JoyNovel

Vamos ler O Mundo

APP aberto
ILLECEBRA

ILLECEBRA

Autor:Kim mieya

Concluído

Introdução
Jauza seorang dokter wanita spesialis anak yang tanpa sengaja masuk kedua lain, dunia yang penuh dengan peperangan dan persaingan, siapa yang kuat akan bertahan sampai akhir. Jauza terlibat cinta segi tiga dengan saudara kembar yaitu Guan Yu dan Guan Ma, perjuangan menghiasi perjuangan cinta mereka bertiga. Guan Ma yang haus akan kekuatan dan kekuasaan mendapatkan dilema karena mengorbankan rasa kasihnya pada saudara kembarnya Guan Yu.
Mostrar tudo▼
Capítulo

Malam ini sungguh indah langit bermandikan bintang dimana-mana, gadis itu duduk termenung sendiri di samping kolam renang menikmati keindahan malam ini.

Senyum itu mengembang saat ada salah satu bintang terlihat terbang di langit, saat itu juga mata indah itu tertutup. 

"Semoga tahun ini menjadi tahun terindah dalam hidupku, keberuntungan selalu menyertaiku," Gadis ini akan menikah tiga bulan lagi doanya tak lain tak bukan hanya untuk hari bahagianya nanti dengan kekasihnya. 

Jauza menghela nafas panjang bekerja seharian membuat badannya sakit, pasein hari ini cukup banyak, Jauza adalah seorang dokter spesialis anak, dia merasa hidupnya sudah cukup lengkap, Jauza sudah bisa membahagiakan orang tuanya bisa membiayai sekolah adiknya, mempunyai pekerjaan bagus dan kekasih yang telah siap untuk meminangnya. 

Angin malam ini sedikit lebih sejuk dari pada biasanya, Jauza meminum kopinya yang sudah mulai dingin, meski malam mulai larut Jauza masih enggan beranjak dari tempatnya, malam ini terlalu indah untuk di lewatkan. 

Tiupan angin membuat daun-daun berguguran menambah indahnya malam ini, pandangan Jauza terpana oleh bunga yang jatuh di dalam kolam entah mengapa Jauza ingin sekali mengambilnya, sayang jika bunga seindah itu tenggelam di dasar kolam, kedua tangan jauza memegangi bunga besar itu, baunya sunguh-sunguh harum. 

Namun satu pertanyaan besar melintas dibenak Jauza, dari mana asal mula bunga indah ini, Jauza tidak pernah menanam bunga macam ini dan baru kali ini ia melihat bunga indah nan elok jangankan namanya jenis apa ini Jauza pun tak tau, seperti bunga teratai namun bukan bunga teratai.

Belum sempat Jauza mendapat jawaban akan pertanyaan itu, Jauza mencium harum yang begitu memabukkan dari bunga itu, harumnya seakan akan membius Jauza untuk tidur, kepalanya terasa berat, tubuhnya lemas dan ahirnya Jauza tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri dan jatuh kekolam. 

Sebenarnya Jauza bisa berenang, namun entah mengapa jika saat ini kakinya terasa berat, dia sudah mengerahkan seluruh tenaga yang dia punya namun tetap saja dia merasa tetap berada di tempat dan tidak maju sama sekali, oksigen di dalam paru-parunya serasa sudah habis, tekanan dalam air terasa sakit dan berat di dadanya.

Pandangannya mulai kabur samar-samar Jauza melihat burung yang sangat besar terbang di atasnya, tunggu sebentar bukan burung, dia manusia tapi kenapa punya sepasang sayap, apakah seorang malaikat, mungkin benar seorang malaikat, apakah dia mati karena terjebur ke kolam renang, bukan ini doanya dia ingin bahagia di tahun ini namun yang dia dapat malah malaikat pencabut nyawa yang datang.

Manusia bersayap itu membopong tubuh Jauza yang basah ketepi danau, meski pandangan Jauza kabur namun Jauza engkan memalingkan pandangan dari manusia bersayap itu. 

"Ternyata malaikat pencabut nyawa setampan ini," Jauza bicara pada dirinya sendiri tubuhnya masih berbaring di atas rumput dengan baju basahnya. 

"Sadarlah ...!" suara laki laki itu berat dan dalam namun sangat indah saat masuk kedalam telinga. 

Laki-laki itu menepuk-nepuk pipi Jauza hingga Jauza tersadar kalau dia tidak meninggal.

"Kamu siapa?" Jauza tak dapat mengalihkan pandangannya dari manusia bersayap yang telah menyelamatkan hidupnya, namun saat ini Jauza tidak lagi melihat kemana sayap itu berada.

"Harusnya aku yang bertanya padamu apa yang kamu lakukan malam-malam di tengah danau?" Laki-laki itu balik bertanya pada Jauza.

"Danau apa? aku terjebur di kolam re ....!" Jauza tak melanjutkan bicaranya karena terpana dengan apa yang dilihatnya sebuah danau besar berada di sampinya meski malam hanya sinar rembulan yang menyinari Jauza masih bisa membedakan antara kolam renang dan danau. 

"Ini dimana?" Jauza memegangi kepalanya sambil melihat sekeliling. 

"Dasar gadis bodoh," Manusia bersayap itu memukul jidat Jauza ringan. 

"Aaauu ... kenapa memukulku?" Jauza masih belum mengerti mengapa dia mendapatkan sebuah pukulan di kepalanya.

