JoyNovel

Vamos ler O Mundo

APP aberto
The Life Of Young Widow

The Life Of Young Widow

Autor:Umma Mahira

Concluído

Introdução
Jalan kehidupan seseorang memang terkadang tidak seperti yang diinginkan, di saat kita terbiasa bahagia dan dengan kehendakNya kebahagiaan itu harus pupus, membuat deraian air mata dan batin tersiksa karena belum bisa menerima kenyataan. Laura, wanita yang baru menikah satu tahun dan baru saja dikaruniai anak berusia 2 bulan harus merelakan suaminya pergi untuk selamanya karena sebuah kecelakaan, status janda muda ia sandang, menjadi single parent pun juga bukan pilihan. Namun semua harus dijalani sesuai skenarionya, akankah ia sanggup menjalani cobaan hidup itu sendirian?
Mostrar tudo▼
Capítulo

Hal yang menyenangkan hati banyak sekali

Bahkan kalau kita bermimpi

Sekarang ganti baju

Agar menarik hati

Ayo kita mencari teman...

Potongan lagu yang membuatnya kembali hidup saat di masa-masa pencarian jati dirinya. Hari itu ia bersama keluarga suaminya sedang berlibur ke sebuah pantai yang sangat indah pemandangannya. Menyaksikan Matahari yang bersiap untuk tenggelam menuju ke peraduannya. Siluet merah yang menghiasi langit kala senja membuat Laura tak henti memuji keindahan itu.

Saat dipantai mereka mendirikan beberapa tenda, menjelang petang semuanya bersiap untuk pulang ke hotel. Travelling dengan menbawa bayi memang terbatas waktunya, apalagi di pantai adalah tempat yang kaya akan angin. Kala itu Sean masih berumur 3 bulan, mereka rombongan berenam menaiki mobil keluarga.

Malam mulai tiba, sang surya berganti bintang yang berjajar indah juga bulan sabit yang menyerupai alis mata menambah keindahan estetik pada malam itu. Setibanya di kamar hotel mereka langsung mempersiapkan diri untuk tidur karena esok pagi Demian dan orang tuanya harus bekerja sedangkan Diana harus sekolah.

Mereka akan berangkat pulang pukul 2 dini hari agar sampai di rumah sebelum pukul 7 pagi. Keluarga Laura menyewa hotel dengan kamar yang memliki pintu koneksi. Beruntung Sean tidak mengajak begadang sehingga semua bisa tidur dengan nyaman setelah seharian bermain dan menikmati indahnya pantai.

Kehidupan Laura di dampingi dengan saudaranya dan orang tua tunggal, ia adalah bu Avanty seorang penjahit yang cukup masyhur di daerahnya. Ia memiliki 3 orang anak yang merupakan Jerry, Laura dan Shania.

Mereka hidup berdampingan dengan cinta meski tidak memiliki Ayah yang telah tiada sejak Shania kecil.

“Mengapa tiba-tiba rindu Sean dan Demian ya, perasaan mommy tidak enak kala mereka berangkat berlibur ke pantai. Apa mungkin karena rindu yang sangat berat hanya bertemu 2 jam sebelum keberangkatan?” ujar Bu Avanty pada putri bungsuya.

“Mungkin mommy hanya rindu saja, besok mereka akan ksini setelah tiba di rumah,” kata Shania mencoba membuat mommynya tenang.

Avanty mengangguk,”Baiklah...”

Malam itu Jerry dan istrinya juga sedang tinggal di rumah Avanty karena hari sabtu adalah hari untuk keluarga bagi Jerry. Ia dan anak-anaknya sangat menikmati jika hari sabtu tiba, karena mereka akan sangat gembira saat diajak kerumah neneknya. Terkecuali istrinya, Shareen, wanita yang memiliki 2 anak dan sekaligus istri jerry, wanita yang banyak menyimpan topeng untuk menutupi sifat buruknya.

Hanya saja Jerry teramat mencintainya, tapi istrinya begitu congkak dan sombong terhadap keluarganya, Jerry hanya bisa mengingatkan dan menegurnya. Namun mungkin sudah menjadi wataknya yang demikian sehingga orang tua dan saudari Jerry pun sangat memakluminya dan bisa menerima dengan baik.

Jerry adalah seorang pengusaha butik dengan Shareen adalah desainernya lalu anak-anak mereka adalah salah satu model untuk membantu memasarkan baju-baju yang telah di produksi. Meski satu pekerjaan namun mereka berkolaborasi memajukan butik yang mereka bangun dari nol. Hari sudah berganti, dini hari pukul 1 Laura dan keluarganya telah bangun dari tidurnya mereka bersiap untuk pulang tanpa mandi namun sudah cuci muka.

