JoyNovel

Mari Baca dan Kenali Dunia Baru

Buka APP
Menikahi Kembaranmu

Menikahi Kembaranmu

Penulis:Eva Nurla

Tamat

Pengantar
Davina adalah seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia dibebankan dengan hutang-hutang mereka semasa hidup. Ia bekerja pagi sampai malam hanya untuk membayar hutang. Sampai akhirnya takdir mempertemukan Davina dengan dua lelaki yang mengubah hidupnya, Xavier dan Xavion. Suatu tragedi terjadi, Davina harus menikah dengan salah satu dari mereka. Namun, ia menikahi pria yang salah. Pria yang ia benci malah yang menjadi suaminya. Akankah hidup Davina bahagia setelah pernikahan?
Buka▼
Bab

Happy Reading

Tepat 3 tahun setelah kepergian orang tuanya, gadis cantik berusia 19 tahun ini hidup sebatang kara tanpa ada keluarga di rumah yang ia tempati. Ia hanya menamatkan sekolah menengah atas setelah itu melalui hari-harinya dengan bekerja keras. Pagi harinya ia akan bekerja menjadi penjaga toko dan malam harinya ia bekerja sebagai pelayan di salah satu Bar ternama di kota itu.

Davina Eleanor, orang tuanya memberikan nama Davina agar kelak ia menjadi wanita yang tangguh. Dan benar, Davina sampai saat ini bisa melewati semua cobaan-cobaan dalam hidupnya dengan baik.

"Dav, mau nggak ikutan gue kerja jadi pelayan di pesta ulang tahun? Lumayan loh bayarannya. Satu juta satu malam. Biasa sih, pestanya anak orang kaya," ucap Clara, teman Davina.

"Wah, boleh tuh besok kan weekend. Daftarin aku sekalian ya Ra," sahut Davina yang sangat bersemangat.

"Nih, udah gue masukin nama lo, besok pagi jam 7 siap ya gue jemput," ujar Clara.

Clara adalah satu-satunya teman baik Davina. Pekerjaan yang mempertemukan mereka berdua yang selanjutnya menjadi teman baik. Mereka selalu berbagi pekerjaan bersama.

Biasanya di hari sabtu minggu memang Davina mencari pekerjaan-pekerjaan yang sekiranya hanya sehari dan langsung mendapat upah. Semua ia lakukan untuk membayar hutang kedua orang tuanya yang tak kunjung habis. Orang tua Davina meninggalkan hutang seratus juta. Davina baru mengetahui setelah satu tahun kematian orang tuanya, debt colector datang ke rumah untuk menagih. Saat itu, Davina masih menempuh sekolah menengah pertama dan ia benar-benar tak punya uang sepeserpun setelah orang tuanya meninggal.

Di usia yang masih sangat belia, ia harus bersekolah di pagi harinya dan bekerja di sore hari untuk melunasi hutang mereka. Hutangnya sampai sekarang belum juga lunas.

"Semangat Davina, kamu pasti bisa melewati semuanya." Itulah yang setiap hari Davina katakan ketika akan berangkat bekerja.

Hari ini adalah hari jumat, ia hanya menjaga toko setengah hari lalu biasanya Davina langsung pergi ke Bar.

Davina yang baru saja tiba, dikejutkan dengan kedatangan dua orang yang menagih hutang.

"Kau mau menghindar dari kami? Bayar hutangmu sekarang juga, sudah 3 bulan kamu menunggak dan menghilang jika kami ingin menemui mu, apa kau mau kami membakar kos-kosanmu yang sempit itu?" ujar salah satu dari mereka.

"Tuan tolong jangan membuat keributan di tempat kerjaku, aku pasti akan membayar. Mari kita bicarakan di luar saja," pinta Davina pada dua orang itu.

Mereka akhirnya keluar dan membicarakan hutang. "Saya minta waktu satu bulan untuk melunasi semuanya. Saya janji akan melunasinya."

"Bos kami sudah memberikan banyak keringanan, dan ia sudah tidak bisa mentolerir lagi," ujarnya.

"Kenapa kau tak jual tubuhmu saja kepada pria hidung belang, nona. Bukankan itu akan memberikan uang yang sangat banyak," ujar pria itu meledek Davina.

