JoyNovel

Vamos ler O Mundo

APP aberto
Mengandung Anak Sang Casanova

Mengandung Anak Sang Casanova

Autor:Avaya0627

Concluído

Introdução
Gagalnya pernikahan membuat Elsie terpuruk. Setelah satu bulan menyiksa diri, Elsie ingin melampiaskan sakit hatinya. Atas saran dari seorang sahabat, akhirnya Elsie melakukan satu hal yang tidak pernah dia pikirkan selama ini. Yefta Smith, dia adalah pewaris Anderson Logistics, perusahaan pengapalan terbesar di Rock Union. Jutaan wanita mengatakan bahwa dia adalah pria kiriman surga. Terlalu sempurna karena lahir dengan wajah tampan dan kekayaan yang melimpah. Yefta Smith dijuluki sebagai pria tiga bulan. Hampir semua media menceritakan tentang hal itu. Yefta terkenal sebagai pemain wanita. Wanita yang bersamanya tidak akan pernah bertahan lebih dari tiga bulan. Yefta Smith adalah pria casanova yang hanya memanfaatkan wanita untuk menemaninya di atas ranjang. Kecerobohan Elsie menjatuhkannya pada ranjang panas Yefta. Yefta marah besar saat Elsie meninggalkannya sebelum dia bangun. Yefta merasa dipermainkan dan dia ingin membalas penghinaan tersebut. Sayangnya mereka tidak bertemu lagi. Yefta kehilangan Elsie. Bukan hanya kehilangan wanita itu, Yefta juga kehilangan hasratnya. Dia tidak bernafsu meskipun wanita sudah telanjang di depannya. Penyakit ini membuat Yefta semakin marah dan dia akan balas dendam pada Elsie. Bagaimana kelanjutan kisah Yefta dan Elsie? Baca terus kisah mereka di PELAMPIASAN SANG CASANOVA Boleh mampir juga ke cerita sebelumnya yang sudah tamat. Judulnya : KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILIARDER
Mostrar tudo▼
Capítulo

“Bisakah salah satu di antara kalian memberitahuku? Kenapa aku harus meninggalkan sofa yang nyaman hanya untuk membekukan pantatku di sini?” Elsie memelototi ketiga temannya yang menunggu dengan sabar di dalam antrean yang panjang bersamanya.

Sudah lebih dari satu jam mereka mengantre di antrean yang panjang seperti ular piton raksasa. Bahkan sudah satu jam, namun blok antrean itu belum juga bergerak.

Dari semua tempat nongkrong di Rock Castle, mereka harus memilih Crush, salah satu klub paling menantang untuk dimasuki. Ada kekesalan di hati Elsie karena tempat ini akan sangat ramai pada malam minggu. Apalagi DJ paling keren di kota akan menunjukkan kemampuannya.

“Kami melakukan ini untuk membantumu melupakan laki-laki brengsek itu,” jawab Sarah dengan nada pelan. Sarah adalah sahabat Elsie sejak SD. Manik-manik berbahan plastik bening menjuntai di ujung rambut panjangnya.

Di hari-hari biasa, Sarah akan tampil bagaikan gadis polos. Dia akan bertingkah lucu dan menggemaskan. Namun di hari baik seperti malam ini, dia akan terlihat sangat liar dengan rokok terjepit di jari-jarinya.

Bukan hanya kami yang putus asa dengan antrean panjang. Elsie memperhatikan jika banyak tamu yang sudah mulai gelisah karena ular antrean yang tak kunjung berubah.

“Sampai kapan kita akan seperti ini?” Elsie mulai kesal.

“Elsie sayang, kami sudah memberimu cukup waktu untuk meratapi laki-laki durjana itu.” Lydia menjawab sambil mengambil foto selfie. Dengan cepat dia mempostingnya di Instagram-nya. Dalam hitungan detik, ponselnya berbunyi tanpa henti dengan notifikasi dari jutaan penggemar yang memujanya. Lydia adalah YouTuber yang sangat sukses dengan video riasannya. Keahliannya dalam merias wajah telah melambungkan namanya. Dia bagaikan dewi penyelamat untuk kalangan wanita.

"Semakin cepat kamu melupakannya, maka semakin cepat juga kamu akan bahagia.” Natasha menambahkan sambil mengibaskan rambut pirang panjangnya ke atas bahu. Dia menarik kerah jaket kulit kesayangannya. Selama lima tahun Elsie mengenal Natasha, dia tidak pernah melihat sahabatnya itu mengenakan gaun. Untuk seorang wanita tomboy, Natasha sangat cantik. Dengan fisiknya yang tinggi ramping dan fitur wajah yang halus, Natasha sangat memikat meski tidak feminin.

Di antara mereka, Elsie adalah yang paling sederhana. Selama ini Elsie baik-baik saja dengan itu. Kulitnya putih pucat sehingga dia tidak akan pernah bisa menjadi cokelat meski berjemur di bawah sinar matahari. Elsie mencoba mewarnai rambut cokelatnya yang panjang beberapa kali, tetapi itu sangat tidak cocok untuknya. Bagian wajahnya yang paling mencolok adalah matanya yang cokelat. Sayang, dia selalu menyembunyikannya di balik kacamata berlensa tebal.

“Antreannya mulai bergerak. Kita harus maju,” ucap Lydia.

Elsie menghela napas dan memutar matanya. Teman-temannya bermaksud baik untuk membantunya, tetapi sebenarnya Elsie baik-baik saja dengan menghabiskan siang dan malamnya di depan TV sambil makan karbohidrat dan menikmati reality show yang mengerikan. Elsie merasa baik-baik saja dengan tidak menyisir rambutnya atau mengganti pakaiannya selama berhari-hari. Dia senang menangis sampai tertidur dan bangun dengan wajah bengkak dan mata bengkak. Elsie tidak ingin terburu-buru melalui kesedihannya.

