Pagi itu, Mentari bersinar dengan sangat terik. Di SMA Nusa Bangsa yang terkenal dengan sekolah para anak-anak konglomerat. Banyak diantara mereka yang merasa harta adalah salah satu kebanggan bagi setiap kasta untuk kalangan mereka mencari pergaulan dan mencari teman. Rayen ... adalah anak konglomerat yang cukup kaya yang mempunyai karakter cool serta berkharisma dimata perempuan. Paras yang ganteng, kulit yang putih, Badan yang Atletis serta Alis yang tebal dan senyum yang menawan membuat kalangan murid perempuan bergejolak ketika melihat dan mendekat pada Rayen.
Tapi sayangnya, Rayen sudah memiliki kekasih yakni Syanum. Perempuan yang juga tidak kalah tajir, cantik , putih dan menjadi primadona sekolah. Mereka seakan adalah pasangan yang sangat serasi. Banyak murid sekolah yamg ingin hubungan mereka putus dan berantakan karna dianggap sangat sempurna ketika dipersatukan. Hal ini disadari lebih awal oleh Rayen. sifat polos Syanum yang membuat Rayen ingin menjaga nya agar tidak ada yang mendekatinya, tapi dengan cara yang salah.
Hubungan mereka yang sudah berjalan sejak mereka masih duduk di satu sekolah menengah pertama. Cukup lama kurang lebih sudah 3 tahun. Dan kini mereka sudah menginjak kelas 11 dan masih di satu Sekolah yang sama.
Rayen yang begitu posesif terhadap Syanum, membuat para temen-teman mereka kasihan terhadap Syanum. Yang menurut Rayen adalah rasa peduli nya namun ternyata itu hanyalah keegoisannya saja. Larangan dan ancaman selalu dilontarkan sehingga tak jarang kata kasar yang keluar dari mulutnya kepada Syanum, dia menganggap bahwa itu adalah bentuk dari kepemilikannya. Yah . Syanum memang miliknya tapi dia mau Syanum untuk tetap berada disisinya dengan cara yang menurutnya benar. Menyiksa dan selalu memahari Syanum agar ketakutan yang ada pada diri Syanum untuk berpisah selalu dipertimbangkannya sangat matang.
Bel istirahat berbunyi “tinggggggg.....tingggggg” jam pelajaran telah usai, saatnya murid-murid Nusa Bangsa keluar kelas dan mulai berkerumunan menghampiri kantin. Namun Syanum yang saat itu sedang sakit perut karena datang bulan hari pertama mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantin dan beristirahan dimeja kelasnya. Dan dikelas lain Rayen segera mengabari dimana keberadaan Syanum saat itu. “ lo dimana?” yah rayen tidak dengan kata-kata manis seperti hal nya pasangan kekasih lainnya. Karena menurutnya hubungan yang sudah lama dan juga menjaga gengsi bahwa dia amat sangat cinta kepada Syanum yang ia tutupi dengan cara yang arogan dan kejam. Tak butuh waktu lama, Syanum pu membalas pesan Rayen “ Aku masih dikelas, perutku sedang sakit, maaf jika tidak bisa kekantin” .
begitulah balasan pesan yang dikirim Syanum.
Syanum adalah perempuan yang lembut dan tegar , tidak mudah marah dan juga seorang perempuan mandiri.
Orang tua Syanum memang telah pindah dan menetap di Singapura,namun Syanum memilih untuk tetap tinggal di Indonesia bersama pengasuhnya yang sedari kecil sudah menjaganya yaitu Bi Inem.
Tiba-tiba handphone Syanum bergetar tanda panggilan masuk sedang berlangsung, terdengar, bahwa dikejauhan suara Rayen berteriak kencang “ Anjing Lo, Kemana Aja? Sakit Mulu Hidup lu ! Gua mau lu kesini sekarang ! nggak Pake Lama. TITIK !!!!” tut...tut...tut... telepon terputus tanpa ada suara balasan dari Syanum.
Syanum yang saat itu merasakan keram dan nyeri pada perutnya, menahannya sekuat tenaga agar dapat berjalan ke kantin. Alih-alih mendengar dari suara rayen yang amat sangat marah kepadanya dan tidak mengerti keadaannya, membuatnya takut dan memutuskan mengikuti perintah sang pacar.
Syanum datang menghampiri Rayen dan teman-temannya yang sedang nongkrong di basecamp untuk istirahat dibelakang kantin sekolah. dengan wajah pucat dan tangan memegang perut sembari berkata “Yah Rayen, kamu mau aku belikan makan apa?”
“NGGA USAH NGGAK PERLU ! AKU UDAH NGGA LAPAR !” jawab Rayen.
“lalu , kenapa kamu memanggilku kesini? Ada yang perlu aku bantu Rayen ?” Tanya lembut oleh Syanum
Sambil dilihat oleh teman-teman Rayen yang lain, begitulah kondisi hubungan mereka dimata teman-temannya. Rayen seakan tidak peduli kondisi dan situasi seperti apa ketika dia memperlakukan Syanum yang layaknya sebagai babu bukan lagi kekasih.
“Lu sakit Apa ? Perut Lu sakit? Hah ?!” bentak Rayen
“iya, maaf aku sedang datang bulan hari pertama” jawab Syanum
Tekekeh dan merasa menyepelekan sakit yang di derita Syanum sontak saja membuat Rayen berdiri dari duduknya dan memukul perut Syanum untuk memastikan apakah benar Syanum sedang sakit.
Syanum dengan wajah pucat dan gemetar langsung terhentak kebelakang , merasakan pukulan dari Rayen membuat gadis itu tanpa sadar berucap “Ampuun Rayen , Maaf ...” dan menangis kesakitan.
teman-teman Rayen saat itu ingin sekali membantu Syanum, tapi sayangnya, Rayen adalah siswa yang ditakuti di sekolah, ketua gank, dan juga cowok yang memiliki banyak kelebihan baik harta dan kekuasaan.
"ampun? lo bilang ampun ?" tanya Rayen pada Syanum
"Rayen Please... Aku beneran sakit " Syanum yang sambil terbata bata melontarkan kata.
sebenarnya didalam hati Rayen, dia juga tidak tega memperkakukan Syanum seperti itu. lantaran pikirnya Syanum akan pergi ketika dia baik dan berubah lembut seperti dulu maka akan mudah bagi Syanum meninggalkannya. Jadi dengan cara kasar , posesif dan amarah yang dia rasa cukup ampuh membuat Syanum tunduk dan takut untuk pergi darinya.
"oke kali ini lu gua lepasin. pulang sekolah ntar tunggu depan gerbang !! sana pergi " sambil menjambak kepala Syanum.
Syanum yang saat itu masih merasakan nyeri pada perutnya karena hari haid pertama ditambah pukulan kencang dari Rayen membuatnya sesegukan menangis tak berdaya.berulang kali pikiran ingin pergi dan mengakhiri hubungan dengan Rayen selalu terlintas. namun lagi-lagi dia tidak punya pilihan untuk tetap harus bertahan.
