JoyNovel

Vamos ler O Mundo

APP aberto
Kesabaran Belum Berpenghujung

Kesabaran Belum Berpenghujung

Autor:Rani. R

Concluído

Introdução
Cerita ini mengisahkan tentang seorang wanita yang memiliki kesabaran yang luar biasa dan sudah melampaui batas sabarnya, dia mengalami berbagai macam rasa seperti tekanan batin, dibandingkan, di caci dan dimaki, namun dia percaya suatu hari nanti akan ada cahaya terang didalam kegelapan, akan ada kedamaian dalam kesunyian yang menggerogoti hatinya, dia hanya berharap sama sang pencipta langit dan bumi, dia jarang berkomunikasi dan bercerita dengan orang-orang disekitarnya tentang masalah hidupnya yang terlalu pribadi, karna menurutnya bercerita sama orang tidak ada gunanya, bisanya didepan dibela tapi dibelakang malah diomongi, dia bercerita tentang ubi bisa-bisanya nanti udah jadi kolak, itulah hal yang terbesar yang paling ditakutinya, dia merasa didunia ini bagai tak punya teman seperti dia semasih duduk dibangku sekolah dan kuliah. hari yang aku lalui terus berjalan sebagaimana mestinya dan layaknya manusia biasa, aku berjalan dengan tegak menyibakkan seluruh gemuruh hati dan ingin menatap dunia yang nyata dan fana ini, aku selalu berusaha menyembunyikan seluruh perasaan sedih yang tanpa orang lain tau apa yang sedang terjadi dengan aku dan hatiku.. Ara adalah salah satu temannya yang baru dia kenal sekitaran beberapa tahun dialah yang selalu membantu suntikan dana tuk menunjang keberlangsungan hidupnya, berapapun yang diminta ke Ara akan selalu ditransfernya, kadang-kadang yang dipinjam bulan lalu belum dilunasinya tapi yang lain sudah dipinjam lagi. dengan rasa sabar yang extra ordinary terhadap sang Rani, Ara selalu membantu tanpa pamrih, Rani merasa berhutang Budi sama ara. Allah pertemukan sosok Ara yang begitu hamble dengan Rani, Allah titipkan rezeki Rani melalui Ara, Ara-lah salah satu penyelamat ekonomi Rani, si manusia yang berhati malaikat. yuk simak kisahnya Rani sang wanita kuat bermental baja
Mostrar tudo▼
Capítulo

Kesabaran mulai diuji setelah rumah selesai dibangun…rumah sudah berdiri namun belum 100 persen siap. Ketika itu anak kedua ku sudah hampir memasuki 9 bulan. Kami belum bisa menempati rumah baru. Karna jendela dan pintu belum selesai. Sedangkan kami harus segera pindah karna adik bungsu ku mau nikah dalam beberapa bulan kedepan. Kamar yang aku tempati akan berganti pemilik. Aku mulai resah karna tabungan kami sudah habis. Dan saat itu suami ku sudah tidak kerja lagi karna kontrak kerjanya sudah selesai. Listrik belum ada begitu pula dengan air. Gmn mau nempati rumahnya kalau kebutuhan pokok tersebut belum ada. Aku harus memutar otak ku bagaimana cara mendapatkan uang begitu juga dengan suami sudah mulai tak nyaman lagi. Lagi lagi dan lagi harus membutuhkan kesabaran yang ekstra. Aku punya ide tuk main arisan uang.

Aku cari beberapa anggota agar bisa uangnya banyak. Akhirnya terkumpullah beberapa orang hingga nominal angkanya lumayan banyaklah hampir 6jutaan. Aku mulai berfikir kalau bikin daun pintu dan jendela yg bagus pasti tidak akan cukup. Dan kami putuskan buat dengan triplek dan beberapa kayu tuk bingkainya agar kuat. Kami cat dan kelihatannya sekilas seperti pintu mahal bahkan orang gak tau itu terbuat dari triplek dan ada beberapa kawan suami mereka tidak percaya sampai mereka ketok- ketok triplek nya baru percaya. Stelah itu semua siap dibuat suami aku. Bukan berarti itu sudah selesai masih ada masalah lain..

untuk pasang lampu juga butuh biaya jutaan begitu pula dengan air

sumur bor

Alhamdulillah gaji aku keluar dirapel 2 bulan akhirnya cukup tuk pasang lampu. Tinggal mikir air gmn caranya. Waktu terus berlalu dan pernikahan adik sulung ku semakin dekat tinggal beberapa bulan lagi. Akhirnya Alhamdulillah gaji dirapel lagi plus dapat arisan lagi jadi aku kumpulin tuk pasang sumur bor dengan berkat kesabaran dan kegigihan aku sama suami semuanya mencapai target sebelum jatuh tempo adikku nikah kami sudah pindah total dan mengangkut semua barang-barang aku dari rumah Mak. Sebelum pindah total kami hanya tidur malam aja. Karna kamar mandi belum selesai kami mengangkat air dari rumah Mak yang kami diisi dalam beberapa galon. Pas pagi aku pulang lagi kerumah Mak dan siap-siap berangkat kerja sekalian mengantar anak pertamaku kesekolah.

Hari-hari terus berlalu masalah bertubi-tubi datang yang membuat aku dan suami harus kuat demi anak-anak kami. Hingga adikku nikah.

Ketika kami sudah menempati rumah baru Alhamdulillah suami masih dipercayakan Allah tuk kerja diproyek dan uang hasil kerjanya bisa tuk beberapa bulan kedepan.

Dan Alhamdulillah nya uang aku ikut lomba sebagai Tata usaha berprestasi juga Uda cair. Sekiranya cukuplah untuk pegangan dirumah baru. Aku beli berapa alat tempur didapur mixer untuk bikin kue dll, karna rencananya mau bikin usaha kue basah nitip diwarung orang. Namun itu kebahagian sesaat. Ketika menjelang bulan puasa mulai lagi masalah keuangan. Ini betul- betul diluar prediksi dan tidak pernah terpikirkan seperti ini yang akan terjadi.

Hari megang tinggal beberapa hari lagi tabungan suami betul-betul sudah kosong 3 hari sebelum megang aku menangis tiap hari tiap malam memikirkan bagaimana nasib anak-anak ku. Sedih banget tidak tau harus berbuat apa. Gaji aku belum ada kejelasan selama 3 bln belum terbayarkan. Aku telpon mertua menangis sejadinya bukan mengadu masalah kami tak ada uang. Tapi sedih kami gak bisa kirim uang tuk mereka.

untung punya mertua dan keluarga yang mengerti kami dalam segala hal, aku bersyukur punya mereka semua dan aku juga bersyukur punya orang yang selalu mendukung aku dan mas umang dalam semua urusan, kalau mereka punya kelebihan rezeki tidak segan-segan berbagi dengan anak cucunya, tapi cuma dengan kami aja ya, dengan anaknya yang lain juga ada sebenarnya tapi jarang, lebih seringnya dengan kami dan cucu perempuan satunya yang lumayan dekat dengannya, cucu perempuannya satu lagi sangatlah jauh, jadi kalau mau ngasih sesuatu agak susah dan mereka juga rame disana ada beberapa keluarga.

beruntung kali jadi Harum enak ya, banyak yang sayang juga banyak yang memperhatikan dia kata rizka, ammah mau kayak gitu katanya lagi, kami semua ketawa mendengar ocehannya Rizka, ada - ada aja rizka nih, entah kenapa dia bisa berfikir sedemikian rupa, aneh memangnya yang satu ini

Bersambung....