Tuan Rico dan Nyonya Bella adalah pasangan yang perfect sibuknya, Ayah Demian adalah seorang tentara sedangkan istri dan anaknya juga adalah perawat, tersisa anak bungsunya masih SMA.

Pukul 2 pagi mereka berangkat, Laura berpamitan dengan bintang gemintang dan bulan yang semakin bersinar pagi itu. Perjalanan dimulai dengan Demian yang mengendarai mobil tersebut, Laura menemaninya agar Demian tidak mengantuk saat menyetir. Laura terus mengaaknya berbincang agar tidak muncul rasa kanduk pada sang sopir. Perjalanan pagi itu jalanan cukup lengang karena masih terlalu pagi, hanya ada truk-truk besar yang memang jam tersebut adalah jam beroperasinya kendaraan besar.

Tanpa disadari mobil melaju sangat cepat, kecepatan 120 km per jam Laura tegur suaminya agar tidak terlalu kencang. Tak terasa hampir 3 jam mereka dalam perjalanan kemudian Tuan Rico menggantikan Demian untuk menyetir agar bisa bergantian istirahat. Diikuti Laura di bangku tengah juga ikut istirahat. Sean baru saja selesai disusui, ia tertidur di pangkuan mamanya.

Posisi saat itu Tuan Rico berada di bangku pertama menyetir, sedangkan demian berada di sampingnya, di bangku kedua ada nyonya Bella, Laura dan bayinya yang tengah tertidur, serta si bungsu juga tertidur di bangku belakang.

Tidak ada yang menyadari bahwa malaikat maut sedang mengincar mereka, di jam berapa dan entah detik ke berapa tiba-tiba mobil selip dan menabrak pembatas jalan.

Bruaakkk!!!

***

Angannya membawa jauh pada masa lampau 3 Tahun sebelum kecelakaan.

Laura adalah mahasiswa kesehatan yang berprofesi sebagai perawat, ia tumbuh menjadi seorang gadis yang periang, humble, juga cerdas. Perawakannya kurus kering tapi ia tetap fashionable.

Ia banyak disukai semua orang karena sifatnya yang ramah dan bijak. Ia adalah anak termanja nyonya avanty, saat itu ia bekerja sebagai seorang perawat di sebuah klinik bersalin yang cukup terkenal. Pekerjannya tak berbatas waktu, terkadang di luar jam kerjanya tengah malam atau dini hari ada orang butuh bantuan dalam melahirkan, dokternya memanggilnya dan harus datang saat itu juga. Tengah malam ia berangkat dan membawa kendaraan sendiri untuk sampai di klinik bersalin.

Tiba ia di klinik ia bersiap memakai baju kebanggaan, ia terlihat hebat dengan seragam putihnya, membuat semua orang terkagum dengan keuletan dan ketangkasannya dalam membimbinng wanita yang akan melahirkan.

“Ayo bu, dalam hitungan ketiga ibu tarik napas ambil pelan-pelan lalu keluarkan ya bu, oke, terus bu, baik, langsung ayo keluarkan.”

Kemudian suara tangisan bayi terdengar nyaring di area kerja saat itu, ia menggendong dan membersihkannya sedangkan yang lainnya memberskan sisanya seperti menjahit dan membersihkan area pada saat orang sedang melhirkan.

Saat membimbing seseorang dalam melakukan persalinan, tidak boleh ada rasa gugup meski duara terakan pasien menggema, ia harus fokus untuk segera menyelamatkan bayi yang akan lahir dan Laura berhasil menjalani itu semua.

Orang tuanya teramat bangga padanya, meski harus berangkat tengah malam ia tidak pernah mengeluh namun justru lebih semangat.

Begitupun dengan hari-hari berikutnya ia menjalani dengan ringan hati dan selalu bersyukur bisa membantu banyak orang. Ia pulang kerja pukul 4 pagi, sesampainya dirumah bantal adalah tujuan pertamanya, tidak peduli dengan perut yang berbunyi hanya tidur yang di ingini.

“Laura apakah kau mau secangkir teh?” tanya nyonya avanty pada gadis yang masih mengenakan seragam putih dan terlentang dalam posisi mata terpejam.

“Baik mommy, letakkan saja di meja...” jawab Laura dengan pelan karena menahan rasa kantuk. Dan dalam hitungan menit ia mulai tak sadar karena tertidur.

Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan Laura dan teh pada pagi hari.