JoyNovel

Lisons le monde

Ouvrir l'APP
Aku Masih Ingin  Sendiri

Aku Masih Ingin Sendiri

Auteur:Pelangi Sehabis Hujan

Fini

Introduction
Perjalanan pulang dari mendaki gunung mereka. Melihat hamparan luas terbengkalai dan tak terawat. Mereka berenam yang layaknya 3 pasangan serasi berandai andai.. Menghayal seandainya tanah seluas ini menjadi milik mereka. Didapatkan info dari beberapa orang yang lewat membawa sapi kerbaunya untuk dimandikan di sungai didekat sana. Bahwa... ... Tanah, milik satu keluarga yang bersengketa dan  dijual namun belum laku-laku. Menurut cerita yang beredar tanah itu tanah kutukan, bila menjadi rebutan. Tanah tak akan membuakan hhasil bahkan menjadi gersang. Bila dijual akan membawa sial biarpemilik barunya. . Lia adalah panggilan dari, Maurin aulia Rany. Tercantik, lincah humoris, penampilan feminim. Tingkah sedikit tomboy. Klaudy Rara atmadja. ceriah, manja, Mandiri, idenya selalu cemerlang. Loyal baik hati. Namun kritis. dipanggil RARA Si hitam berambut kriwil CAROLINA, ketawanya renyah. Dada sedikit rata. Bodinya langsing semampai, tinggi, selalu memakai jins. Pengagum parfum mahal. Paling sering menjadi perhatian dan banyak lelaki jatuh cinta padanya. dipanggingil dengan OLIEN NICOLAS. Penampilan flexsibel tergantung mut. Ramah, tidak banyak tingkah. NICO adalh nama panggilannya, Jhohan Panantha. Modis atlitis. Bergaya rambut acak-acakan. Penolong. dipangginya NATHA Dirga. Idenya selalu berbau tantangan. Ceroboh, tak mudah Menyerah. Dipanggil DIRGA Enam sekawan ini semuanya jenius, dan gak pernah perhitungan dalam hal materi.
Afficher tout▼
Chapitre

Perjalanan pulang dari mendaki gunung mereka. Melihat hamparan luas terbengkalai dan tak terawat.

Mereka berenam yang layaknya 3 pasangan serasi berandai andai..

Menghayal seandainya tanah seluas ini menjadi milik mereka.

Didapatkan info dari beberapa orang yang lewat membawa sapi kerbaunya untuk dimandikan di sungai didekat sana. Bahwa... ... Tanah, milik satu keluarga yang bersengketa dan  dijual namun belum laku-laku. Menurut cerita yang beredar tanah itu tanah kutukan, bila menjadi rebutan. Tanah tak akan membuahkan hasil bahkan menjadi gersang. Bila dijual akan membawa sial pemilik barunya.

_____________________________

Perjalanan pulang usai camping selama beberapa hari itu, membuat mereka sedikit kelelahan. Jalan tanjakan berbukit, melalui lembah ngarai. Lewati pepohonan rindang, diiringi tarian dahan tertiup angin jalang. Kicau burung liar yang belum tersentuh manusia-manusia serakah penjarah satwa. Terdengar merdu kicauannya bersaut sautan ditambah Guyonan enam anak manusia yang tak pernah kehabisan kata candaan mereka.

"Tuh tempat bagus buat rehat ". Kata Nicolas dalam hati. Lalu berlari mendahului yang lain, dilemparkannya carrier yang ada dipunggunya. Lalu membaringkan tubuh di rerumputan.

Melihat Nicolas, Carolina pun mengikuti jejaknya, dan membaringkan kepala di perut Nico.

" Ups.. Tatit tantik item imut manja". Teriak Nico. Namun Olin, panggilan Carolina tak digubrisnya dan tetap memejamkan mata sambil meringis.

Disusul kemudian oleh Lia, panggilan Maurin aulia Rany. Si cantik sang primadona, tapi gak ada yang berani jatuh cinta padanya, Karena begitu mendekatinya dia selalu berkata " Awas berani jatuh cinta padaku besar resikonya"

Tak mau kalah Lia, ia merebahkan kepalanya di kaki, paha mendekati perut. Nico. Bersebelahan dengan Lia.

"Awas si kakak bangun".

Ketiga anak manusia itu ketawa ngakak.

" Berani gerak si kakak tak iket karet". Jawab Lia.

Teman sejati sejak di bangku SMP hingga kini, mereka selalu bersama.. Masing-masing pernah menjalin cinta. Namun semua pernah mengalami putus. Nyambung. Tapi enam. Sekawan ini tak pernah mencampur adukkan dengan malasah pribadi, kecuali ada yang minta pendapat

"Salah satu sini sama Kakak pertama ". Kata Dirga. Sambil meletakkan Carrier di sandarkan di bawah pohon.

