JoyNovel

Lisons le monde

Ouvrir l'APP
Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda

Auteur:Rena Karisma

Fini

Introduction
Pernah berpisah selama 7 tahun, akhirnya Vita bertemu kembali dengan cinta masa lalunya, Dave. Siapa yang mengira jika sang mantan kekasih tiba-tiba kembali dengan status sebagai seorang CEO perusahaan besar, dan mengganti namanya menjadi Chakra Vanofa. Awalnya Vita senang, tapi ternyata sikap Chakra yang awalnya hangat dan penuh cinta, berubah jadi dingin. Hal itu membuat Vita merasa sedih, tapi tidak membuatnya patah semangat untuk mengejar cinta kekasihnya kembali. Seperti apa kisah cinta antara CEO perusahaan besar terkaya dengan seorang penjual katering makanan kantornya? Bagaimana cara Vita mengembalikan rasa cinta Chakra agar bisa kembali padanya?
Afficher tout▼
Chapitre

Dari kejauhan, terlihat seorang pria tampan keluar dari bandara bersama beberapa orang pengawal di belakangnya yang mengikuti langkah kakinya saat itu. Wajah tampan, kaya raya, maskulin, memiliki daya tarik yang membuat semua wanita di bandara terpesona melihatnya.

Namun pria itu tidak sama sekali perduli dengan keadaan sekitarnya saat itu. Dia hanya sedang fokus menatap sebuah foto wanita di ponsel yang dipegangnya. Wajah cantik seorang wanita, berpakaian SMA, dan terlihat imut dengan rambut yang dikucir dengan poni menutupi keningnya.

"Aku kembali Vita, sambutlah aku!" ucap pria itu sambil tersenyum senang pada foto yang ada di tangannya. Pria itu tersenyum. Dia terlihat bangga, menatap wajah sang kekasih hati, yang sudah lama dia rindukan itu. Dia terus berjalan pergi, dan tak melepaskan pandangan matanya sedikitpun dari ponsel yang dia pegang.

Pria itu bersama tiga pengawalnya berjalan menuju parkiran mobil. Di mana di sana, terlihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan mereka. Dengan segera, salah satu pengawal membuka pintu mobil untuk tuannya. Mereka begitu cekatan, dan memberikan pelayanan terbaik untuk tuannya.

"Tuan Chakra, silahkan masuk!" ucap pengawal bernama Roky.

"HM..."

Pria itu langsung masuk ke dalam mobilnya, dia masih memasang wajah datar sambil menatap ponselnya. Hingga mobil itu berhenti di sebuah apartemen mewah dengan gedung tinggi di pusat kota. Saat keluar dari mobil dan masuk menuju apartemen miliknya, Chakra menjadi pusat perhatian seluruh orang di sana.

Semua karyawan dan staf menyambutnya dengan penuh antusias. Para wanita menatap takjub pada pria tampan yang berjalan di hadapan mereka, dengan kemeja kantor yang terlihat begitu berwibawa. Dia tak menampakkan keramahan, malah terkesan arogan. Namun para wanita malah terlihat semakin antusias, bahkan ada yang sengaja datang mendekat ke arah Chakra. Wajah Cakra terlihat berkerut, menatap tidak suka pada wanita yang ada di hadapannya itu. Merasa diganggu, dan tidak terima dengan hal yang mengganggunya saat itu. Cakra melirik ke arah para pengawalnya, meminta mereka untuk menyingkirkan wanita itu dari hadapannya.

"Tuan, bisakah aku membantumu? Apa kau mau memesan kamar di hotel ini? Aku akan berikan diskon kalau Anda mau menemani aku malam ini. Hanya satu malam, maka aku akan berikan potongan 50% untuk kamu. Bagaimana?" ucap seorang wanita tersenyum ramah, terlihat genit dan menggoda.

"Minggir!" ucap Chakra dengan nada tidak ramah, seakan ingin menyingkirkan wanita pengganggu yang tengah mengganggu jalannya itu.

"Tuan, jangan galak begitu! Saya hanya berniat membantumu. Biarkan saya menunjukkan ketulusan saya pada Anda! Anda lihatlah, saya ini wanita yang tulus, dan baik. Bisakah kita lanjutkan perkenalkan kita langsung ke kamar hotel pesananmu?" ucap wanita itu sambil mendekatkan wajahnya ke arah Chakra. Terlihat tangan wanita itu mengarahkan taman Chakra ke dadanya, seakan sudah memanas dan ingin melakukan hal tidak senonoh dengannya.

