JoyNovel

Vamos ler O Mundo

APP aberto
AFIAN JUNIOR UNTUK AFIAN

AFIAN JUNIOR UNTUK AFIAN

Autor:ALICE

Concluído

Introdução
Afian, seorang pengusaha muda yang tampan. Anak tunggal dari keluarganya. Sudah memiliki kekasih. Tapi sang kekasih belum ingin menikah dan punya anak dengan Afian. Dia masih ingin mengejar cita-citanya, menjadi model yang sukses di Paris. Mita, seorang pelayan di hotel milik keluarga Afian. Afian diberi obat oleh mamanya. Hingga dia tidur dengan Mita malam itu. Melakukan hal yang tak seharusnya. Mita mencoba menghilang. Tapi mama Afian mencarinya. Nila sudah sangat ingin cucu. Dia memeriksa cctv hotel miliknya dan menemukan kalau malam itu Afian tidur dengan seorang gadis. Tapi bukan kekasihnya. Nila datang menemui wanita itu dan meminta mita untuk tinggal di rumahnya. Selama dua bulan paling lama. Kalau dia tidak positif hamil. Nila akan melepaskannya. Tapi kalau kita positif hamil. Nila akan menahan Mita sampai melahirkan. Dua bulan kemudian. Mita hamil. Tapi kekasihnya kembali. Dia tak terima kalau kekasihnya direbut wanita lain.
Mostrar tudo▼
Capítulo

Malam itu harusnya Afian tidur dengan tunangannya di sebuah hotel yang sudah disiapkan oleh omanya sebagai hadiah untuk keduanya yang sudah akan menikah. Tanggal pernikahan sudah ditentukan. Tapi ternyata...

"Fi, maaf banget. Aku gak bisa kita nikah cepet. Kita undur ya, tiga atau empat tahun lagi. Lima tahun lagi deh."

Afian janjian dengan Kinanti di sebuah restoran dekat hotel. Tadinya untuk merayakan hari jadi mereka. Bukannya berbahagia, Afian malah dibuat kecewa oleh tunangan sekaligus calob istrinya itu.

"Kenapa? Mama aku gimana? Mama udah pengen gendong cucu Ki?"

Afian meraih tangan kinanti dan menggenggamnya erat. Menciumi punggung tangan kinanti. Berharap kalau kekasihnya itu akan luluh dan merubah lagi keputusannya. Meralat ucapannya.

"Sorry fi."

Tapi kinanti segera menarik tangannya dari genggaman afian. Keputusan kinanti sudah bulat. Dia mendapatkan tawaran pekerjaan bagus sebagai desainer di luar.

"Kamu tau banget kan. Ini impian aku. Kalau aku nikah sama kamu, aku hamil dulu, pasti repot fi nanti."

"Maafin aku ya. Aku harus pergi."

Malam ini adalah malam penerbangan kinanti ke paris. Sebenarnya dia sudah mendapatkan email panggilan dari beberapa minggu yang lalu. Dia ingin menceritakannya pada Afian. Tapi, Kinanti berpikir mungkin afian tak akan menyetujuinua. Jadi kinanti memilih untuk mengatakan ketika dia akan pergi. Tadinya tak mau pamit pada afian, tapi dia sudah janji datang ke restoran.

"Artinya gimana? Kita putus atau gimana? Aku bisa nikah sama wanita lain atau gimana?"

Afian berteriak membuat kinanti terhenti. Kinanti menoleh tak percaya pada afian.

"Terserah kamu. Aku gak bisa pastikan aku juga gak bakalan suka sama cowok lain diluar sana."

"Ok!"

Kinanti pergi meninggalkan afian yang marah, kecewa juga sedih. Kinanti meninggalkan restoram itu. Afian frustasi. Dia meminta pelayan untuk membawakan banyak minuman. Hingga afian habid beberapa botol. Tak mau pulang dalam keadaan hancur. Afian memilih untuk ke kamar hotel yang sudah dipesankan mamanya afian.

Dengan langkah gontai dia memasuki hotel dan kamar itu.

Disisi lain ada cleaning service yang diminta masuk untuk memeriksa dan membersihkan kamar itu. Afian yang mabuk malah melihat gadis itu seperti kinanti.

"Kinanti."

Afian dari belakang langsung memeluknya. Gadis cleaning service itu mencoba melepaskan diri dari pelukan afian. Tapi tubuh afian sangatlah kuat dan kekar. Dia tak ada apa-apanya.

"Aku sayang banget sama kamu. Aku gak bisa hidup tanpa kamu."

Afian bahkan sudah hilang kendali. Dia mencium bahu gadis itu dari belakang. Tak perduli gadis itu mengenakan seragam cleaning service.

"Tuan tolong lepaskan saya. Saya bukan kinanti." kata gadis itu memohon pada afian.

Tapi afian tak perduli.

Afian malah mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh keatas tempat tidur hotel. Gadis itu mencoba lari, tapi tertangkap afian kembali. Afian menahan tubuh gadis itu dengan sangat kencang. Hingga dia tak bisa kemana-mana.

Afian sangat mabuk dan juga panas. Dia melepaskan jas yang ia kenakan hingga melepaskan satu persatu kancing baju gadis dibawah kungkungannya itu.

"Tuam saya mohon."