" Ya sudah dedek ayu, sama kakak kedua ajjjjja ya tayang". Disautnya tangan Rara sambil memandangnya.

lumayan lama Enam Sekawan ini rehat. Saat beberapa penduduk melintas, nampaknya ingin memandikan kerbau, sapinya tidak jauh dari mereka rehat.

"Pak, ma'af numpang tanya, pemilik lahan ini dimana ya, kami pengen numpang istirahat nanti malam di sini mendirikan tenda". Tanya Lia, pada seorang yang sedang mengikatkan sapi pada kayu kering tak jauh dari situ.

" Istirahat di bale desa saja neng disini dingin banget kalau malem. Kalau rumah pemilik tanah ini banyak neng tapi satu saudara. Yang paling dekat dari sini yah depan balai desa. Tapi kalo neng mau istirahat di sini mendirikan tenda langsung saja gak bakalan ada yang marah... Lagian tanah ini mau dijual semua tapi gak laku-laku saking luasnya". Jawab penduduk desa itu.

"O iya terimakasih pak informasinya".

" Iya neng sama-sama... Kalau ada waktu mampir ke rumah neng bisa ngopi dan bakar jagung di rumah kebetulan samping rumah ada tanaman jagung masih muda tapi siap dibakar.. Itu yang sebelah timur kelihatan atapnya.. ".

'Iya nanti ke san minta air buat masak".

" Kalau cuma air sih neng.. Itu disana.. dipinggir sungai itu ada sendang tempat mandi dan sebelahnya ada pancuran sumber air tempat kami mengambil air untuk kebutuhan masak ".

" Aduh.. terimakasih banyak  pak infonya".

Tak membutuhkan waktu banyak, dua tenda selesai dipasang.

Jalan setapak menuju sungai, kiri-kanannya penuh dengan pohon bunga liar, saat itu yang terlihat dominan berbunga warna-warti orang daerah sana menyebut itu dengan bunga "telekan", atau disebut juga Lantana.. Bunganya tidak harum tapi memiliki beragam warna, kuning podang, pink muda, pink tua, merah darah, ungu dan bahkan ada kombinasi warna.

"Tau gak itu  bunga kuning yang kayak bunga matahari itu... ". Tanya Lia

Nico berlari dan memetiknya beberapa kuntum, bermaksud diberikan ke Lia, kemudian diciumnya.

" Siaaaalan.. tampak indah baunya menyengat bingit". Dibuangnya bunga itu lalu tertawa.

" Itu namanya Tanaman daun insulin atau daun bunga PAITAN    Bahasa kerennya Tithonia diversifolia.. merupakan species tanaman berbunga dari famili Asteraceae katanya kalau di luar negeri disebut sebagai mexican sunflower, japanese sunflower, tree marigold, nitobe chrysanthemum, atau mexican tournesol.  Konon katanya Tanaman ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah.. Gak tau siapa yang membawa bibit sampai ke desa ini? ". Jelas Lia.

" Ah.. Sok tau dikau.. Hahahaha ayo buruan kita main air sungai". .. Berenam lari kayak bocil yang liat genangan air buru-buru dibuat mainan.

Sela.

"Ini neng Jagung bisa dibakar nanti malem. Manis kok".

" Waduh banyak bamget pak.. Tapi dimana kami beli kayu buat bakar jagungnya..?".

"Ya sebentar anak saya yg bawa kayu bakarnya.. itu masih di belakang ".

Melihat seorang anak memikul kayu bakar,  Dirga langsung beranjak dan lari .

" Sini dek, biar kakak yang bawa".

"Gak usah mas.. Saya sudah biasa bawa kayu bakar apalagi cuman segini"

Dirga cuman bisa memandangi dan berkata dalam hari ; "Waduh kayu segitu banyak dibilang cuman segini.?! "

Diikutinya anak itu dibelakangnya. Sambil geleng-geleng kepala.

"Kehadiran kami, jadi merepotkan ya..?! "

Sambil mencoba memikul kayu bakar yang dikirim penduduk desa setempat. Ternyata, yang bergerak cuman pikulannya saja, sedangkan kayu bakarnya tak beringsut sejengkal pun.

Mereka berlima cekikikan sambil ngeledek Dirga.

"Adik kurang gizi.. Jadi nanti banyak-banyak makan jagung yang kakak bakar sebentar lagi. ". Kata Olin. Panggilan Carolina.

Semua pada ketawa ngakak, sedang bapak  yang nganter jagung bersama anaknya  hanya tersenyum.  Dibantunya menata kayu kemudian  menyalakan api, dan berpesan.

"Nanti saat bakar jagung jangan sampai apinya terlalu besar.. tapi jangan sampai mati juga.. Biar segini saja bara apinya, ya sudah saya pamit dulu selamat bersenang-senang".