"Minggir, apa kau tidak dengar?" teriak Chakra dengan wajah kesal.

Ketiga pengawal segera menahan wanita itu, agar tidak mengganggu Tuan muda mereka. Setelah merasa aman, Chakra kembali berjalan menuju arah pintu lift khusus. Semua mata semakin menatap takjub ke arahnya, bahkan mereka baru menyadari jika pria itu adalah Chakra Vanofa, pemilik apartemen itu.

"Wah, pantas saja wajahnya tampan dan angkuh, ternyata dia adalah Tuan muda Chakra, putra Tuan Askara. Benar-benar sangat tampan!" ucap seorang wanita yang menatap kagum pada Chakra saat itu.

"Pria itu benar-benar sangat tampan, aku bahkan tidak bosan menatap wajahnya! Pangeranku! Jodohku!" teriak wanita yang lain, yang berseru dengan bangga menatap ke arah Chakra saat itu.

Tapi Chakra tak perduli dengan kebisingan itu, dia sudah biasa diperlakukan secara berlebihan oleh para wanita. Namun hatinya sudah terkunci rapat hanya untuk seorang wanita yang sangat dia cintai.

Ketika sampai di lift lantai 25, Chakra keluar dari pintu lift yang terbuka. Matanya tiba-tiba tertuju pada seorang kurir pengantar makanan. Dia menatap seorang wanita cantik yang tengah berbincang dengan manager apartemen. Wajah cantik dengan tampilan pakaian yang sederhana itu, mampu membuat mata Chakra terhipnotis dan menatap takjub pada wajah gadis di hadapannya itu.

"Vita, apa kau yang membuat makanan untuk jamuan hari ini?" Tanya manager bernama Steven, pada gadis cantik berwajah imut itu.

"Iya, itu aku. Kenapa ya? Aku sudah lama membuka katering makanan. Tuan juga tahu, saat ini kondisi keuangan keluargaku sedang dalam masalah. Jika aku tetap berdiam diri, bagaimana nasib mereka!" ucapnya sambil tersenyum ramah, dan memperlihatkan wajah penuh semangat di depan pria di hadapannya itu.

"Kenapa harus bekerja begitu keras? Harusnya kau cari pria yang bisa menjagamu dan memenuhi kebutuhanmu. Aku juga berminat untuk menjadi salah satunya!" ucap Steven membuat mata Vita dan Chakra tiba-tiba spontan terbelalak mendengarnya.

"Tuan, tolong jangan mengatakan itu. Aku bukan wanita yang pantas untuk kau suka. Lagipula, aku masih menunggu kekasih masa laluku. Aku punya janji akan menikah, dan bersama kembali suatu saat nanti. Aku juga percaya, jika dia akan datang untuk menemuiku dan menikah denganku suatu saat nanti!" ucap Vita penuh percaya diri.

Mendengar obrolan mereka, bibir Chakra merekah membentuk senyuman. Dia mendengar sesuatu yang sangat memuaskan hatinya. Gadis yang saat ini berada tepat di hadapannya sebagai seorang pengantar makanan, adalah gadis yang membuat Chakra kembali ke kota itu. Punya sebuah impian dan masa lalu, juga janji temu dengan kekasih masa kecilnya. Chakra pun merasa senang, karena perasaan itu bukan hanya dia miliki sendiri, tapi Vita pun punya perasaan kuat untuk menunggunya datang dengan penuh keyakinan.

Chakra masih asyik menatap wajah cantik Vita, sementara Vita masih membicarakan tentang katering makanannya dengan manager hotel. Tiba-tiba saat membalikkan badan Vita terkejut, nanar matanya menatap tajam ke arah Chakra. Air matanya tiba-tiba terjatuh membasahi pipinya, seolah terharu menatap orang yang dia tunggu berada tepat dihadapannya.

"Dave... Dave... Kau kembali?" ucap Vita langsung memeluk tubuh Chakra.

"Nona tapi dia ini bukan..." Pengawal mencoba melepaskan pelukan Vita. Namun Chakra memberikan kode untuk membiarkan wanita itu memeluknya.

