JoyNovel

Mari Baca dan Kenali Dunia Baru

Buka APP
Luka Hati Seorang Wanita

Luka Hati Seorang Wanita

Penulis:Musyrifahalhinduan

Tamat

Pengantar
Rania, wanita berparas ayu yang dengan hati seluas samudera harus mengalami cobaan bertubi-tubi sejak kehilangan suaminya Dewa, dihina mantan mertua dan keluarga suaminya, akankah Rania mendapatkan kebahagian? mampukah Rania bertahan demi buah hatinya?sedang ia hanyalah wanita miskin yatim piatu tanpa sanak saudara, hanya ibu Amla lah tempat ia bergantung menumpahkan segala gundah gulana yang menyiksa jiwa. cobaan yang datang tidak boleh menyurutkan
Buka▼
Bab

Senja yang mulai turun menjadi saksi tangisan seorang anak manusia itu. Entah dimana nurani perempuan muda usia dua puluhan itu dengan tanpa perasaan ia membuang darah dagingnya sendiri. Paras yang ayu tidak sejalan dengan nuraninya yang tertutup awan pekat,ketakutan akan masa depan yang suram begitu membutakan mata hatinya.Dengan langkah mantap ia letakkan bayi yang masih merah itu didepan sebuah panti asuhan 'kasih bunda' tanpa identitas tanpa pakaian yang layak,hanya sebuah tanda lahir dibelakang pundak bayi perempuan itu yang kelak akan menjadi saksi dan bukti kalau sang bayi akan bertemu dengan orang tua yang menelantarkannya. Sungguh sang gadis muda tak menyadari kalau ia juga memiliki tanda yang sama dengan buah hati yang telah dibuang.

Senja sudah berlalu, diiringi dengan suara lantunan adzan magrib tangisan bayi yang Memekakkan telinga dengan tergopoh-gopoh ibu Amla wanita muda yang tak lain adalah anak pemilik panti mencari asal suara nyaring si bayi. Dengan mendekap dada sambil beristighfar ia berucap:"astaghfirullah, bayi siapa ini? "siapa yang tega membuang bayi secantik ini?"tanyanya kepada para pengurus panti, mereka kompak menggelengkan kepala. Diangkat lah si bayi yang hanya berselimut tipis kedalam pelukan ibu Amla.

Sesampainya di dalam ruangan,dengan cekatan dia membersihakan si bayi,memakaikannya pakaian hangat yang layak dan memberinya susu, beruntung si bayi langsung meminum susu itu tanpa penolakan, ia menyadari bayi ini pasti sangat kelaparan. Setelah si bayi tertidur dengan perlahan Amla meletakkan bayi itu kedalam ayunan bayi yang tersedia dikamar panti asuhan khusus bayi dan balita.Perlahan ia pun keluar dari ruangan itu dan bersiap untuk menunaikan sholat magrib.

Setelah selesai sholat ia mengumpulkan para staff panti untuk membahas tentang penemuan bayi malang itu.

Amla:"selamat malam semuanya, saya ingin menanyakan adakah diantara kalian yang melihat atau mendengar seseorang datang meletakkan bayi ini didepan panti?

Ibu Rahmi:"tidak nona kami semua sedang berada didalam karena waktu menunjukkan pukul enam sore, karena sebentar lagi mau magrib jadi kami bersiap akan sholat"

Amla:"yasudah nanti saya tanyakan kepada petugas keamanan panti pak Tarno mungkin beliau tau siapa yang keluar masuk kedalam area panti mengingat panti kita juga agak jauh dari pemukiman penduduk,mustahil kalau orang daerah sini yang tega membuang bayi malang ini.

Ibu Rahmi:"tapi non Amla, pak Tarno sedang tidak bertugas, beliau sudah izin pulang duluan sebelum waktu ashar karena mau mengantar anaknya berobat, jadi otomatis tidak ada yang berjaga menggantikan pak Tarno non"!