Jujur saja, Davina memang gadis cantik dan tubuhnya sangat proporsional. Ia banyak digilai pria hidung belang di Bar, namun ia menjaga dirinya sampai sekarang hanya untuk suaminya. Itulah prinsipnya. Walau ia sudah lama bekerja di Bar, tak pernah terpikirkan ia akan menjual tubuhnya hanya demi uang.

Setelah beberapa kali Davina memohon, akhirnya terjadi kesepakatan di antara mereka. Davina harus membayar hutang dalam waktu lima belas hari dari sekarang, jika tidak ia akan di penjara, ancam salah satu dari mereka.

Hutang orang tua Davina sebenarnya sudah dibayar sejak tiga tahun yang lalu, bahkan Davina menyerahkan rumah satu-satunya peninggalan orang tuanya untuk membayar. Namun, tak kunjung habis dan terus bertambah karena bunganya yang cukup banyak. Davina juga sering menunggak karena terkadang uangnya tak cukup untuk membayar hutang. Hanya cukup untuk membayar uang sekolah, makan, dan kos-kosan. Maka dari itu, mereka sering memberikan bungan berlipat kepada Davina.

***

"Dav, ayok berangkat," ujar Clara.

Mereka berangkat naik angkot untuk menuju ke pesta ulang tahun. Mereka akan bekerja sebagai pelayan di sana.

Setelah sampai, Clara dan Davina diberikan seragam sama dan mulai bekerja.

Davina bertugas menjaga makanan penutup. Ia berdiri dan melayani setiap tamu yang ingin mengambil makanan. Pesta ulang tahunnya sangatlah meriah. Dari jam 11 siang sampai jam 5 sore mereka hanya berdiri sambil menjaga makanan dan minuman. Mereka hanya diberi waktu istirahat selama 2 jam untuk makan dan bekerja kembali jam 7 malam.

Siapa yang mengadakan acara pesta ulang tahun yang sangat meriah ini?

Davina terkagum melihat pesta ini yang begitu megah. Pesta diselenggarakan dari jam 11 sampai malam hari. Dan tamu yang datang tak main-main. Sangat banyak sehingga Davina hampir kelelahan melayani mereka.

"Dav, katanya yang lagi ulang tahun ini seorang perempuan yang usianya sama seperti kita, dia anak dari konglomerat terkaya di kota ini," bisik Clara pada Davina.

"Pantas saja, sangat mewah sekali," sahutnya.

Terkadang Davina sangat iri dengan kehidupan anak-anak usianya yang merayakan ulang tahun dengan sangat mewah. Ia menghambur-hamburkan uang untuk acara yang menurut Davina tak perlu semewah ini. Sedangkan Davina, di usianya sekarang ini sedangkan membutuhkan banyak uang untuk membayar hutang.

Davina melihat perempuan itu, ia dikelilingi dengan keluarga yang lengkap sambil meniup lilin dan memotong kue. "Dia sangatlah beruntung," ujar Davina.

Setelah selesai, Davina dan Clara mendapatkan upah dan akan langsung pulang. "Tunggu sebentar aku mau ke kamar mandi, dimana ya Ra?" tanya Davina.

"Gue nggak tau Dav, biasanya di belakang." ujar Clara.

Rumah konglomerat ini sangatlah luas, bahkan yang digunakan untuk menyelenggarakan pesta hanya hall rumahnya, belum masuk ke dalam rumah.

Di tengah pencariannya, Davina melihat seorang perempuan yang tengah terjatuh karena didorong seorang laki-laki. Davina menghampirinya.

"Kau benar-benar tak tau cara memperlakukan seorang perempuan dengan baik, bagaimana bisa kamu mendorongnya?" teriak Davina.

"Jangan ikut campur," ucap lelaki itu.

"Roon, aku mohon jangan, aku nggak mau putus," ucap perempuan yang sedang dibantu Davina.

"Apa? mereka sepasang kekasih yang sedang putus? Bodohnya aku seharusnya tak ikut campur?" rutuk Davina dalam hati.

"Maaf tak seharusnya aku ikut campur, tetapi...... jika dia benar-benar mencintaimu, ia tak akan memperlakukanmu seperti ini, bangunlah nona," ujar Davina.

Seperti memberi kekuatan, nona itu berdiri dan memperhatikan Davina.

"Jangan pernah temui aku lagi Alena dan kita putus." Lelaki itu langsung pergi dan meninggalkan mereka berdua.

"Tunggu, bukankah ini perempuan yang sedang merayakan ulang tahun tadi?" batin Davina.

Bersambung