JoyNovel

Mari Baca dan Kenali Dunia Baru

Buka APP
Until Hair Turns White

Until Hair Turns White

Penulis:Ariani Putri

Tamat

Pengantar
Hidup bersama sampai rambut telah memutih. Untunglah semasa muda dulu Kristopel Fardean dan istrinya Lily Randala Marinka hidup penuh kesederhanaan dengan mengutamakan tabungan untuk masa tua yang mendatang. Selalu menahan diri dari gejolak hura-hura yang sekiranya bisa membuat uang simpanan mereka bisa saja terpakai dengan sia-sia. Meski sangat jarang ditemui percakapan antara keduanya, membuat rumah tangga mereka terkesan adem ayem tanpa permasalahan yang rumit. Padahal pada kenyataannya hidup mereka senantiasa diliputi dengan pikiran yang membuncah, kadang kala stres melanda kapan saja tak kenal tempat dan waktu. Itu semua disebabkan oleh tekanan juga tuntutan dari perusahaan. Karena itulah, mereka fokus kepada diri masing-masing. Seolah berkedok satu atap, padahal keadaan didalamnya terasa jauh dan sunyi. Hingga Lily berumur 45 tahun, dan Kris sudah masuk kepala lima atau 50 tahun. Perlu diingat, usia mereka memang selisih 5 tahun. Bisa-bisanya baru kepikiran untuk membuahi anak diusia yang terbilang rentan ini. Sejak anak itu lahir, semuanya mulai berubah....
Buka▼
Bab

Disebuah pulau paling terpencil.

Nyaris tidak ada penghuni disekitar sini. Kapal yang membawa sejumlah orang akhirnya melipir ke tepian. Semua orang yang berada di dalamnya turun. Sebagian dari mereka langsung menyusun barang bawaan. Dimulai dengan tenda, api unggun untuk malam nanti, dan juga tak lupa persediaan stok makanan selama satu minggu kedepan yang diletakkan dalam satu area.

Ada juga beberapa yang lain asik dengan pemandangan yang terpancar lautan seluas mata memandang. Karena matahari yang belum nampak di atas sana, fajar pagi ini membuat mata siapa saja terperangah, menunggu sang surya naik ke atas singgahsananya.

Kris kala itu masih mengatur sistem pernapasannya. Tenang, dan tentram mengaliri peredaran darah dalam tubuh. Inilah yang disebut liburan setelah 30 tahun lebih mengabdi pada sebuah konteks yang disebut dengan istilah kerja keras.

Selama ini dipikirannya tidak pernah mengarah pada liburan, atau mungkin sekedar istirahat yang sekiranya bisa melepas penat. Hanya kerja, kerja, dan terus berusaha menabung sebanyak-banyaknya. Sampai tiba dititik seperti sekarang. Tabungan Kris saat digabung dengan Lily yang merupakan istri sahnya sudah bisa terbilang sangat banyak.

Bahkan untuk membeli sebanyak 5 pulau untuk dibangun tempat wisata pun sepertinya bisa. Itu karena mereka dahulu hanya mengeluarkan biaya air, listrik, dan makan seadanya selama 30 tahun. Pakaian yang itu-itu saja tak memengaruhi jalan pikiran keduanya.

Setelah pertengkaran hebat waktu bulan lalu, mereka membuat kesepakatan untuk resign total dan menikmati seluruh tabungan yang sudah mereka kumpulkan selama ini. Perjanjian itu disepakati sampai tanda tangan di atas materai dan disaksikan oleh pengacara cukup terkenal.

Kris akhirnya memesan perjalanan keluar pulau. Bersama dengan istrinya, perjalanan ini mungkin disebut dengan awal yang sempat akan berakhir.