Sambil mengilas-kipas biar api gak sampai mati, Dirga berkata :

" Aaaaah kebetulan aku baru perjalan jauh, lagian laper belum makan jadi wajarlah kalo bawa kayu walaupun cuman segini gak berhasil ngangkat". Kata Dirga.

"Adik... ".

" Adiiiiiiik.... "

"Adiiiiiiiiik,, coba liatin kakakmu yang tercantik dan sudah selesai mandi di kali bareng sapi tadi". Karena sapanya gak digubris, ditiupnya telinga Dirga perlahan, sambil telunjuknya diacungkan di pipi Dirga.

"Aduh.. ". Keluh Dirga saat pipinya ketusuk jari saat menoleh.

"Makanya kalau dipanggil kakak harus cepet direspon ". Canda mereka berdua. Sedang keempat teman yang  lain sibuk dengan tugas masing-masing.

Sore itu memang belum cukup dingin, lagi pula didepan mereka ada nyala api.

Sambil menikmati jagung bakar dan bercanda, yang pasti enam sekawan ini gak pernah kehabisan bahan ocehan mereka.

" Coba kalian jujur menjawab pertanyaan kakak.. ". Tanya Dirga.

" Seandainya kakak berikan tanah ini sebagian saja... Akan kalian kemanakan".

"Adik Dirga yang imut.. Darimana adik dapatkan tanah ini, sehingga adik bagi-bagikan..? "..

" Aiiiiis jawab dulu pertanyaan kakak. "

"Lha semua kok jadi kakak semua, lalu adiknya capaaaa..? ". Hahahahaha..

" ya sudah Rara yang jadi adik dah tambah enak.. Rara punya banyak kakak, jadi  bisa manja dan dimanja terus". Sejenak dia berhenti, menggigit jagung yang masih panas kemudian melanjutkan.

"Kalau adik dapat bagian tanah ini, adik bikin villa yang banyak kamarnya, ada kolam renang yang dalamnya 5mtr. Supaya bisa pake renang sekaligus buat pelihara ikan, jadi kalau para kakak  lagi kepuncak gunung, bisa nginep di rumah adik, walaupun  habis mendaki gunung Himalaya". Katanya sambil tersenyum kemudian menggigit jagung bakar yang tersisa.

" Okey.. Kakak catat di buku harian kakak..Kalau kamu Lia Cantik, imut dan baik hati. ". Tanya Dirga.

" Kalau Olin... Tak bangun gedong Anti peluru, untuk panti jompo.. Biar penghuninya merasa nyaman "

"Eeeeeeeee... Lha wong yang ditanya Lia.. Kok bu Dosen yang jawab"..

Kelakar mereka berenam hingga larut malem, dan sesekali terdengar lolongan anjing panjaaaang. Mirip lolongan serigala. 

"Kalau menurut kepercayaan sebagian masyarakat pinggiran kota, lolongan anjing yang panjang pertanda ada mahkluk halus sedang lewat, atau mungkin sedang mengadakan pertemuan penting. Tapi sebagian mengatakan bahwa dinginnya  malam yang kelewatan membuat anjing pengen kawin tapi gak ada lawan makanya dia bete". Kata  Rara.

Walau gak ada yang kantuk satupun. Mereka sepakat untuk ngombong, agar perjalanan esok hari menuju tempat parkir mobil dimana mereka menitipkan mobilnya pada penduduk desa.

______

"Sudah jual saja villamu !! daripada mencelakakan dirimu.. Tuh ikan piranha sudah papa tembak siap digoreng daripada nanti gigit kamu lagi saat berenang dan sekaran kolam renangnya sudah papa ganti dengan bibit ikan lele.. Nanti kalau sudah penen bagikan kesemua penduduk desa".

Sambil kesakitan Rara pingin protes, tapi satupun kata gak bisa terucap seperti ada yang membungkam mulutnya.

Sambil jalan tertatih kakinya penuh darah, Rara menuju halaman depan, seluruh taman indah yang dibangun dari uang pinjaman di bank dan seluruh tabungan yang dikumpulkan, kini dirubah menjadi kebun jagung, oleh papanya, dan seluruh kamar diisi tukang  petani. Villa kini dikelilingi mangga penuh buah, dan tak terlihat selembar daun-daun, bahkan mangga yang sudah matang berserakan kemana-mana.

Melihat semua itu, Rara berlari marah kepada papanya dan berteriak memanggil papanya, namun tak mampu ia lakukan. Rara terus berusaha untuk teriak sekuat tenaga.... Dan...  Saat membuka mata..

Didapati semua temen-temen sudah pada siap-siap, bahkan satu tenda sudah selesai dikemasi. Hanya tinggal tenda yang ditempatinya.