Para pengawal kaget, karena selama ini Tuan muda mereka bahkan tidak pernah membiarkan tangannya disentuh, apalagi jika tubuhnya dipeluk. Tapi kali ini, seorang wanita pengantar makanan, bahkan bisa melakukan apapun pada Tuan muda mereka. Jelas hal ini begitu membingungkan bagi para pengawal itu.

"Aku rindu padamu!" ucap Vita sambil menatap wajah Chakra.

"Siapa? Apa kita saling kenal?" tanya Chakra pura-pura bodoh.

Tiba-tiba kata-kata itu meluncur dari bibir Chakra. Hal itu jelas membuat Vita langsung melepaskan pelukannya. Vita menggigit bibirnya, merasa malu karena pria yang dia peluk bahkan sudah melupakannya.

"Kenapa? Ada apa? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?" ucap Chakra dengan ekspresi wajah datar.

"Dave, kau melupakan aku? Bukankah kau bilang, jika kita akan bertemu dan menikah? Apa kau sudah lupa dengan janjimu?" ucap Vita sedih. Terlihat mata yang berkaca-kaca, kini mulai meneteskan air mata yang dibendungnya sejak tadi.

"Aku tidak kenal dengan Dave, siapa Dave? Sepertinya kau salah mengenali orang. Tapi tidak apa, ini bukan pertama kalinya seseorang mendekatiku hanya untuk berkenalan denganku. Tapi nona, namaku Chakra Vanofa, bukan Dave!" tawa Chakra menyeringai.

"Tidak mungkin salah. Aku tidak akan pernah keliru dalam mengenali seseorang. Apalagi jika dia adalah kekasihku sendiri. Aku tahu jelas, kau sedang pura-pura tidak mengenalku kan?" ucap Vita memeluk kembali tubuh Chakra yang ada di hadapannya itu.

Lagi-lagi Chakra tersenyum, seolah suka melihat kekasihnya panik dan menunjukan rasa cintanya. Namun sepertinya Chakra sengaja melakukan itu, entah apa yang ada di dalam pikirannya, namun menggoda Vita seolah hal yang paling dirindukan Chakra saat itu.

"Jangan peluk lagi! Aku bahkan tidak kenal padamu, kau memelukku sampai aku sesak nafas!" ucap Chakra melepaskan pelukan Vita.

"Kenapa kau berubah? Bahkan kau mengganti identitasmu sebagai Tuan muda Chakra Vanofa. Apa kau juga akan meninggalkanku dan melepaskan aku?" ucap Vita sedih.

"Tergantung, tergantung bagaimana cara kau membuatku kembali jatuh cinta padamu. Vita,orang bodoh juga tahu, 7 tahun bukan waktu yang sebentar. Aku tidak mungkin tetap punya perasaan suka padamu. Jika kau memang masih ingin mengejarku, kejarlah! Kejar bersama para wanita yang mengantri untuk menjadi kekasihku!" ucap Chakra sambil tersenyum.

Chakra berjalan meninggalkan Vita yang masih termangu. Rasa tak percaya mendengar kata-kata yang diucapkan pria yang sangat dia cintai itu. Selama 7 tahun, Vita berusaha untuk menjaga hati dan perasaannya untuk kekasihnya Dave. Tapi hari ini, ketika penantian itu berakhir, dia bertemu dengan kekasihnya dengan sosok lain. Rasanya bagai tersambar petir, tidak sanggup menahan rasa sesak di hati.

"Apa hanya segitu perasaan cintamu? Mau menyerah? Jika kau sudah menyerah, keluar dari apartemenku!" ucap Chakra tanpa menoleh ke arah Vita.

Vita mengepalkan tangannya, menatap marah pada pria tampan yang berada di hadapannya.

"Sombong, sombong, sombong... Dasar pria sombong! Tidak akan mau perduli lagi, aku tidak akan perduli lagi!" ucap Vita berlalu pergi dengan wajah kesal.

Sementara itu, Chakra tersenyum senang menatap reaksi marah kekasihnya itu.

"Sabar sayang, aku masih mau menguji cintamu dulu. Aku juga rindu padamu, bahkan mungkin melebihi rindumu padaku. Kita lihat, kau pasti akan kembali padaku!" ucap Chakra penuh percaya diri.

Apa yang terjadi selanjutnya?