Tentu saja, bulan madu ini tidak akan disia-siakan oleh keduanya

~~~~

Saat malam hari tiba.

Orang-orang yang sudah menyiapkan segala macam sudah naik ke atas kapal. Ada sekitar lima orang di atas sana. Sedang berusaha mengatur acara kembang api yang indah. Sebut saja itu sebagai simbol malam pertama di pulau ini. Sorak sorai lolos begitu saja dari mulut setiap orang. Seolah senang dengan pertunjukan ini.

Pada akhir petasan, sumbu itu tidak langsung dinyalakan.

Satu orang yang berdiri di atas kapal justru malah memegang mic. Sepertinya dia akan berpidato sebentar. Menyampaikan isi hati yang mungkin saja terdapat pada setiap pasangan yang berderet ditepian pantai. Perjalanan ini memang khusus membawa pasangan-pasangan muda yang baru saja menyelesaikan akad nikah yang sah. Namun, lain dengan pasangan paling unik itu. Mereka duduk dipaling tengah seraya suaminya merangkul sang istri. Meski umur mereka sudah terpaut jarak sangat jauh dari pasangan lain, tak membuat mereka malu. Justru sebagai acuan untuk pasangan muda menjalani lika-liku, sampai luka selama berumah tangga.

"Selamat malam...," sapanya. Lantas mendapat jawaban dari semuanya. Yang berpidato kali ini diketahui namanya adalah Laben yang baru saja memperkenalkan diri untuk kata permulaan. Tak lupa sambutan dan juga ucapan terimakasih kepada koordinator yang sudah membuat perjalanan ini akhirnya bisa terwujud.

"Wah saya bersyukur karena melihat tawa senyum terlukis disetiap kalian. Semoga selalu langgeng sampai akhir hayat. Eh tapi...." Matanya tak sengaja jatuh pada pasangan yang sudah tidak muda lagi.

"Itu yang ada di paling tengah," tunjuk Laben. Pasangan yang berada persis di tengah lantas menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan agar tak salah orang.

"Iya kalian, ayo naik ke atas kapal." Dengan semangat Laben melihat pasangan itu akhirnya berjalan masuk ke dalam kapal.

"Silakan perkenalkan diri anda berdua," ujar Laben. Pria itu memberikan kesempatan untuk pasangan itu memberi wejangan atau bahkan segelintir kisah cinta mereka.

Sang suami hanya menyerahkan mic kepada istrinya, tak lepas rangkulan itu senantiasa bertengger di atas bahu.

"Haloo," sapanya seraya melambaikan tangan.

"Panggil saja Lily. Bagaimana? Aku masih cantik, bukan? Sangat muda dan auraku masih mempesona," kelakarnya. Membuat orang yang menyaksikan malah tertawa kecil mendengarkan celotehan Lily.

"Di samping aku ini. Eumm tenang saja, dia bukanlah kembar dempetku. Melainkan suami yang sudah setia menemaniku sampai detik ini." Lily menatap penuh senyum kepada Kris yang nampak bahagia karena ucapan Lily.

"Dia memang begini, suka malu-malu." Lalu sebelah tangan Lily bergerak seperti akan berbisik sesuatu. "Padahal dia itu sering malu-maluin. Cuma ya..., ketutup saja dengan ketampanannya."

Meski berbisik seperti itu, tentu saja terdengar oleh Kris karena Lily berbicara memakai mic. Kris tidak akan marah, karena dia tahu Lily memang suka melucu, berbanding terbalik dengan dirinya yang kadang kala kaku. Namun, seiring berjalannya waktu Kris akan berubah menjadi idamannya Lily. Pria yang humoris dan mengerti atas segala humor yang dimiliki istrinya itu.

"Tentu saja, menjalani rumah tangga tidak selalu mulus seperti yang dibayangkan. Rasa syukur harus selalu ada di dalam diri masing-masing. Karena tanpa rasa syukur itu sendiri, sampai kapanpun atau dengan siapapun kalian bersama, tidak akan pernah merasa cocok apalagi puas. Oleh sebab itu, apapun permasalahan yang akan kalian hadapi, ombak separah apapun nanti, percayalah semua itu sifatnya sementara. Dan akan berlalu saat kalian telah berhasil berpegangan tangan dengan erat selama menghadapi itu semua. Hadapi berdua bukankah lebih ringan, dari pada harus memilih jalan sendiri-sendiri?" Ekspresi Lily tak luput dari senyum yang terus saja mengembang. Banyak dari mereka yang setuju akan wejangan Lily yang dianggap menginspirasi.

Hingga mereka berdua kini kembali turun. Duduk di antara pasangan-pasangan muda yang lainnya.

Laben tak lupa memberi applause, begitu juga semua orang. Dia memberi sedikit kata-kata sebagai simbol akan diluncurkannya kembali petasan terakhir itu. Petasan yang sengaja didesain dengan sebaik mungkin.

Satu orang di sana, yakni rekan dari Laben telah bersiap dengan menyalakan korek api. Memegang sumbu itu dengan lekat. Lalu menyulutnya dengan hati-hati.

Petasan itu langsung meluncur ke udara. Meledak di atas langit yang tinggi. Membentuk sebuah tulisan romantis dengan simbol hati berwarna-warni.

Setelah petasan telah menyelesaikan tugasnya. Mereka kembali pada kegiatan masing-masing. Menjelajah pulau yang gelap. Namun, Kris malah memilih menghampiri Laben dengan meminta perahu kecil untuk dirinya tunggangi. Kris tidak akan membawa Lily mengitari daratan pulau. Menurutnya itu terlalu biasa dan tidak ada tantangannya sama sekali.

Kris menggeleng saat Laben membawa satu orang untuk menemaninya berkeliling. Itu sama saja akan mengganggu kualitas kebersamaannya dengan Lily.

Tak lama, sebuah perahu yang setidaknya cukup menampung 3-5 orang telah siap digunakan. Kris naik bersama dengan Lily.

Dengan bantuan dayung sederhana yang dikemudikan oleh Kris, perahu itu membawa mereka berdua jauh dari pulau.