"Dimana kau tinggal aku akan mengantarmu kembali?"

"Perumahan SH no 89" jawab Jauza dengan masih memegangi jidatnya namun manusia bersayap itu memandanginya dan alisnya berkerut juga mulutnya terbuka menandakan tanda ketidak tahuanya. 

Guan Yu tidak mengerti sama sekali dengan apa yang di ucapkan oleh wanita gila ini.

"Siapa namamu?"

"Jauza," Jauza merasa jika tubuhnya mulai menggigil kedinginan, dia tidak biasa mandi malam apalagi mengunakan air dingin.

Manusia bersayap itu bernama Guan Yu dan sekarang dia sedang memegangi kepalanya karena pusing, Jauza dan Guan Yu berdebat yang tidak berujung, perdebatan mereka mengenai rumah Jauza, namun Jauza sendiri tidak mengetahui bagaimana menjelaskan pada Guan Yu, Jauza sudah mengatakan yang sebenarnya namun sayangnya dia salah alam, Guan Yu berpikir jika gadis ini gila, pakaian yang dikenakannya dan cara bicaranya sangat berbeda, mungkin dia gadis gila yang datang dari kota yang jauh dan sekarang tersesat di sini.

Guan Yu memutuskan membawa Jauza pulang bersamanya karena tidak tau lagi harus berbuat apa, tidak mungkin Guan Yu meninggalkan dia sendirian di dalam hutan, Guan Yu melihat jika dia hanya manusia biasa yang bodoh.

Dengan satu ayunan jari saja yang mulanya pakaian basah yang dikenakan Jauza telah berganti dengan yang baru, mulut Jauza sudah terbuka ingin mengungkapkan kekagumannya namun terpotong oleh suara bariton milik Guan Yu.

"Simpan kekagumanmu untuk hal yang lain masih banyak hal yang pastinya akan membuatmu terpana, alam ini tak sama dengan alam yang kau tinggali sebelumnya, lekas tidurlah aku juga ingin menenangkan pikiranku yang kacau ini," Suaranya berat dan dalam namun sangat menenangkan hati Jauza tampa protes Jauza berbaring dan terus mamandang Guan Yu yang sedang duduk bersila tak jauh darinya. 

Sinar rembulan memantul kewajah Guan Yu yang menutup matanya napasnya sangat teratur terlihat sangat damai.

"Kenapa tak kunjung tidur?" suara berat itu mengagetkan Jauza.

"Aku tidak terbiasa tidur ada orang asing di sampingku."

"Baiklah aku akan keluar."

"Jangan, aku masih takut dengan tempat ini sangat asing dan menakutkan untukku, baiklah aku akan tidur," Jauza memejamkan matanya namun entah mengapa ia merasa tidak mengantuk sama sekali, Jauza mencuri pandang ke Guan Yu sambil mengagumi dalam hati ia belum percaya apa yang dilihatnya ini. 

Jauza memandangi Guan Yu dari ujung kepala sampai ujung kaki, sosok yang sangat mengagumkan rambut panjang yang sangat indah wajahnya bagai karya  bahatan tak ternilai harganya produk tampa cacat, jubah hitam menambah nilai wibawanya apalagi saat dia terbang, itu sangat mengagumkan, Jauza masih belum percaya benar apa yang dilihatnya  mungkinkah dia bermimpi indah yang sangat panjang, sosok di depannya ini terlalu indah untuk menjadi nyata apakah dia masuk kedalam dunia anime meski di bukan penggila anime namun tak dapat di pungkiri bahwa ia sering menonton anime cerita-cerita fiksi itu sangat menarik tak menyangka bahwa hari ini dia bisa langsung merasakanya. 

"manusia bodoh," Guan Yu tersenyum namun masih dengan menutup matanya, Guan Yu mempunyai kemampuan bisa membaca apapun yang di pikirkan Jauza dan sekarang Guan Yu juga tenggelam dalam sejuta pertanyaan yang ada di benaknya, Guan Yu tidak lagi ingin mengetahui apa yang ada di otak Jauza, itu malah membuatnya pusing, bahasa anehnya membuatnya bingung.

Hari ini adalah hari kelahirannya, dalam dunia peri seorang peri bisa meminta satu kali dalam hidupnya dihari kelahiranya, malam ini Guan Yu meminta bintang keberuntungan namun belum juga terkabul malah menemukan seorang manusia bodoh yang tak tau berasal dari mana. 

Guan yu memandang Jauza yang sudah mulai terlelap, Guan Yu kaget sendiri. manusia bodoh ini bernama Jauza bukankah  Jauza bermakna bintang, apakah Jauza adalah bintang keberuntungannya, apa keistimewaan manusia ini, Guan yu menerawang aura yang keluar dari tubuh Jauza hanya berwarna putih namun Guan Yu memperhatikan kembali ada sedikit warna pink namun hanya samar tak begitu kuat aneh sekali, Guan Yu belum pernah melihat aura seperti ini. 

Dalam dunia peri aura sangat penting karena aura bisa menunjukkan kekuatan, aura putih itu untuk manusia biasa atau peri yang sama sekali tidak mempunyai kekuatan, aura hijau untuk peri dengan kekuatan rendah,aura kuning tingkatan selanjutnya, aura biru untuk peri berkekuatan menengah dan aura merah untuk peri yang mempunyai kekuatan paling kuat dan satu lagi aura hitam aura untuk peri jahat kebanyakan mereka peri setengan iblis.