"Iiiiiiiiiiiiiiiih, anak papa sudah bangun? .... Gak ngompol kan... Sini papa liat". Canda Dirga.

" Kampreeeet... ". Katanya lirih.

Segera bergegas, mengambil handuk lalu pergi ke sendang.

" Ikuuuuuuuut.. ". Teriak Lia

"Aku jugaaaaaa.. *. Saut Olien.

Mereka bertiga pergi menuju sendang. Diceritakan mimpi hingga dia terbangin tadi

Mereka bertiga ketawa cekikikan.

" Ini.. Pertanda baik,". Kata Lia.

"Baik apanya...... ". Saut Rara.

" Akhirnya kita sampai juga di rumah". Kata Natha, panggilan Jhohan Pranatha.

"Wil kriwil, ntar anter papa ke kampus, ambil mobilku tak tinggal di sana.

" Enak ajjjjjja, bawa sendiri niich mobil!! "

"Terus mobilku yang di kampus diiket di mobil ini lalu ditarik githzu..?!"

"Iya juga.. Okey... Tunggu sebentar Mama tak tidur dulu besok pagi tak anter... Tetap berdiri di situ jangan kemana-mana".". Pesan Olien.

Garasi mobil di rumah Olien memang luas.. Hingga setiap acara keluar mereka menitipkan mobil di rumah Olien.

Kamar tidur dan ruang belajar Olien memang jadi satu, tapi ukurannya luas  3,5x7m.  Banyak terdapat tamanan hias  yang tidak membutuhkan sinar matahari di pot-pot mini di letakkan diberbagai rak yang menempel di dinding dan masing-masing dinding ruangan memiliki warna yang berbeda.

Olien mengeluarkan kamera teman setia kemanapun dia refreshing selalu menemaninya.

Seperti bisa, dia menyimpan dokumen foto-foto di komputer di meja belajarnya.

Sembari membuka surel di laptop barangkali ada sesuatu yang penting.

Sementara itu, di rumah Lia.

Papa. Lia berbaring disampingnya.

"Non gimana perjalananmu kemarin asik? ".

" Selalu.. Pa.. Heeeeem Pa sendiri gimana.. Ada sesuatu yang menarik buat bahan meninabobokan Lia.?! ".

" Selalu ada banyak pilihan. Emang Lia mo bobo.?! ".

Sejak kecil anak sematawayangnya  yang terlahir dan diberi nama  Maurin aulia Rany ini, memang gak bisa lepas sama papa, apalagi semenjak  kepergian mamanya, seluruh perhatian dan Kasih sayang papa seluruhnya  bahkan sisa hidupnya buat dia.

"Seminggu yang lalu.... ".

" Waduh yang baru donk Pa..!, seminggu dah basi.. ". Potong Lia.

Diciumnya kening anak cantik kesayangan papa.

"Dengar... Ini job besar, Temen papa developer bonavide nyari tanah minimal 50ha. Rencana mo bangun kawasan elit... Papa suruh nyari info.. ".

" Ngantuk pa..... ". Bisik Lia.

Dilihatnya anak semata wayang itu terlelap. " Nampaknya dia lelah".pikirnya diselimuti, kemudian perlahan pergi.

Selang beberapa waktu kemudian. Lia meloncat, yang membuat Pak Vian terkejut, melompat menghampiri Lia.

"Ada apa tayank..?!". Diambilnya air putih lalu diberikan kepada Lia.

" Minum dulu, baru ceritain ke papa".

Diteguknya air :

"Tadi papa bilang apa..? ".

" Yang mana..? ".

" Tadi itu, waktu Lia kebobo'an tadi.. ".

Dipikirnya sejenak, ..

" Oooooo.. Itu..!!!... Itu yang mana..? ".

Canda pak Vian.

" Iiiiiiiii,  papa mulai lagi... Ntar Lia camping lagi dach".

"Iya.. Iya.. Iya.. Pasti tentang kabar gembira itu kan..?! ". Jawab pak Vian.

" Naaaaaaaaaaaaaaaah... Ituuuuuu..!!! ".

" Ada pa... Besok tak info.. ". Lanjutnya.

" Pa... Hp Lia dimana ya?". Tanya Lia sambil tersenyum.

"Heeeem gaya lamaaaa, bilang aza minta tolong.. Bereskan kan kan? ".

" Hehehehehehe, tau ajjjjjjjja.. Papa, Lia jadi maluuuuuuuu.. "

"Niiiiih... ". Kata papa sambil tersenyum.

" Kaci pa.. ".

Diteleponnya enam sekawan.

" Malam ini kumpul di rumah.. bawa makanan kesukaan GPL". Telpon kesemua anggota geng.

"Bikin penasaran Saja anak papa satu ini, sebenarnya info apa yang bakal diberikan anak papa ?". Pikirnya.

___________Bersambung.