di balik baju. Mereka hendak diberi arahan oleh Komandan Operasi, seperti dalam film-film dektetif barat, The Hunter, film yang sangat lawas.

Telepon genggamnya berdering. Ia memberi isyarat untuk menunda briefing.

"Maaf, sebenarnya saya terima telepon dulu." Ia mendapatkan telepon dari atasnnya.

"Siang, Ndan," sapa seorang lelaki pelan dan tegas.Ia mendekat jendela dan memelankan suaranya.

"Siang! Bagaimana perkembangannya?" tanya komandon terlihat raut mukanya yang tegas.

"Siap! Empat orang, Ndan." Kobra 1 menjawab.

Komandon mengangguk pelan.

"Bagaimana rencananya? Oh iya, nggak usah dijawab. Nanti saja temui saya setelah pengarahan," ujarnya seraya mengibas tangannya ke atas udara.

"Siap, Ndan! Mohon izin untuk arahan singkat." Kobra 1 kembali berujar.

Sela-sela Komandan menelpon, tampak ia menyambut perkataan Kobra 1 dengan angguk-angguk.

"Baik. Ingat...! Lakukan serapi mungkin. Jangan ada celah," sahutnya seraya melirik Kobra 1.

"Siap, Ndan!" Kobra1 menyahut dan memberi hormat.

"Bagus." Bibirnya melengkung ke atas membentuk senyuman lebar.

Setelah telepon dimatikan, komando operasi mulai mem-btiefing para anggota. Ia beranjak mendekati white board.

Tangannya memengan board marker untuk memaparkan rencana dan memberi penjelasan.

Ilustrasi eksekusi ia gambar dan jelaskan kepada anak buahnya, di mana mereka harus berada dan di mana posisi target.

"Saudara-saudara, misi kali ini misi besar. Tugas saudara berkaitan dengan keamanan sebuah perusahaan."

Ia menjeda perkataannya.

"Jangan sampai misi ini gagal. Kalau gagal, nyawa saudara taruhannya." Matanya melipir keempat sniper yang ada di hadapannya.

Keempat sniper yang hendak menjalankan tugas nyaris tak bernapas, mendengar dengan seksama.

Tak berkedip mereka mendengar penjelasan yang dipaparkan dengan cukup gamblang.

Kobra 2 mengepalkan tangannya yang banjir keringat. "Semoga, tuhan melindungiku!" batinnya.

"Astaga!" Kobra 1 kaget.

"Ya, tuhan!" gumam Kobra 2.

Dengan menyeringai lebar, Kobra 4 berkata, "Menarik!"

Sang komandon selanjutnya menjabarkan pembagian tugas kepada mereka. Dua orang menggunakan sepeda motor dan dua orang lainnya menggunakan mobil.

Dua sniper yang menggunakan sepede motor bertugas sebagai eksekutor yang bersepeda motor gagal menjalakan tugas atau mendapat masalah. Kedua sniper ini yang mengamankan eksekutor dan melanjutkan aksinya.

"Saudara-saudara. Target kita adalah nona Liu Yifen. Nggak boleh meleset. Misi harus berhasil. Sekian dulu, briefing kali ini," paparnya.

Komandon menghela napas pelan.

"Kita tunggu informasi detailnya, nanti saudara-saudara saya panggil kembali," lanjutnya tegas.

Komandan operasi mengakhiri pengarahannya.