JoyNovel

Mari Baca dan Kenali Dunia Baru

Buka APP
Hari Tergoda

Hari Tergoda

Penulis:Rosidawati20

Tamat

Pengantar
Saat suaminya tergoda model Purnama, Gayatri bertindak untuk mempertahankan rumah tangganya. Sayang Hanjaya suaminya tergoda bujuknrayu Purnama, Yang sesungguhnya sudah punya anak Dan suami. Sedangkan Sandi suami Purnama yang semula diam,bakhirnya bertindak juga. Purnama harus menyesali kelakuaannya, begitu pun Hanjaya, tapi sudah terlambat
Buka▼
Bab

Gayatri menemukan foto mesra suaminya dengan wanita lain di saku baju kotor milik lelaki yang telah memberinya dua anak itu.

Tentu saja sebagai wanita normal ia terkejut dan merasa cemas serta cemburu menatap foto sang suami yang memeluk mesra gadis model yang namanya tak asing lagi di Indonesia.

Model cantik itu bernama Purnama. Umur dua puluh lima tahun. Jelas sangat muda jika dibandingkan dengan umur Gayatri yang sudah tiga puluh lima tahun. Juga dengan Hanjaya yang sudah berumur empat puluh satu tahun.

Foto mesra suami dan Purnama sangat membuatnya tak tenang. Hanjaya merangkul pinggang Purnama dari belakang gadis itu berdiri. Sedangkan Purnama membalasnya dengan mengangkat lengan kanannya meraih leher Hanjaya dan menengadahkan wajah segarnya ke wajah Hanjaya yang menatapnya.

"Ohk!" Berdegup jantung Gayatri melihat kemesraan mereka.

"Mam!" Gadis memanggil sambil bergegas mendekat.

Rupanya putrinya sudah pulang dari sekolah. Seperti kebiasaan sehari hari. Pulang dan pergi sekolah cium tangan dan cium pipi mama dan papa. Karena saat ini hanya ada Gayatri, ya, hanya cium pipi mama dan cium tangan mama.

Segera Gayatri menyembunyikan foto mesra suaminya dengan model terkenal itu ke balik punggungnya, supaya tak terlihat oleh putrinya.

"Hem putri Mama ini semakin pintar dan cantik saja,"

Gadis tersenyum, "Ya iyalah, Ma, kan Gadis ini perempuan ya cantik, kalau ganteng tuh,, si Jaka kan cowok,"

"Heh sudah pintar membuat kalimat panjang, ya?" Gayatri tersenyum, "Hai mana Jaka adikmu?"

"Di depan tadi tali sepatunya copot, mungkin lagi dibenerin,," sahut Gadis tentang adik lelakinya yang bersekolah di satu sekolah dengan dirinya di sebuah sekolah SD Swasta yang cukup punya nama di Jakarta.

"Ya sudah sana ganti bajunya dulu sayang,"

"Oke Mam!" Gadis berlari ke depan.

Tapi kembali lagi.

"Ada apa sayang?" Gayatri menatap putrinya yang berumur sembilan tahun dan sudah duduk di bangku kelas tiga.

"Ma besok ambil raport, ya," usul Gadis dengan menggelayut manja di lengan Gayatri yang sedang menyembunyikan Poto Hanjaya dengan Purnama.

"Oh ya, oke deh," angguk Gayatri yang memang bertugas mengurus anak anak sekolah serta keperluan mereka, selain mengurus keperluan Hanjaya tentu saja.

"Mama lagi ngapain, sih kok berdiri kayak gitu?!" Gadis menatap Gayatri dengan alis mata mengernyit.

"Oh lagi beresin baju papa yang dibawa pulang dari Jepang,"

"Oh Papa udah pulang, Ma?" Wajah gadis sangat sumringah, "Pasti ada oleh oleh untuk Gadis dan Jaka, dong,"

Gayatri tersenyum menatap putrinya. Setiap bepergian ke luar negeri dalam rangka urusan perusahaan atau bisnis, selalu saja suaminya itu membawa oleh oleh untuk dirinya dan kedua anak mereka. Tapi kali ini tidak. Alasannya tidak sempat dan terlalu padat urusan bisnisnya.

"Maafkan papa ya sayang, kata Papa nanti kalau ke luar negeri lagi. Soalnya sibuk banget," sebenarnya Gayatri juga heran. Lima hari di Jepang masa iya tak sempat meluangkan waktu barang satu jam untuk membeli kado buat Gadis sebagai oleh oleh. Juga buat Jaka.

"Yaaa ...!" Gadis bersungut kecewa.