Gadis itu menangis dan meronta. Tapi Afian tak perduli. Afian bahkan melepaskan semua pakaian sang gadis. Dia sudah pasrah, tak bisa apa-apa hanya menangid. Afian menikmati tubuh gadis itu. Dari mulai menciumi aroma tubuhnya, setiap lekuk tubuhnya. Hingga afian memakai memasuki milik sanh gadis.

Gadis itu berteriak kesakitan. Itu kali pertama untuknya. Dia sudah menangis sejadi-jadinya. Hingga afian lelah dengan permainannya sendiri. Afian menjatuhkan tubuhnya disamping gadis itu dan mulai memejamkan mata.

Begitu dilihatnya ada kesempatan, gadis itu mengenakan kembali pakaiannya dengan menangis. Selesai mengenakan semuanya dia langsung bergegas keluar dari kamar hotel itu.

Dia tak henti menangis di ruang kerjanya.

*

Sinar matahari pagi masuk disela-sela jedela kamar hotel tempat afian tidur. Afian terbangun dan melihat sekelilingnya. Kepalanya terasa berat. Afian mencoba duduk. Dia melihat kesekeliling, bajunya berserakan di lantai. Ada apa?

Drett ...

Ponsel afian berdiring. Dia mencari-cari ponselnya yang ternyata tergeletak dibawah dengan celananya. Afian turun dan mengambil semua pakaiannya. Dia masuk ke kamar mandi, tadinya ingin mengenakan pakaian. Tapi rasanya ada yang aneh dengan badannya. Sakit semua. Afian memutuskan untuk mandi lalu mengganti baju. Dia akan menelfon sekertarisnya untuk mengantarkan baju ke kamar hotel.

"Halo bay."

Afian menelfon bayu, sekertaris juga sahabatnya. Afian berbicara sambil mandi dibawah guyuran air shower hotel.

"Iya fi." jawab bayu dari sebrang sana.

"Gue bisa minta tolong gak. Bawain jas ke hotel."

"Bisa."

"Thanks ya."

Sambungan telfonnya terputus. Afian mengirimkan lokasinya kepada bayu. Bayu pun bergegas mengantar ke tempat afian. Sementara bayu belum datang, afian keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit menutupi tubuh bagian bawahnya.

Tok tok ...

Tak lama afian mendengar suara orang mengetuk pintu hotelnya dan memencet bel hotelnya. Afian berjalan ke arah pintu untuk membukanya.

"Hai, masuk."

Afian mempersilakan bayu yang datanh membasakan jas. Bayu masuk dan memberiman satu set jas yang tergantung rapi dan masih wangi, dengan plastik yang membungkusnya.

Afian mengambilnya dan segera ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Bayu duduk sambil menonton televisi di hotel.

"Materi buat meeting hari ini sudah siap semua kan?"

Afian sudah selesai mengenakan baju. Dia keluar dari kamar mandi sambil mengancingkan jasnya.

"Sudah. Tinggal di cek ulang elo aja." jawab bayu melirik afian.

Afian cerita soal kinanti, yang harusnya malam ini mereka tidur bersama. Bayu penasaran apa mereka jadi tidur bersama.

"Emm, kinanti sama lo jadi produksi anak?" tanya bayu to the point.

"Boro-boro dia masuk kamar hotel. Kabur di ke paris. Semalem pamit katanya dapat tawaran bagus. Gak mau nikah dulu."

Afian menceritakannya dengan sangat tenang. Sementara sahabatnya yang sudah tau kisah cinta keduanya itu cukup prihatin.

"Lo gak apa-apa?" tanya bayu menatap bos dan sahabatnya itu.

"Waktunya kerja bay."

"Ok!"

Afian sangatlah profesional, ketika sudah masuk jam kerja, masuk kantor semua urusan percintaan dan lain-lain harus ditinggalkan. Afian keluar dari kamar hotel diikuti dengan bayu yang jalan dibelakangnya.

Mereka ke kantor untuk meeting. Sementara di rumah afian, ada mamanya yang menunggu kabar baik dari pihak hotel. Memastikan afian meminum minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang. Begitu juga dengan kinanti.

*

Kinanti ada di pesawat kelas vvip. Hanya ada beberapa orang disana. Kinanti mendapat undangan khusus. Tiba-tiba saja dia merasa terangsang dan panas. Kinanti tak bisa menahan hasratnya sehingga dia bermain dengan pria di pesawat itu.

Seorang co pilot yang kebetulan lewat di toilet pesawat dan mendengar kinanti bermain didalam sendirian. Kinanti reflek membuka pintu toilet dan menarim co pilot tampan itu.

Mereka kelepasan melakukan hal yang tak seharusnya. Kinanti terkejut ketika dia sadar apa yang sedang dia lakukan. Begitu juga dengan co pilot itu. Kinanti membenarkan bajunya dan penampilannya, co pilot itu pun melakukan hal yang sama. Co pilot keluar lebih dulu setelah itu kinanti.

Kinanti kembali ke tempat duduknya. Mencoba menghilangkan ingatannya tentang kejadian tadi. Co pilot didepan mencoba kembali konsen menerbangkan pesawarnya.

"Hah."

Dia menghela nafas dengan gugup. Kinanti pun sama. Dia meminta minuman pada pramugari yang membawa minuman dan cemilan.