Bagaimana bisa enam minggu cukup untuk melewati kenangan seumur hidup? Selama empat tahun dia merasakan kebahagiaan bersama tunangannya. Mereka membangun mimpi penuh harapan namun hilang hanya dalam sekejap.

“Jika dalam dua menit garis antrean ini belum bergerak ke depan, aku akan pergi dari sini,” ucap Elsie kesal. Dia memandang jauh ke depan dan memperhatikan antrean panjang hanya bergerak seperti siput yang hampir pingsan.

Sebuah Lamborghini berdecit di depan pintu masuk, diikuti oleh Ferrari dan Porsche. Sekelompok pria keluar dari mobil-mobil mewah itu. Mereka tampak seperti malaikat kiriman surga. Tinggi, tampan, dan sangat mempesona. Mereka melemparkan kunci mobil ke valet parking, dan segera berjalan ke pintu.

Mungkin karena antrean panjang yang sepertinya tidak akan bergerak sampai beberapa jam ke depan, Elsie menjadi kesal. Amarahnya pun bangkit saat melihat enam pria tampan melewati antrean begitu saja. Elsie kehilangan semua kesabarannya. Tanpa pikir panjang Elsie meninggalkan tempatnya dan menyerbu ke pintu masuk. Teman-temannya panik dan mengikutinya dari belakang.

Mendadak Elsie berhenti, paru-parunya berjuang untuk mengikuti pikirannya. Elsie menarik napas perlahan untuk mengembalikan pikirannya yang buntu. Elsie berharap keberaniannya secerah warna rambutnya malam ini. Namun entah kenapa tatapan pria itu membuatnya lumpuh.

"Elsie, jangan bikin keributan," Sarah mengertakkan gigi dan menarik lengan temannya.

Elsie tidak melihat alasan apa pun untuk bersikap sopan pada pria itu. Namun sekarang dia hampir membeku bahkan dia tidak bisa merasakan telapak kakinya yang menyentuh lantai.

Elsie meregangkan tubuhnya, memanggil kembali semua nyali yang sempat hilang. Dia berjinjit setinggi mungkin saat mencoba menyamai ukuran pria yang menjulang tinggi itu. Tetapi bahkan dengan stiletto Jimmy Choo-nya, Elsie masih harus mendongak untuk melihat wajah pria menyebalkan itu.

“Ada yang bisa saya bantu, Nona?” Pria itu bertanya dengan suara yang bisa melelehkan wanita mana pun. Bahkan dalam radius satu kilometer.

Seolah-olah pria itu belum cukup mematikan, dia juga memberikan senyuman di wajahnya. Fakta bahwa dia sangat menonjol memang sangat nyata. Yang dia lakukan selama lima puluh detik terakhir akan semakin menghancurkan Elsie.

"Aku tidak butuh bantuanmu," kata Elsie dingin. Dia sedikit membencinya. Sungguh pria itu tidak punya hak untuk menjadi begitu menarik.

"Baiklah kalau begitu!" Pria itu mengangkat bahu, memamerkan dua baris gigi yang lurus sempurna saat dia tersenyum. Gigi-gigi itu begitu putih sehingga Elsie mengira itu mungkin veneer. Tidak mungkin ada orang yang memiliki gigi yang begitu bagus dan bersih kecuali mereka memiliki dokter gigi yang sangat baik.

"Apakah Anda sudah selesai menatapku? Jika sudah selesai menatapku maka aku akan…"

Elsie mengangkat tangannya, kesal pada dirinya sendiri karena telah mempermalukan diri sendiri. Pria itu bahkan tidak merasa bersalah sama sekali. Elsie menatapnya tajam, dia membenci pria yang berbicara dengan begitu sombong dan lancang.

"Apakah Anda melihat semua orang itu?" Elsie masih memberanikan diri untuk memelototinya dan menunjuk ke garis tak berujung. "Mereka sudah menunggu lebih dari satu jam. Kamu baru datang dan melewati garis antrean yang sangat panjang. Itu sama sekali tidak sopan.” Terlihat kemarahan di wajah Elsie.

"Apakah Anda akan menghentikan saya, Tuan Putri?" Alisnya yang tebal terangkat, matanya berbinar geli.

Elsie sangat ingin menghapus seringai dari wajah pria itu dengan kepalan tangannya yang kecil. Tetapi dia adalah orang yang terpelajar. Elsie tidak harus menggunakan tangannya untuk membuktikan pendapatnya.

"Jika Anda memiliki kesopanan, Anda akan melakukan hal yang benar dengan mengantre seperti orang lain,” jawab Elsie. Mata coklatnya yang bersembunyi di balik kacamata sedang berkedip marah.

Keheningan menyelimuti kerumunan kecil yang berkumpul di sekitar mereka. Teman-teman Elsie terus menariknya. Elsie tidak peduli. Meski dia sempat terpaku karena tatapan pria itu, namun dia menolak untuk diintimidasi. Dia akan terus memperjuangkan pendapatnya.

"Kurasa aku bukan orang yang baik sekarang." Pria itu mengembuskan napas mint ke wajah Elsie. Kemudian dia mengangkat bahu dan mengembalikan perhatiannya ke penjaga.

Pria itu menunjukkan beberapa catatan pada penjaga. Dia melambaikan tangan pada kelompoknya. “Mereka bersama kami,” ucapnya sambil melihat Elsie dan teman-temannya.

Note : Hai readers.... saya Avaya0627 bekerja sama dengan hotbuku. Jadi cerita ini ada dalam versi bahasa inggris dan indonesia, ya. Terima kasih untuk pengertiannya.