"Nggak boleh gitu dong," ujar Gayatri mengingatkan, "Nanti saja kalau rapot Gadis bagus minta hadiah sama Papa, kan sama saja,"

Gadis langsung tersenyum, "Oh ya," ujarnya mengangguk.

"Yuk kita ke depan lihat Jaka," ajak Gayatri.

Gadis berlari ke kamarnya, dan dari ruang tamu berlari Jaka mengenakan seragam sekolah yang semotif dan sewarna dengan yang dikenakan Gadis.

"Mama...!" Jaka menghambur ke pelukan Gayatri.

"Aduh jagoan Mama besok pembagian raport, ya?" Gayatri merangkul putranya dan diciumnya kedua pipi pemuda kecil yang berkulit bersih sama dengan kakaknya itu.

"Salim dulu, dong," tangan Jaka terulur meraih tangan Gayatri.

"Hem pintar anak Mama, hebat semoga besok rapotnya nilainya baaaagus," goda Gayatri.

"InsyaAllah Bagus gitu, Ma, kan anak Mama Gayatri dan Papa Hanjaya, gitu, lho, " senyum lebar Jaka terlihat lucu. Perjaka kecil yang berumur tujuh tahun itu beberapa giginya copot.

Gayatri memeluk buah hatinya. Lupa sejenak pada foto mesra sang suami dengan gadis model bernama Purnama itu.

Sama seperti Gadis, saat mendengar kabar dari kakaknya tentang papa mereka yang sudah kembali dari Jepang, langsung saja bersorak kegirangan.

"Hore Papa sudah datang, nanti Jaka dapat oleh oleh,"

"Maafkan papa sayang karena terburu buru belum sempat beli oleh oleh.

"Tuh kan kok bisa nggak sempat kan cuma sebentar saja kalau ke toko mainan, Mama!" Jaka protes, dia sewaktu papanya pamit ada kerjaan di Jepang sudah pesan mainan robot yang bisa dipasang sebagai mobil atau pesawat dalam ukuran bisa dinaikinya.

'Dek nanti saja kalau nilai kita bagus pasti Papa kasih kita hadiah," rupanya Gadis tak sampai hati melihat adiknya meringis sedih. Makanya langsung saja ia menghiburnya.

Mendadak raut muka Jaka yang semula tampak kecewa, langsung tersenyum penuh harapan.

"Ya, Mam?" Jaka menatap Gayatri untuk memastikan.

"Ya sayang, nanti sore Papa pulang kita bilang, ya?" Tadi sewaktu anak anak sekolah Hanjaya datang, setelah meletakkan tas pakaiannya , segera salin baju dan langsung ke kantor.

"Hore!" Jaka bersorak lagi"

"Nah ganti baju terus makan dulu, oke?"

Setelah menunggui anak anaknya makan, dan menemaninya bermain sebentar, kini Gayatri meneruskan untuk memeriksa semua baju kotor suaminya.

Tak ada lagi benda yang ditemukan, selain foto mesranya dengan Purnama.

Tapi tunggu dulu ada yang tertinggal di ruang dalam tas pakaian suaminya. Gayatri mengambilnya.

"Syal," diperhatikannya sebuah syal terbuat dari sutra halus dan motif bunga berwarna coklat semburat merah. Ada mereknya. Dan keluaran sebuah rumah mode ternama

Gayatri mencium syal di tangannya, Sepertinya masih baru, tapi Sudah pernah dipakai, karena ada wangi parfum.

Dipandangnya beberapa detik syal di tangannya. Lalu dikeluarkan foto suaminya dengan Purnama yang tadi disembunyikannya dari Gadis putrinya.

Dug

Jantungnya berdetak lebih cepat lagi. Purnama mengenakan syal yang sama dengan syal yang kini dipegangnya.

Tak salah lagi gadis itu mengenakan syal yang berada di tas pakaian Sanjaya. Apa maksudnya?

Foto dan syal.

Dua benda yang saling berkaitan.

Tiba tiba saja sepasang mata Gayatri nanar.

Cemas

Gusar dan gelisah

Ia merasa cemburu dan khawatir suaminya ada perhatian pada wanita lain.

"Apakah ... Apakah mereka pergi bersama ke Jepang?!"

Tercekat dada Gayatri. Rasa takut dan sedih menguasai hatinya. Benarkah Sanjaya ke Jepang mengajak Purnama?

Lalu untuk keperluan apa?!

Pemotretan?!

Uhk dadanya sesak memikirkan yang bukan bukan.

Bersambung

Jangan lupa bintang limanya ya

"