JoyNovel

Vamos ler O Mundo

APP aberto
Badboy

Badboy

Autor:Shin24

Concluído

Introdução
Tak lama mungkin aku gila karena tingkah laku sih Dea yang terus mengejar cowok-cowok ganteng layaknya poster boyband yang terpampang di kamar nya itu. Yah iya sih, siapa sih cewek yang gak mau punya pacar ganteng, manis, mancung di tambah lagi gaya yang layak nya seperti badboy tapi cool. Aku pun menginginkan lelaki seperti itu, tapi mana mungkin di kota ini ada lelaki seperti oppa-oppa korea itu. Berjalan seiring nya waktu ada anak pindahan ke sekolah kami, dan tak di sangka itu menjadi incaran Dea, sahabat ku. Sosok lelaki yang misterius bagi ku. Aku tak tahu latar belakang nya, bahkan aku tak tahu info tentang nya. Biasa nya kalau aku sudah kepo semua informasi akan bisa dengan gampang ku dapat kan, tetapi kenapa susah sekali mendapat info sih badboy ini? Di sekolahan juga teman nya gak banyak amat bisa di bilang cuma hitungan jari. Di bilang ganteng yah ganteng banget, cuma sikap nya seperti robot, dingin dan agak aneh sih bagi ku. Semakin penasaran aku di buat lelaki ini.
Mostrar tudo▼
Capítulo

Aku memandangi setiap sudut kamar yang penuh dengan poster boyband korea di sini. Rasanya mata ku panas menatap poster cowok-cowok ganteng yang ada di depan mata ku saat ini. Terutama pose oppa korea yang menggunakan sweater hitam, rambut yang acak-acakan tapi cool, di tambah lagi tatapan maut nya itu. Seketika aku sesuatu terlintas di otak ku, kapan aku bisa mendapatkan lelaki idaman seperti oppa-oppa yang ganteng ini. Tampang yang ganteng, manis, mancung, kelihatan seperti badboy tapi cool gitu. Please Tuhan kirimkan lah aku satu saja lelaki seperti yang ada di poster ini.

"Eh, ngapain lo gitu amat liatin cowok gue"? Suara Dea mengejutkan aku yang sedang memperhatikan poster cowok yang ada di depan ku saat ini.

"Dih, dasar. Gue cuma heran aja, kenapa lo banyak banget koleksi poster boyband-boyband korea ini?". Tanyaku pada Dea yang sedang mengeluarkan sesuatu dari dalam plastik hitam yang sejak dari tadi ada di tangan nya.

"Gue fans aja sama cowok-cowok yang modelan nya begini." Jawab nya dengan ekspresi senyum genit. Saat ia mengeluarkan isi yang ada dalam plastik itu,ternyata oh ternyata adalah poster cowok dengan style bad tapi cool banget, astaga ganteng banget ya Tuhan.

"Astaga? Poster cowok ganteng lagi? Ku pikir tadi makanan." Sungut ku pada sih Dea.

"Iya nih .. hehehe.. biar tiap pagi bangun tidur mata ku segar melihat para cogan yang sedang menatap ku saat bangun tidur." Dasar Dea, sepertinya dia sudah mulai gila. Hobi sekali dia menempel poster-poster cowok yang ganteng nya pake banget. Curiga ku setiap malam sebelum tidur dia pasti menciumi satu persatu poster nya itu. Saking gila nya dia dengan para boyband korea apa lagi yang tampang nya cool, tipe cowok yang di cari nya pun harus sama persis dengan cowok idola nya. Parah banget tuh anak, mana ada di kota ini cowok seperti itu, ada-ada saja sih Dea.

Tapi cewek mana sih yang gak mau punya cowok sekeren itu termasuk aku. Tapi aku tak separah Dea sampai memenuhi dinding kamar dengan wajah oppa korea yang ganteng itu. Terlalu berlebihan bagi ku kalau seperti itu.

"De, habis ini temenin aku ke mall yuk, mau cari novel baru." Pinta ku pada Dea yang sedang sibuk menempelkan poster yang baru di beli nya itu ke bagian dinding kamar nya yg kosong.

"Hem, boleh tapi setelah itu kita pergi ke toko kaset yah" Tuh kan bener dugaan ku, aku sudah tau dia mau kemana dan ku tebak dia akan membeli film yang baru saja rilis. Pemain utamanya adalah Nick Kunatip, sih cowok thailand ganteng itu. Aku fans berat sama Nick. Awal cerita sih Dea bisa ikutan fans sama dia karena waktu itu aku baru saja menemukan film yang di perankan oleh sih ganteng Nick. Lalu ku ajak sih Dea untuk menonton film kedua nya, eh akhirnya dia malah ikutan ngefans juga.

"Oke deh, cepat selesai kan dulu tuh kerjaan mu." Sambil menunggu Dea selesai aku mencomot satu burger yang baru saja di bawa oleh sih bibi ke kamar nya. Tak heran jika aku dan dea bisa mempunyai hobi yang sama, kesukaan yang sama dan masih banyak lagi. Aku dan Dea sudah bersahabat sejak kecil sampai sekarang pun kami masih bersekolah di satu tempat yang sama, bahkan satu kelas pula. Senang nya, bisa sekelas sama sahabat gila ku itu. Waktu masuk ke kelas tujuh kami pernah pisah kelas, karena pemilihan acak dari sekolah. Saat kenaikan ke kelas delapan akhir nya kami satu kelas kembali hingga sekarang kami kelas sebelas. Rumah kami pun sejalur cuma beda blok aja.

Asik banget rasanya punya sahabat yang sudah sefrekuensi sama kita, gak perlu jaim, dan setiap ada masalah, selalu saling membantu. Pokoknya susah, senang di lewatin bareng deh.

"Gue udah selesai nih Ra, lo udah siap belum?" Aku yang sedang rebahan sambil mendengarkan lagu spontan bangun dan segera mengganti baju.

"De, minjam baju mu yah hehe.." aku langsung membuka lemari baju Dea dan langsung memilih baju yang akan ku pakai.

"Iya pilih aja sana mau yang mana, sekalian lo angkut aja sama lemari gue kerumah lo" Mendengar kalimat yang di lontarkan Dea aku langsung tertawa terbahak-bahak. Gak merasa sakit hati dan terhina, dengan sengaja ku menggeser lemari nya.

"Eh mau ngapain lo gila?" Teriak Dea

"Mau mindahin angkut lemari lo ke rumah gue" jawab ku dengan muka yang sangat serius

"Anjir, gak gitu juga bangke." Sambil mendorong bahu ku, aku yang tak trima mendorong nya balik. Kemudian kami pun tertawa bersama, karena adegan saling dorong mendorong serta berdebat yang tak selesai itu.

"Jadi gak sih kita pergi? Ntar kesorean nih" Aku yang sudah lelah berdebat dengan dea langsung mendorong nya masuk ke dalam kamar mandi biar cepat untuk bersiap-siap. Sekalian ku lempar kan handuk ke dalam kamar mandi untuk nya.

"Woi kampret basah handuk gue, main lempar-lempar aja lu" Teriak sih Dea dari dalam kamar mandi. Bodoamat, aku sudah tak sabar mau membeli novel baru. Sambil menunggu Dea selesai ,aku kembali ke atas kasur dan mengeluarkan beberapa makeup yang ada di tas ku. Dari pada aku gak ada kerjaan mendingan aku makeup dulu, biar gak kucel ketika mau pergi nanti. Ku oles tipis lipthin kesukaan di bibir ku kemudian aku memakai bedak sedikit di wajah ku biar gak kelihatan lusuh.