Amla:"ooo iya saya lupa, memang tadi tidak ada yang bertugas dipos penjaga. Yasudah mungkin memang takdir bayi ini untuk datang kesini dan menjadi bagian kelurga panti, besok akan saya urus semua data-datanya, saya akan menjadikan bayi ini anak saya sendiri, mengingat saya juga belum memiliki keturunan".

Ibu Rahmi:"MasyaAllah non, non Amla memang punya hati yang mulia, entah seperti apa mantan suami non yang sangat tega melepaskan wanita sebaik non Amla".

Amla hanya menarik nafas dan membuangnya kasar jika ia ingat sang mantan suami yang telah menceraikannya hanya karena ia tidak bisa lagi memberikan keturunan pasca kecelakaan yang menimpanya dan sang suami.Padahal ia tahu, jika sang mantan juga tidak bisa lagi memiliki keturunan akibat kecelakaan itu, tapi suami dan mertuanya tidak percaya dan malah menuduh kalau Amla lah yang mandul. Dengan berat hati ia rela dicerai dan kembali ke panti asuhan yang memang telah menjadi tanggung jawabnya setelah orang tuanya meninggal.

Didalam kamar ia perhatikan si bayi yang sudah terlelap dengan nyaman, seketika hatinya tersentuh dan langsung menyayangi si bayi. Melihat si bayi menggeliat dengan lucunya, Amla langsung jatuh cinta kepada si bayi, dalam hati ia berkata:"entah siapa yang telah menyia-nyiakanmu bayi cantik, disaat aku yang sangat mendambakan kehadiran malaikat dari rahimku sendiri, tapi justru takdir berkehendak lain, tapi aku bersyukur, Tuhan telah mengirimkanmu bidadari cantik, aku berjanji aku merawatmu seperti anak kandungku sendiri, Rania ya itu nama yang cantik, secantik wajahmu".Dengan gemas Amla menciumi pipi gembul Rania, si bayi terlihat menggeliat dan mulai menangis, dengan cekatan Amla menggendong Rania sebelum tangisanya pecah menggemah keseluruh panti.Lemah lembut Amla menggendong sambil mengayun Rania hingga si bayi kembali terlelap dalam dekapan hangat sang ibu angkat. Perlahan-lahan diletakkannya Rania kedalam ayunan dan memasang selimut agar sibayi tidur dengan tenang.

Amla kembali keruang kerjanya dan mulai berpikir untuk mengurus semua berkas dan keperluan untuk adopsi Rania. Besok ia akan melaporkan penemuan bayi Rania ke polisi dan juga dinas sosial terkait, walapun ia berniat untuk mengadopsi Rania secara hukum yang sah, akan tetapi ia harus mengikuti prosedur yang ada agar di hari kedepan tidak akan ada masalah yang menimpanya terkait pengadopsian bayi Rania.

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh lima menit,dari tadi ia sibuk berpikir sampai ia lupa belum menunaikan sholat isya dan melewatkan makan malam,bergegas ia ke kamar mandi dan mengambil air wudhu,setelah selesai ia melaksanakan kewajiban kepada Tuhan,lantunan doa ia panjatkan kepada pemilik raga Allah Ta'ala, semua ia adukan segala gundah dalam hatinya dan bersyukur telah dikirim malaikat kecil nan cantik. Selasai melaksanakan sholat, Amla keluar dari kamar menuju ke dapur untuk sekedar mengisi perut yang minta segera diisi, dari masih gadis sampai setelah menikah, Amla adalah rajin memasak dan tidak pernah manja, walaupun orang tuanya adalah orang yabg cukup berada, tapi dari kecil ia sudah terbiasa mandiri dan tidak pernah merepotkan orang tuanya.

selesai mengisi perut Amla segera masuk ke kamar untuk beristirahat karena esok pasti akan menjadi hari yang sangat sibuk,mengingat ia harus segera mengurus data Rania, agak putri angkatnya itu bisa mendapat kehidupan yang layak.